
Vania pun berbaring di tempat tidurnya, tapi Vania tidak biasa tidur. Tiba-tiba pesan masuk di hpnya, "ting"
Vania mengambil hpnya di atas meja samping tempat tidurnya, dia membuka aplikasi hijau di hpnya.
Pesan dari Maya temanya, "kita ke k*l***ub yuk" isi pesan Maya.
Vania tidak langsung membalas pesan temanya, lalu berfikir sejenak.
Kemudian Vania mengirim pesan pada Ariya, "Ariya aku boleh gak ke klub?"
"ting"
"belajar yang rajin" balas Ariya singkat.
Mendapat larangan dari Ariya, Vania tidak marah dia malah tersenyum.
Kemudian Vania membalas pesan Maya. "maaf yah May, gue gak bisa keluar, entar kalau kita ketemu gue jelasin deh semuanya".
"Oke deh Vania" balas maya.
Vania memejamkan matanya lalu tertidur.
**********
*Hari demi hari berlalu, Vania sekarang hidup normal tidak lagi manjalani dunia klamnya, karena semua biaya hidupnya di tanggu Ariya wiraguna*
Seperti siang ini Vania ada janji bertemu teman-temanya.Vania memesan taxi online menuju cafe tempatnya janjian.
Sesampainya di cafe, Vania di sambut ke tiga temanya ya itu Erin, Maya dan Santi.
"Ayo Vania elo cerita apa yang membuat elo berubah" tanya maya.
"Apa yang membuat elo berhenti berkencan lagi" cecar Erin.
"Eh kalian ini, Vania aja belum duduk udah di todong pertanyaan" timpal Santi.
"Ya udah elo duduk dulu deh" Erin lalu menepuk kursi di dekatnya.
"Gitu dong" sambil menarik kursi untuk duduk
"Eh kalian pesan deh biar gue yang teraktir" sambung Vania sambil menyimpan tasnya di atas meja.
Ke empat sahabat itu menikmati makanannya sambil bercanda ria.
"Ayo dong Vania cerita kenapa elo bisa berhenti?" tanya Erin.
__ADS_1
"Gue jadi sugar beby gais" jawab Vania sambil mengisap minumannya
"Gak salah Vania jadi sugar baby" ucap Maya
"Pasti yang jadiin elo sugar baby, adalah om-om perut bungcit" sambung Santi
"Kalian pasti kaget kalau tau orangnya" jawab Vania sambil mengaduk-ngaduk minumannya.
"Emang siapa Van? kita jadi penasaran" ucap Erin
"Ariya wiraguna" sambil memperlihatkan fotonya bersama Ariya.
"what" ucap serentak ke tiganya sambil melotot
"Ya udah gue pulang dulu daah" kemudian berdiri sambil melambaikan tangannya.
********
Di perusahaan wiraguna group, Ariya sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menandatangani berkas-berkas penting perusahaan.
Setelah pertemuan dengan Vania di apartemennya, Ariya dan Vania tidak pernah bertemu lagi di karena kan akhir-akhir ini Ariya sedang sibuk mengurus proyek baru perusahaanya.
Ariya melirik jam di tangannya, jam menunjukkan pukul 16:00, tiba-tiba Ariya teringat Vania, "kenapa aku teringat gadis itu" batinnya .
Ariya bergegas pulang dan keluar ruangannya di ikuti sekertaris Yuda di belakangnya. "Yuda kamu pulang saja, aku akan ke tempat Vania dulu" ucap Yuda pada sekertaris nya.
*********
Vania sedang berbaring di ranjangnya sambil main gameonline di hpnya. Tiba-tiba dia kepikiran Ariya "Apa gue sedang merindukan nya" ucapnya.
Tiba-tiba pintu di ketuk seseorang "Siapa yah" kemudian bergegas membuka pintu apartemennya.
betapa kagetnya Vania ketika pintu terbuka, ternyata di balik pintu tersebut berdirilah Ariya dengan gayanya, masi dengan stelan jasnya.
"A Ariya ini benar kamu" sambil melongo.
Ariya langsung masuk dengan tangan di saku celananya "Kenapa Vania? kamu kangen" sambil berlalu dari Vania.
