
Hari itu Daniel hampir seharian berada dirumahku.
Sampai saat aku hendak berangkat ke cafe tempat aku menunjukan kebolehanku bermain piano sampai aku siaran ia dengan setia menemani aku.
sekali atau dua kali itu biasa tetepi makin kesini hampir setiap hari selepas kuliah dia selalu kerumahku dengan alasan kalau pulang kerumahnya yang super mewah menurutku hanya kesepian yang ia rasakan
"suruh siapa bikin rumah sebesar itu" celetuku disela - sela ceritanya pada bunda dan Niken
mendengar ucapanku serentak kedua orang yang sedang asik mendengarkan curhtan Daniel.langsung melotot kearahku
"piss...." ucapku sambil.mengangkat jari manis dan telunjukku keatas disertai senyuman yang kupaksakan.
siang itu sinar matahari terasa begitu menyengat sepertinya kalau minum jus strowberry enak nih seger terlintas dalam pikiranku segelas besar jus yang berwarna merah segar "ehemmmm " bayangan jus tak mau hilang dari pikiranku
tanpa pikir panjang lagi kuambil dompetku dan setengah berlari menuruni tangga dan berlari keluar rumah menuju tukang jus yang tak jauh dari rumahku.
setelah tiba ditukang jus langgananku akupun segera memesan jus strowbery dan alpuket kesukaanku begitu selesai tanpa menunggu sampai dirumah akupun menyedot jus strowbery sambil berjalan menuju rumahku
"tinnn..."
"tinn....."
suara klakson mobil mengngagetanku tanpa sadar akupun memaki kesal karena terkejut begitu mobil itu melewatiku dengan kaca disamping pengemudi yang terbuka setengahnya nampaklah wajah tampan Daniel dengan senyumnya yang menawan. mungkin buat orang yang baru saja melihatnya pasti akan tergoda tetapi tidak buat aku.
mobil Danielpun berhenti didepan rumahku dan Daniel bersandar pada mobilnya sambil menungguku .
begitu aku tiba didekatnya ia langsung menyambar jus yang sedang aku minum dan menyedotnya hingga hampir habis. aku hanya tertegun melihat jus yang diambil Daniel
"ih...kok diabisin sih" ucapku dengan nada kesal sambil menyambar jus yang masih ditangan Daniel dan berlalu.meninggalkan Daniel . setibanya didalam rumah akupun mendudukan bokongku dengan kasar disofa ruang tamu tak lama kemudian Daniel pun masuk dan duduk disebelahku
"jangan ngambek gitu dong beib tar aku ganti deh " rayunya sambil mengelus pipiku namun langsung aku tepis tangannya agar tak menyentuhku
__ADS_1
"ih ...galaknya makin parah,masa megang aja g boleh sih" ucapnya sambil senyum-senyum
"biarin"jawabku singkat sambil mengeluarkn jus alpuket dari dalam pelastik dan ketika hendak mnyedotnya tiba-tiba Daniel menarik sedotannya dan mengarahkannya tepat ke mulutnya dan menyedotnya hingga tinggal setengah,kesalku pun bertambah akupun memajukan bibirku tanpa aba-aba Daniel memegang pipiku dengan kedua tangannya yang kekar dan memajukan bibirnya hingga bibir kami saling bersentuhan dan dia memaksaku meminum jus alpuket dari mulutnya.aku pun tak bisa menolak setelah jus yang ada dimulutnya berpindah kedalam mulutku.
Akupun mendorong tubuhnya agar menjauh dan mengelap bibirku dengan tanganku. nampak senyum puas dibibir Daniel
"enakan begitukan beib minum jusnya" bisiknya dengan nada menggoda
"jorok tau"sangkalku
"nanti kalau bunda sama Niken lihat gimana?" tanyaku dengan ada protes
"aku tau dhit kalau hari ini bunda sama Niken pergi makanya aku berani" jelasnya sambil tersenyum melihat kearahku
"mau lagi g?" tanyanya dengan nada menggoda
"gak" jawabku sambil menjauh darinya
" stop?" perintahku sambil merentangkan klima jariku kedepan untuk menahan tubuh Daniel yang bergerak mendekatiku
"ayolah sayang mumpung kita lagi berdua,apa sälahnya kita bercumbu sebentar" rayunya
" hey...helllo sadar om kita itu g ada hubungan apa-apa cuma mantan" tegasku mengingatkan Daniel akan status hubungan antara kami saat ini.
sejenak Daniel terdiam , ia menari nafas dalam-dalam dan mengeluarknnya dengan perlahan,nampak ia sedang menenangkan sesuatu yang bergejolak didalam sana
" Dhita kan aku udah bilang sama kamu,aku ingin kita balikan lagi kaya dulu lagì" ucapnya sambil menatap mataku dalam
" aku g mau" jawabku
"terserah yang penting aku akan terus berusaha sampai kamu mau titik" têgasnya
__ADS_1
"hei...itu namanya pemaksaan tau"
" g apa-apa terserah mau namanya apa aku gak peeduli"
"kalau dulu kamu mau jadi'in aku pacarkan karena mobil super car,kalo yang sekarang apa hadiahnya?" tanyaku mengingatkan kembali kejadiaan beberapa tahun lalu
sekilas nampak senyum sinis dibibir Daniel.ia menarik nafas dalam-dalam dan menghenbuskanya dengan kasar
"ok tha, dulu memang aku yang salah aku emang terobses dengan hadiah mewah itu. tapi sekarang beda tha, aku bener-bener suka dan serius sama kamu" jelasnya.
" ter..se...rah.... yang penting aku g anggap kamu apa-apa. temen ? bukan sahabat juga bukan apa lagi pacar jelas banget bukan" ucapku dengan menekankan pada kata terakhirnya
"aku akan berusaha tha sampai kamu bisa terima aku" ucap Daniel sambil menyandarkan tubuhnya disofa mencoba menēnangkan dirinya
" ya udah usaha aja" jawabku lalu berdiri hendak menaiki tangga menuju kamarku,namum Danil menahan pergelangan tanganku
"mau kemana?" tanyanya
"kekamar" jawabku
"terus aku sama siapa"
"ya sendiri aja"
"ya udah aku ikut kekamar aja"
mataku melotot mendengar ucapan Danil
" makanya tetap disini temenin aku kalo gak mau ya aku yang ikut ke kamar kamu" ucapnya seolah tanpa dosa
setelah ak berpikir cukup lama akhirnya aku memutuskan untuk menemani Danil di ruang tamu
__ADS_1