
Setelah kejadian semalam aku sedikit berpikir mencoba mengingat-ingat siapa wanita itu dan ada hubungan apa dengan Daniel semalam mereka nampak begitu akrab,apa karena itu juga Daniel tidak kerumahku kemaren trus apa maksudnya kalau mereka berkencan harus dikafe tempat aku bermain piano kan banyak kafe atau resto yang mewah ada begitu banyak pertanyaan dalam benakku tetapi jika aku bertanya langsung pada Daniel mau ditaruh dimana mukaku lagi juga memangnya dia siapanya aku sampai harus bertanya soal itu yang aku tahu memang dari dulu banyak wanita yang ingin berkencan dengannya walaupun hanya sekedar makan malam.
"ah...bt....bt" teriakku frustasi sambil mengacak-acak rambutku
"tok...."
"tok..."
"neng kenapa" terdengar suara bunda dari balik pintu
" g ada apa-apa bun" jawabku lalu terdengar suara bunda berjalan menjauh dari pintu kamarku
"ting..." suara notifikasi hpku berbunyi kuambil ponselku yang berada dan kulihat ada chat dari Danil
Daniel : siap-siap y beib sebentar lagi aku sampai dirumah kamu,kita keluar yuk aku mau ajak kamu ke suatu tempat
me : kemana
Danil : rahasia dong yang penting sekarang kamu siap- siap aja aku sudah mau sampai
me : males ah...
Daniel : ayolah beib jangan dirumah terus aku mau ngajak kamu keluar sebentar aja
me : ya udah tapi jangan lama-lama
Daniel : ok
aku pun segera menganti pakaian dengan kaos oblong dan celan jeans panjang dan nekers
tak lama kemudian terdengar suara mobil berhenti didepan rumahku,ku intip dari jendela kamarku ternyata Daniel sudah sampai ia nampak begitu tampan walaupun hanya memakai pakaian biasa dan tak lupa kaca mata hitam yang bertengger dihidung mancungnya.
untuk sesaat aku terpesona melihat penampilannya hingga suara teriakan Niken menyadarkanku kalau Daniel sudah menungguku dibawah
begitu aku turun aku lihat Danil sedang berbincang-bincang dengan Bunda
"sudah siap beib" sapanya, aku pun menganggukan kepala bertanda aku sudah siap
" ya sudah ayo" Daniel meraih tanganku dan mengajakku menuju mobilnya
"bun kami jalan dulu ya" pamitnya pada bunda yang mengikuti kami hingga depan pagar lalu mencium punggung tangan Bunda aku pun melakukan hal yang sama lalu masuk kedalam mobil Danil
entah kenapa tiba-tiba dadaku berdebar tidak karuan saat berada dekat dengan Daniel
"kenapa aku dek-dekan y dekat dengan Daniel,apa aku mulai suka sama dia" selalu pertanyaan itu yang hadir dalam pikiranku suasana dalam mobil begitu hening hanya suara radio dari tape mobil yang terdengar mengalun pelan
"kita mau kemana" tanyaku memecah keheningan
" jalan - jalan aja ke mall" jawab Daniel tanpa menoleh ke arahku
" ya ampun kenapa dia ganteng banget sih,aku jadi semakin tak tahu harus bersukur atau menganggap ini musibah karena bisa disukai olehnya" batinku tanpa sadar aku menatapnya seperti mengidolakannya.
__ADS_1
" aku tahu aku ini ganteng beib,kaya lagi tapi jangan sampa segitunya ngeliatin akunya tar kebawa mimpi lagi" ledek Daniel yang tahu kalau aku sedang menatapnya
akupun segera memalingkan mukaku.karena malu ketahun sedang mengaguminya.
"ha...ha tuh muka kenapa jadi merah sih" tanya Danil yang melihat wajahku yang bersemu karena malu tiba-tiba aku merasa ada yang mengelus-elus pipiku,aku pun memberanikan diri menatap Daniel
" pipi kamu alus banget sih beib" ucap Danil sambil terus mengelus pipiku
" ya ampun niel jangan kaya gini dong.aku g kuat iman nih kalo so sweet gini" batinku
untungnya kami sudah sampai di mall yang kami tuju setelah memarkirkan mobilya kamipun masuk kedalam mall Daniel menggenggam erat tanganku seakan enggan untuk melepasnya
"kita nonton yuk,mau g" ajaknya
" emang ada film yang bagus" tanyaku
Daniel mengangkat bahunya tanda tak tahu
" kita liat aja dulu" ucapnya sambil menarik tanganku menuju eskalator naik menuju bioskop dilantai 4 setelah melihat-lihat tak ada satupun film yang menurut kami bagus hingga kami mengurungkan niat untuk nonton
"mau es crim" tawarnya akupun mengangguk bertanda y
" ya udah kamu tunggu disini aja y biar aku yang antri" pintanya aku pun hanya mengagguk lalu aku duduk dikursi yang sudah tersedia,sambil menunggu Daniel yang mengantri untuk mendapatkan es crim aku pun memainkan ponselku membuka sosmed tak lama kemudian Danil datang dengan 2 buah cup besar es crim ditangannya
" ni beib" Daniel menyodorkan es crim coklat padaku lalu dia duduk disampingku kamipun menikmati es crim.
