Cerita Cinta Vania

Cerita Cinta Vania
KAMU BENAR NARA


__ADS_3

Saat ini Arvan sedang melakukan tanda tangan kontra untuk proyek baru yang ada di luar negri, di dampingi oleh Elena di sampingnya.


Setelah semuanya selesai, Arvan dan Elena kembali pulang dan saat ini mereka sudah berada di dalam.


Hubungan mereka semakin hari, semakin kaku layaknya pernikahan bisnis yang akan menguntungkan dua belah pihak.


"Elena kamu mau langsung pulang?" tanya Arvan saat keduanya sudah berada dalam mobil.


"Aku ada urusan lain Van" jawab Elena.


"Mau aku temani?" Arvan kembali bertanya.


"Itu akan merepotkan mu, aku bisa sendiri" ucap Elena.


"Saat ini aku tidak sibuk" balas Arvan.


"Pak antar kami ke apartemenku" perintah Elena pada sopir.


"Baik nona" jawab sopir itu dengan sopan.


Setelah sampai di apartemen Elena, keduanya pun segera masuk setelah Elena membuka pintu.


Tapi Elena lupa kalau lukisan dirinya yang buat Andra saat itu, yang cuma memakai bikini seksi masi ada di kamar apartemennya.


"Arvan tunggu sebentar aku ingin ganti baju" ucap Elena.

__ADS_1


"Baik Elen aku ingin istirahat sebentar" balas Arvan.


"Di kamar aku saja, soalnya apartemen ini hanya ada satu kamar" sambil berjalan masuk kamarnya.


Arvan mengikuti langkah Elena, dan setelah membuka pintu kamar, betapa kagetnya Elena saat melihat lukisan dirinya masi ada di kamar itu, dan tentu Arvan juga melihat itu.


Elena langsung menatap Arvan dan segera menutup lukisan itu dengan berdiri di depannya, "Arvan kamu bisa mandi dulu baru istirahat" ucap Elena sambil tersenyum asam.


Arvan tidak menjawab, dia lalu ke arah Elena dan menyingkirkan tubuh Elena yang menghalangi lukisan itu, Elena menyingkir sambil menunduk.


Arvan mengamati lukisan itu tampa berkedip, kemudian menatap tajam Elena, "Ini lukisan kak Arvan kan?" tanya Arvan dengan menekankan suaranya.


"Iya Van, maaf aku tidak sempat memindahkannya" ucap Elena menunduk.


"Arvan kamu jangan berlebihan, kamu tau sendiri kan kalau kamu pertama kali menyentuhku" ucap Elena dengan terisak.


Arvan baru sadar kalau baru saja dia melukai perasaan Elena, dia kemudian mendekati Elena lalu memeluknya dengan lembut, "Maafkan aku Elen".


"Arvan kalau kamu tidak bisa mencintaiku, setidaknya jangan melukai hatiku" ucap Elena masi dalam pelukan Arvan.


"Iya aku janji Elena" sambil menunduk mengusap air mata istrinya.


*******


Andra sedang mengendarai motornya menuju butik Selin, untuk menjemput Nara, karena sore itu Andra ingin mengajari Nara membuat seni keramik.

__ADS_1


Setelah menjemput Nara, Andra langsung menuju ke basecamp nya.


"Ayo masuk Nara" ajak Andra, Nara hanya mengangguk sambil mengikuti Andra.


"Wah ternyata tempat ini sempurna, semua keperluan kalian sudah tersedia di sini" ucap Nara, setelah Andra masuk di salah satu ruangan yang sudah di lengkapi, dengan peralatan untuk membuat keramik.


"Kamu benar Nara, karena menurut kami, tempat ini sudah menjadi rumah kedua kami" ucap Andra.


"Yah sudah, kita mulai belajarnya" sambung Andra.


"Siap kak" sambil menaikkan jempolnya.


"Kita mulai dari tehnik awal dulu" sambil menunjuk alat yang harus di pakai


Andra menarik kedua lengan bajunya sampai sikut dan mulai memutar tanah liat di hadapannya.


Nara duduk mengamati apa yang di lakukan Andra dan mulai tertarik untuk mencoba. "Biar aku yang coba kak".


"Baik kamu harus sepelan-pelan mungkin" ucap Andra sambil mengarahkan tangan Nara agar memutar dengan lembut.


Nara sangat serius belajarnya, di tuntun oleh Andra yang berada di belakangnya.


Membuat jarak kepala mereka sangat dekat, membuat Nara melihat Andra, tapi Andra serius menuntun tangan Nara.


"Hemmmm" suara seorang pria yang menyaksikan kedekatan mereka.

__ADS_1


__ADS_2