
Keesokan harinya sepulang menjemput Bayu Dhiyta berencana mengajak anak-anaknya bermain lagi.
Nampak wajah bahagia diwajah anak-anak itu saat menikmati bermain salju disalah satu tempat di kota "B"
Saking asiknya bermain Dhita lupa memberi kabar pada dhaniel kalau mereka kini masih berada diluar.
"Mama ela laper" rengek sheilla sambil menarik-narik baju dhita
"Bayu juga ma udah laper"
akhirnya mereka bertiga makan siang disebuah restoran cepat saji
saat sedang asik menikmati makan siangnya tiba-tiba dhita dikejutkan dengan seorang pria yang langsung duduk didepannya
Dhitapun mengerutkan keningnya mencoba mengingat siapa pria yang main duduk seenaknya disampaing bayu
"dhit ini gw,masa lupa sih"ucap pria itu
sepertinya dhita mulai mengenali suara pria didepannya
"loe rivan kan?"tanya dhita menyakinkan
pria itu hanya tersenyum manis pada dhita lalu memperhatikan kedua anak kecil yang sedang asik makan tanpa merasa terganggu dengan kehadirannya.
"ini anak-anak loe tha"tanya rivan seakan tak percaya
__ADS_1
"iya"jawab dhita sambil memasukan sepotong kentang kedalam mulutnya
"sama dhaniel?"tanyanya lagi
uhuuuk...uhukkk
mendengar nama dhaniel,dhita baru ingat kalau dia belum memberi kabar kalau ia sedang bermain bersama anak-anaknya
Dhita nampak bingung mendengar pertanyaan Rivan.
Ia tahu sebenarnya selama ini Rivan menaruh hati padanya,namun selama ini juga dhita pura-pura tak menyadari karena ia tak mau menyakiti perasaan rivan yang sudah dianggap sebagai kakanya.
Waktu berlalu begitu cepat anak-anakpun dengan cepat bisa akrab dengan rivan mereka nampak begitu bahagia bercanda hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 15.45
"wah udah sore,ayo kita pulang sheilla,bayu"ajak dhita pada kedua anaknya
"aku bawa kendaraan van" jawab dhita
"ayo cantik om gendong,kasian mama kamu nanti kerepotan" tanpa disuruh rivan segera menggendong sheilla sedangkan aku menggenggam tangan mungil bayu.
"om ganteng nanti kita main lagi yah" ucap sheilla manja pada rivan
rivan hanya menganggukan kepala sambil tersenyum lalu mencium gemas pipi gembul sheilla
setelah mobil dhita tiba merekapun segera masuk dan tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi keluar dari area mall
__ADS_1
Rivan masih tak beranjak dari tempatnya,ia memandangi mobil yang membawa dhita dan anak-anaknya sampai hilang tak terlihat lagi.
Begitu sesak ia rasakan kala melihat wanita yang disukainya sejak sma itu kini sudah menjadi milik orang.
ia merutuki kebodohannya kenapa ia tak berani mengutarakan isi hatinya pada dhita sejak lama.
dengan langkah gontai ia menuju parkiran dimana mobilnya terparkir
rivanpun melajuka mobilnya tanpa ia sadari ia menuju arah rumah dhita.
"ternyata mencintai dalam diam itu begitu menyakitkan"batinnya
dari seberang jalan ia menatap rumah dhita,ingin rasanya ia turun dan menghampirinya namun melihat adanya penjaga didepan rumah dhita ia pun mengurungkan niatnya,ia hanya mampu melepas rindu dengan gadis yang dipujanya hanya dari jarak jauh tanpa bisa memeluknya.
"aghhhhh bodoh..bodoh" geramnya sambil memimukul stir mobilnya lalu mengusap kasar wajahnya dengan kesal.
"apa aku harus menculikmu dan membawamu pergi jauh" karena pikirannya yang kacau niat buruk pun muncul.
setelah beberapa lama ia memandang rumah dhita akhirnya ia pun menjalankan kembali mobilnya menuju rumahnya.
sepanjang perjalanan ia terus berpikir apakah ia harus nekad,lalu bagaimana dengan kedua anaknya?apakah ia sanggup memisahkan mereka? beribu pertanyaan muncul akhirnya ia pun sampai dirumahnya
tanpa basa basi ia pun langsung masuk kekamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil memejamkan mata.
ia berharap pikirannya akan kembali tenang setelah lelahnya hilang
__ADS_1
tak butuh waktu lama rivanpun terlelap