"habis ini kita kemana lagi niel" tanya Dhita sambil menikmati es crimnya
" emmm" Dhita asik menikmati es crimnya tanpa merasa bersalah sama sekali wajah Danil nampak memerah karena menahan suatu hasrat
" ih...kenapa juga dia menjilatinya seperti itu"batin Daniel
"seperti....."
Daniel yang notabennya seorang pria normal tentu saja jadi berpikiran macam-macam.
"hei... aku kan tadi nanya niel abis ini mau kemana lagi" protes Dhita yang merasa diacuhkan oleh Daniel
Danielpun menoleh kearah Dhita ia menatap Dhita dengan penuh hasrat apa lagi ia melihat Dita asik menjilati es crim dengan bibir bawahnya yang terkena lelehan es crim
dengan cepat ia menyambar bibir bawah Dhita dan menjilatnya dengan lembut hingga sisa es yang menetes itu bersih
betapa terkejutnya Dhita karena dia tak menyangka Daniel melakukannya ditempat ramai.
ia pun memasang wajah cemberut tanda protes akan perbutan Daniel yang dinilai tak tahu malu.
"makanya beib kalau ditempat ramai jangan menggodaku" bisik Daniel ditelinga Dhita
" menggoda?memangnya aku ngegoda kamu gimana?" tanya Dhita masih dengan nada emosi
"emang kamu g tahu apa kalau kamu jilatin es crim seperti itu bikin aku ngilu tau" jelas Daniel masih dengan berbisik
__ADS_1
" lah terus kalo makan es crim harusnya gimana? kan emang dijilatin emang mau langsung ditelen" ucap dita masih dengan nada emosi
" udah jangan dibahas lagi" Danil akhirnya mengalah dan menarik tangan Dhita menuju tempat makan yang ada di lantai tiga.
setelah memesan makanan merekapun menikmati apa yang ada diatas meja teradang Daniel menyuapi Dhita kadang Dhita yang menyuapi Danil.
mereka terlihat begitu romantis hingga tak jarang yang memuji "so sweet lah"
" romantislah.."
aku pun tersenyum menanggapi omongan orang-orang disekitarku.ketika kami sedang menikmati makanan yang hampir habis tiba-tiba datang seorang wanita cantik bak model yang langsung mengalungkan tangannya di di leher Danil
" Niel ...kamu kemana aja" sapanya tanpa menghiraukan keberadaanku
Daniel yang nampak.terusik dengan kehadiran wanita itu melepaskan tangan sang wanita dari lehernya dan menatap ke arahku.
" jaga sikap kamu ren ini ditempat umum" ucap Daniel
sang wanita yang dipanggil Ren itu pun melepaskan tangannya dan duduk disamping Daniel
" dia siapa?" tanya iren sambil menunjuk kearahku
"pacarku" jawab Danil singka
" apa?" seakan tak percaya iren menatapku sinis
aku tahu Danil hanya berpura-pura didepan wanita ini nampak jelas rasa tidak suka diwajahnya.
Daniel berdiri dan menarik tanganku mengajak untuk segera pergi dari tempat itu.akúpun hanya bisa menuruti Danil.
"itu siapa niel" tanyaku berharap dia tidak tersinggung
"bukan siapa-siapa" jawabnya dengan nada sedikit ketus sambil membuka pintu mobil dan masuk,aku pun mengikutinya dan duduk disampingnya
"g usah marah dong kalo g ada apa-apa" ucapku sambil memasang sabuk pengaman Danil yang nampak masih kesal langsung membungkam mulutku dengan bibirnya ia menggigit bibir bawahku hingga terasa sakit dan sedikit berdarah.
aku pun memukul dadanya karena aku mulai kehabisan oksigen ia pun melepaskan pagutannya dan mengusap bibirku yang tadi digigitnya
" maaf" ucapnya dengan nada penyesalan
"sakit tau" jawabku sambil memajuakan bibirku
" jangan begitu emang mau lagi" ucap Daniel menggodaku
"kita pulang aja y"
" enakan pacaran dirumah" ucapnya tanpa malu-malu
setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam karena macet akhirnya kami pun sampai dirumahku.
Daniel merebahkan tubuhnya diatas sofa dan memejamkan matanya . sepertinya kehadiran wanita tadi berpengaruh pada moodnya.
__ADS_1
sebetulnya aku ingin bertanya soal wanita tadi tetapi melihat Daniel yang sepertinya enggan membahasnya aku pun mengurungkan niatku dan aku pun segera menuju kamarku untuk beristirahat sebelum memulai aktifitasku kembali