Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 40


__ADS_3

Andreas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Hari sudah menjelang sore ketika mereka tiba dirumah itu.


Dari depan suasana rumah terlihat sepi hanya ada penjaga yang sedang bertugas. Dhaniel pun masuk kedalam dan para pelayan yang melihat kedatangan majikannya tanpa pemberitahuan pun nampak terlihat panik namun sesaat kemudian suasana dirumah itu kembali hening.


"kemana pak imam" tanyanya pada salah seorang pelayan yang sedang membersihkan ruangan makan


"pak imam sedang ditaman belakang tuan sedang mengawasi nona Dhita yang sedang bermain layangan"jawab pelayan wanita tersebut.


tanpa banyak kata Dhaniel pun segera menuju taman belakang di ikuti oleh Andreas dibelakangnya.


sayup-sayup mulai terdengar suara tertawa Dhita,Dhaniel pun semakin penasaran apa yang dilakukan oleh gadis itu hingga suaranya begitu terdengar bahagia


"tarik mang benangnya jangan diulur"


"ajakin ngadu mang yang itu"


"ayo tarik....tarik lagi ayo"


suara Dhita terdengar sangat kencang hingga membuat Dhaniel semakin ingin buru-buru melihat apa yang dilakukan gadisnya.


Begitu ia sampai di taman belakang ia melihat gadisnya itu sedang menarik-narik benang yang diatasnya terdapat layangan yang cukup besar.


beberapa pelayan dan penjaga yang melihat kedatangan Dhaniel langsung memberi hormat Dhaniel pun hanya menganggukan kepalanya sambil menaruh jari telunjuknya dibibir memberi kode pada yang melihatnya agar jangan memberitahukan tentang kehadirannya saat itu.


"loe liat kan dia itu sederhana cuma main layangan aja udah seneng"ucap Dhaniel pada Andreas dan Andreaspun hanya tersenyum menanggapinya.


Dhita meloncat-loncat kegirangan saat layangannya berhasil memutuskan layangan lain yang tadi sengaja diadunya.


Dhaniel dan Andreas pun hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Dhita yang seperti anak kecil


"ternyata loe ngegemesin juga ya tha" ucap Andreas dalam hati,ia pun nampak begitu menikmati pemandangan yang ada didepannya, seorang gadis dengan perawakan sedang dan rambut hitam legam panjang sepunggung sedang tertawa bahagia tanpa menyadari ada dua pasang mata yang menatapnya.


"ternyata loe manis juga ya dhit" ucap Andreas yang terus menatap kagum kearah Dhita.


"hei..ngapain loe liatin cewe gw,awas ya kalo sampe loe suka"ancam Dhaniel


Andreas yang mendengar ancaman Dhaniel hanya tertawa.


"non Dhita ...sudah sore,udah dulu mainnya besok lagi" teriak pak imam


"bentar lagi pak lagi tanggung nih mau ngadu lagi"jawab Dhita sambil menarik-narik benang yang ditangannya.


tak lama kemudian ia menyerahkan gulungan benang itu pada salah seorang pengawal yang ikut menemaninya bermain


"nih terusin mang,aku pegel"ucap Dhita lalu pengawal itu pun melanjutkan permainan Dhita.


ia begitu antusias manakala layangannya beradu dengan layangan lain sampai tak sadar tangannya menepuk bahu pegawal yang sedang bermain memberi semangat.


"ayo...terus mang jangan sampe kalah kan mamang pengawal badannya besar"teriak Dhita sambil tertawa lepas.

__ADS_1


Dhaniel menahan kesal melihat tangan Dhita yang menyentuh pengawal dengan seenaknya,ia mengepalkan tangannya.


Andreas yang melihat kekesalan Dhaniel hanya tersenyum


"sabar bro,masa cemburu ama pengawal" ucap Andreas sambil tertawa


"yaaa putus" teriak Dhita


nampak ada sedikit rasa kecewa begitu melihat layangannya terbang bebas tertiup angin.


"maaf nona" ucap sang pengawal begitu melihat wajah Dhita yang sedikit cemberut


"gak apa-apa mang besok beli lagi layangannya" ucap Dhita sambil tersenyum kearah pengawalnya


"apa-apa'an dia senyum sama bodyguard" gerutu Dhaniel tak terima kekasihnya tersenyum pada pengawalnya.


"hei...kalo cemburu tuh liat-liat napa,masa si Dhita gak boleh senyum ama orang lain kecuali loe doang"


saat hendak kembali kedalam rumah semua pelayan membungkuk memberi hormat saat melihat tuan mudanya ada disana


hanya Dhita yang masih belum menyadari kehadiran orang yang saat ini ia tidak suka.


