Cerita Kita

Cerita Kita
BAB 93


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Luka di kening Dhita sudah sembuh, hanya meninggalkan bekas luka yang sebenarnya bisa hilang dengan mengunakan obat tertentu, namun Dhita sengaja tidak ingin bekas luka hilang begitu saja sebelum rasa kesalnya terbalaskan.


"Anti tunggu saja saatnya pembalasan ku" batin Dhita kesal saat melihat bekas luka jahitan di keningnya.


Sementara itu Anti yang juga terluka kini sedang bersembunyi disebuah desa yang lumayan jauh dari ibu kota.


Kini ia sedang bercermin dan menatap luka yang juga terdapat di keningnya namun luka itu cukup panjang dan dalam


"Daniel lihat saja pembahasan ku nanti, kalo ini aku serius akan segera menghilangkan wanita itu, bahkan jika perlu semua anak-anak mu yang lahir dari rahim wanita"


"Kamu hanya boleh memiliki keturunan hanya dari aku" ucap Anti geram sambil menatap hamparan sawah yang mulai menguning.


Sementara itu anak buah Daniel telah disebar untuk menemukan Anti yang saat ini wajahnya mirip dengan Dhita.


Mungkn hanya orang-orang tertentu saja yang dapat membedakan mana Dhita asli dan mana Dhita palsu.


Saat ini Anti sedang mempelajari keseharian Dhita, dari cara berpakaian, bersikap dan bertingkah laku.


Kali ini ia harus membuat rencana yang matang agar tidak mengalami kegagalan lagi.


Karena ada masalah serius di anak cabang perusahaan Daniel di daerah Kalimantan dengan terpaksa ia pun harus pergi keluar kota untuk beberapa hari.


Ia pun menambah pengawasan disekitar rumahnya dan berpesan kepada istrinya agar tidak keluar rumah jika memang tidak ada keperluan yang penting.


Ia juga memang beberapa CCTV di tempat yang tersembunyi dan hanya beberapa orang saja yang mengetahuinya.


Siang itu Daniel pun pergi keluar kota dengan ditemani beberapa staf yang berkepentingan.


Sementara Andreas ditugaskan untuk mengurus perusahaan nya saat ia pergi.


Pico dan Pian pun ditugaskan oleh Daniel untuk menjaga Dhita dan anak-anaknya.


Berita kepergian Daniel keluar kota pun sampai ketelinga Anti.


Karena merasa ini saat yang tepat untuk malancarkan aksinya Antipun memutus untuk kembali ke Ibu kota.


"Sial penjagaannya ketat sekali" ucap Anti saat memantau kediaman Dhita.


Tanpa pernah menyerah Anti pun menunggu saat yang pas untuk melenyapkan Dhita.

__ADS_1


Melalui nomor baru ia pun menghubungi Dhita, bukan hal yang sulit untuk Anti mendapatkan no telpon Dhita.


Ia pun memerintahkan anak buahnya untuk kesekolah Bayu dan Sheila.


Dengan wajah yang hampir mirip dengan Dhita tentu saja ia dengan mudah dapat mengecoh para guru dan juga para pengasuh kedua anak tersebut.


Setelah mendapatkan kedua anak Daniel, Antipun menurunkan pengasuh anak tersebut di tengah jalan .


Kedua pengasuh itu bingung kenapa mereka di turunkan di jalan oleh nyonya mereka.


Mereka pun segera menghubungi kepala pelayan dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Kepala pelayan sedikit bingung soalnya Nyonya mereka saat ini sedang berada di rumah.


Dhita yang menyadari jika kepala pelayannya seperti sedang bingung langsung bertanya.


"Maaf nyonya,tadi pengasuh bilang jika Nyonya menurunkan mereka di tengah jalan dan mereka minta di jemput" ucap kepala pelayan.


Dhita pun langsung menyadari jika itu adalah Anti yang memang sudah merubah wajahnya agar mirip dengan dirinya.


Dengan segera Dhitapun menghubungi Pico dan menceritakan semuanya.


Pico dan Pian yang saat ini sedang berada di kantor Daniel langsung menuju rumah Daniel.