Vania mengikuti Ariya di belakangnya, Ariya kemudian memperhatikan isi apartemen itu dan duduk di sudut ranjang Vania.
Vania berdiri di depan Ariya dan mengigit kukunya sambil berucap "Kenapa kamu gak bilang mau kesini".
"Lagi kangen" jawabnya singkat. Vania pun tersenyum mendengarnya
*Karena Vania cuma berada di rumah, jadi dia cuma memakai tengtop dan celana sepaha. ukuran buah d*da Vania bisa di bilang di atas standar (maklumlah diakan pekerja malam) jadi bisa di pastikan buah d*da Vania akan sedikit kelihatan di bagian atas baju tengtopnya.
__ADS_1
Mata Ariya tertuju di buah d*da Vania, Ariya kan laki-laki normal tentu saja ada yang tegak dengan pemandangan di depannya. Kemudian sebagai wanita berpengalaman Vania tentu menyadari tatapan Ariya padanya.
Selanjutnya Ariya berdiri mendekati Vania, masi menatap d*da Vania, Vania cuma bisa menggigit bibir bawanya di tatap seperti itu.
Perlahan-lahan Ariya memegang lengan kiri Vania dengan lembut, sambil menunduk melihat bibir Vania, Vania reflek memejamkan matanya.
"cup"
Ariya m*l*mat b*bir Vania dengan lembut dan melepaskan perlahan "Aku kangen Vania" dengan suaranya yang berat.
Vania cuma diam membeku, dia bagaikan melayang mendapat serangan tiba-tiba dari Ariya
Kemudian Ariya sadar apa yang dia lakukan, dia langsung membelakangi Vania, "Maaf Vania aku terlalu merindukanmu"
mereka sama-sama kikuk, untuk mencairkan suasana Ariya mulai bicara.
"Kamu ini ada tamu malah tidak menyiapkan apa-apa" sambil mengotak-atik dapur Vania "Kamu apakan uang yang aku kasi bahkan kulkas saja kosong" sambil membuka kulkas Vania.
Vania masi berdiri mematung "Apa yang dia lakukan?" sambil berjalan mendekati Ariya.
"Buatkan aku makan yang bisa di makan" sambil mengusap pucuk kepala Vania dengan lembut.
"Oke kamu duduk aja dulu, aku buatkan nasi goreng spesial" sambil menyiapkan bahan-bahan yang akan di pakai
Beberapa saat kemudian nasi goreng Vania sudah masak, Vania lalu berjalan menuju Ariya yang menunggunya di meja makan.
"Hmmm kayanya enak dari baunya" sambil mengambil piring dari tangan Vania.
Ariya mencicipinya, menyendok nya ke mulutnya "Enak sekali buatan kamu Vania" Ariya memakannya dengan lahap, sementara Vania memperhatikan Ariya makan.
Kemudian keduanya ngobrol di balkom apartemen Vania, mereka bercerita sambil tertawa dan bercanda. Di sela-sela tawa Vania yang centil.
Tidak terasa jam menujukkan pukul 23:00.
"Vania aku pulang dulu yah" sambil berdiri membuka pintu balkom, Vania mengikutinya masuk ke dalam "Ariya sebaiknya kamu menginap saja, malam sudah larut" sambil berdiri di depan Ariya.
Ariya menatap tubuh seksi Vania "Sebaiknya jangan Vania karena kemungkinan besar aku tidak bisa menahan diri" sambil memegang ke dua bahu Vania.
Tiba-tiba Vania memeluk lembut Ariya, dan tubuh Ariya menegang begitu pun di bawa sana ikut menenggang, karena g*ndukan k*nyal Vania bisa di rasakan oleh Ariya.
Vania lalu berucap, "Kamu telah berbuat banyak untukku, apa salahnya aku membalas budi" masi memeluk Ariya.
Ariya melepaskan pelukan Vania dan mengusap pucuk kepala Vania dengan lembut, "Van jangan memperlihatkan sisi buruk mu padaku, karena aku sangat menghargai dirimu" sambil menatap sayu pada Vania dan mencium lembut dahi Vania.
Sekarang Vania tersadar dengan sikapnya yang berlebihan "Maaf" ucap Vania
__ADS_1
Vania menunduk merasa bersalah dengan sikapnya yang berlebihan, sambil meneteskan air matanya.