"bi..aku mau nangkep ikan lagi dong"teriak Dhita sambil meneguk minuman yang telah tersedia


namun karena tak ada jawaban akhirnya ia pun menengok kebelakang dan melihat tak ada seorang pengawal atau pelayan disana


matanya tertuju pada sesosok pria yang kini sedang bersandar ditembok


awalnya ia ragu untuk melewati Dhaniel dan Andreas yang kini sedang menatapnya namun akhirnya ia pun berlari melewati sisi kedua pria itu sambil berteriak


"aaaaada hannnntu....."


Dhaniel dan Andreas yang mendengar Dhita memanggilnya hantu hanya tersenyum


"sial kita dibilang hantu,awas loe ya cewe kutub" ucap Andreas sambil menarik tangan Dhaniel mengajaknya masuk kedalam rumah.


Sementara itu Dhita sudah langsung masuk kekamarnya dan mengunci pintu,ia tak ingin menemui Dhaniel


Setelah membersihkan diri ia pun merebahkan diri dikasur tak ada niatnya untuk keluar dan menemui pria itu.


tak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu


tok...tok....tok


"Dhita...."


"beib ...buka pintunya dong"


Dhita yang mendengar Dhaniel memintanya membuka pintu hanya acuh


"beib buka pintunya atau aku dobrak nih"ancamnya namun Dhita masih acuh dan menganggap itu hanya omong kosong saja namun tiba-tiba

__ADS_1


bruak...


seperti suara pintu yang ditendang akhirnya Dhitapun dengan malas berjalan menuju pintu dan membukanya sedikit


"ada apa sih berisik banget"ucap Dhita ketus ia hanya membuka sedikit saja pintunya hingga hanya sebagian saja wajahnya yang nampak


Dhaniel mendorong kuat pintu kamar yang Dhita tahan namun apa daya tenaga Dhita tak sekuat tenaga Dhaniel.


akhirnya ia pun berhasil masuk dan duduk di sofa dengan santai


"duduk sini aku ingin bicara"perintah Dhaniel sambil menepuk bangku kosong disebelahnya


Dhita hanya diam tak menanggapi ucapan Dhaniel ia mengambil ponselnya dan membuka beberapa aplikasi


Dhaniel yang merasa kesal karena diacuhkan akhirnya hilang kesabaran ia mendekati Dhita dan merampas ponsel yang Dhita pegang.


"balikin gak?"


"gak"


"ishhh sini'in hp nya"pinta Dhita sambil berusaha mengambil ponselnya dari tangan Dhaniel.


Dhaniel mengangkat tinggi ponsel yang dipegangnya berhubung postur tubuh dhita yang hanya 156cm ia pun kesulitan untuk mengambilnya


Dhita meloncat-loncat untuk mengapai ponselnya namun hasilnya sia-sia.


Dhanielpun tersenyum merasa dia telah berhasil mengerjai kekasihnya itu.


"beib aku kangen banget ama kamu"ucap Dhaniel sambil berusaha memeluk Dhita


"gak tau malu kamukan udah jadi suami orang masih aja bilang kangen"jawab Dhita ketus sambil menepis tangan Dhaniel yang hendak meraih pinggangnya


"beib dengerin aku dulu"pinta Dhaniel berusaha menjelaskan namun Dhita tak menghiraukannya malah ia nenutup kedua telinganya dengan tangannya.


Dhaniel yang semakin tak bisa menahan rasa ingin menyentuh kekasihnya itu pun menarik Dhita dan memeluknya dengan paksa


Dhita yang meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Dhaniel


namun semakin ia berusaha melepaskan diri semkin kuat juga Dhaniel mendekapnya


"kamu mau bikin aku mati ya Niel,aku gak bisa napas"ucap Dhita sambil memukul-mukul dada Dhaniel


namun bukannya melepaskan pelukannya Dhaniel malah menarik dagu Dhita dan memaksanya untuk menatapnya dengan cepat Dhaniel melahap bibir kekasihnya seperti orang yang sudah kelaparan dengan rakus Dhaniel terus menyesap bibir Dhita tanpa memberinya jeda untuk bernafas


setelah sekian lama akhirnya Dhaniel melepaskan ciumannya dari bibir Dhita


dengan nafas yang tersengal-sengal karena kurangnya pasokan oksigen dhita menatap tajam wajah Dhaniel seakan dia tak terima dengan perlakuan Dhaniel yang telah menciumnya paksa.


"kamu....ish.."ucap Dhita kesal tak melanjutkan kata-katanya


Dhaniel yang tahu kalau wanitanya sedang marah hanya tersenyum puas akhirnya rasa rindu pada gadis itu kini terobati.

__ADS_1


__ADS_2