"Tha...sabar dulu sini, kalo gw sih yakin pasti orang itu akan menghubungi kira" tutur Pian


"Iya gw juga yakin begitu sih" Pico ikut menimpali.


"Masa kita harus nunggu dia telpon dulu baru bertindak, aku cuma takut anak-anak aku celaka Pico" Dhita nampak *******-***** bagain bawah kemeja yang ia gunakan.


"Kamu yang sabar Nak, kita berdoa saja semoga anak-anak selalu dalam lindungan Allah"


Aamiin


ucap mereka hampir bersamaan.


Benar saja ponsel Dhita berdering dan ada sebuah Vidio yang dikirim dari nomor tidak dikenal.


Alangkah terkejutnya Dhita saat memutar Video, ia melihat kedua anaknya terikat di sebuah bangku dengan mulut yang disumpal kain.


Air mata Dhita tumpah begitu saja, saat melihat kedua buah hatinya terlihat begitu tersiksa.

__ADS_1


Bunda Ipeh berusaha menenangkan Dhita yang terus menangis.


Sementara itu disebuah rumah yang ia sewa Anti nampak begitu bahagia, ia yakin pasti saat ini Dhita sedang menangis.


Ia pun kembali mengirimkan pesan kepada Dhita yang bersifat ancaman.


Awalnya Pico dan Pian tidak ingin memberi tahu Daniel namun mereka tidak ingin disalahkan akhirnya dengan terpaksa mereka mengirimkan pesan kepada Daniel Jiak saat ini kedua anaknya sedang di sandra oleh Anti.


Ada rasa menyesal dalam hati Daniel, ia yakin jika saat ini pasti Dhita sangat membutuhkannya namun karena urusannya belum selesai dengan sangat terpaksa ia hanya bisa menguatkan Dhita lewat pesan singkat.


Bukan tidak mau menelfon atau Vidio call namun ia takut tidak tahan melihat kesedihan Dhita.


Ia Hannya bisa berharap urusannya bisa segera selesai agar ia bisa kembali secepatnya.


Sementara itu di tempat Anti ia nampak kerepotan karena harus mengurus kedua anak itu .


Sheilla yang memang pada dasarnya tidak mudah dekat dengan orang yang baru ia lihat langsung menolak saat Anti yang menutupi wajahnya dengan masker.


Setelah sedikit memaksa dengan cara kasar akhirnya Sheila dan Bayu mau makan makanan yang ia berikan.


Anti yang berpikir jika kedua anak itu tidak mungkin melarikan diri akhirnya melepaskan ikan nya dan menyuruh mereka untuk segera tidur.


"Shell lebih baik sekarang kita nurut dulu sama orang itu, aku yakin Papa dan Mama pasti bakal nyelametin kita" bisik Bayu pada sang adiknya yang nampak ketakutan.


Shella pun menganggukan kepala, Bayu yang tau jika saat ini adiknya ketakutan langsung memeluk Sheila dan mengelus kepalanya.


Karena letih Shella pun tertidur dalam pelukan Bayu.


Sedangkan dirumahnya Dhita tidak bisa tidur, ia terus saja memikirkan keselamatan Bayu dan juga Sheila, apakah mereka sudah makan, bagaimana mereka tidur kira-kira begitu lah yang ada dalam pikiran Dhita saat ini.


Malam itu urusan Daniel di luar kota telah selesai, tanpa mau menunggu lama ia pun langsung memesan tiket untuk kembali.


Beruntung Danil masih dapat tiket penerbangan terakhir.


Menjelang subuh ia telah mendarat kembali di ibukota.


Andreas yang mendapatkan kabar jika Daniel akan segera kembali langsung mempersiapkan segalanya termasuk menjemput Daniel di bandara.


Dhita yang tidak diberitahu jika Daniel sudah tiba dirumahnya hanya tertegun saat Daniel berdiri didepan pintu kamarnya.


"Sayangg aku pulang, kamu gak kangen ya sama aku" tanya Daniel sambil merentangkan kedua tangannya.

__ADS_1


Dhita yang memang belum yakin jika saat ini suaminya telah kembali hanya diam


__ADS_2