
SELAMAT MEMBACA
Daniel yang merasa jika beberapa hari ini ada yang sedang mengikuti Dhita langsung meminta Andreas memberi pengawal bayangan untuk Dhita.
Bukan tanpa sebab ia berbuat seperti itu, beberapa hari belakangan saat ia mengecek CCTV ia sering melihat beberapa orang sedang memantau rumahnya.
Yang ia tau jika Anti memang sedang mengincar Dhita.
Karena tidak ingin sesuatu terjadi ia pun langsung meminta Andreas untuk memberi kan Dhita Bodyguard pilihan.
Jika secara terang-terangan sudah pasti Dhita akan menolak makanya ia meminta Andreas untuk mencari bodyguard dan secara diam-diam mengikuti kemanapun Dhita pergi.
Sore itu Dhita berniat belanja beberapa kebutuhan yang sudah habis.
Ia pun pergi hanya mengunakan kendaraan roda dua karena lebih praktis dan juga swlayan yang ia tuju tidak begitu jauh dari rumahnya.
Saat ia keluar pagar rumah sebuah mobil mengikutinya dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu jauh.
Sementara itu dibelakang mobil yang mengikuti Dhita nampak satu buah mobil hitam mengikutinya juga dan mobil hitam itu adalah bodyguard suruhan Daniel.
Dengan segera mereka pun melaporkan jika saat ini ada beberapa orang yang sedang mengikuti majikannya.
Daniel yang sangat khawatir dengan keselamatan Dhita pun segera mengecek dimana keberadaan Dhita.
Ia pun segera menyusul Dhita.
Saat itu Dhita sedang memilih buah-buahan dan juga beberapa bahan untuk membuat kue.
"Sayang....." Dhita yang sedang memilih buah apel sangat terkejut karena tiba-tiba saja Daniel sudah berada disampingnya.
"Lah kok kamu ada disini, emangnya kamu gak ada meeting yank?" tanya Dhita saat melihat Daniel.
"Lagi sedikit luang sayang, kamu belanja apa sih kok gak bilang dulu sama aku" ucap Daniel yang langsung mengambil keranjang belanjaan Dhita .
"Cuma belanja bahan yang sudah abis aja kok, tapi kok kamu tau aku ada disini?" tanya Dhita heran.
"Kamu kan tau sayang mata-mata aku banyak jadi gak usah bingung kalo nyari kamu" Daniel tersenyum lebar saat melihat wajah Dhita.
Sementara itu didalam mobil beberapa orang suruhan Anti nampak sedikit kesal saat melihat Dhita pulang naik mobil bersama suaminya.
Padahal rencana mereka akan menabrak motor Dhita saat pulang dari supermarket nanti.
"Hallo bos maaf misi kali ini gagal" ucap salah seorang anak buah Anti.
__ADS_1
"Dasar bodoh menyelesaikan kerja begitu saja kalian lama sekali" maki Anti pada orang suruhannya melalui telpon.
"Maaf bos lain kali kami pasti berhasil" ucap anak buahnya lagi masih lewat hp.
"Aku tidak mau tahu pokoknya segera selesaikan misi kalian secepatnya mungkin" titah Anti lalu mematikan sambungan telepon nya tanpa mendengarkan jawaban dari anak buahnya.
Untuk menghilangkan rasa kesalnya Antipun pergi ke club malam dengan ditemani oleh salah satu anak buahnya.
Malam itu Pico dan Pian yang kebetulan sedang berada di club malam yang sama sedikit heran saat melihat seseorang yang begitu mirip dengan Dhita.
Mereka pun langsung menghubungi Daniel untuk menayangkan keberadaan Dhita.
Karena tidak percaya Daniel pun meminta bukti kepada keduanya.
Tanpa menunggu lama sebuah foto ia terima.
"Astaghfirullah ini beneran mirip Dhita"batin Daniel sambil menatap wajah Dhita yang saat ini sedang tertidur pulas disebelahnya.
"Setahu aku dia tidak punya kembaran, tapi kenapa gadis ini begitu mirip dengan Dhita" Daniel berbicara sendiri sambil terus memandang wajah Dhita palsu yang ada di ponselnya.
Tanpa Daniel sadari Dhita sudah terbangun dan sedikit heran melihat suaminya terus saja memandangi layar ponselnya.
karena penasaran ia pun langsung duduk dan sedikit mengintip apa yang sedang dilihat oleh suaminya.
"Bukan siapa-siapa sayang" Daniel pun langsung matikan ponsel.
"Kok kamu sudah bangun sayang" tanya Daniel sambil menaruh ponselnya diatas meja kecil.
Dhita hanya diam saja, ia merasa curiga kira-kira foto siapa yang sedang dipandangi oleh suaminya.
"Bukan siapa-siapa sayang, ayo tidur lagi" ucap Daniel.
"Gak,..kamu selingkuh ya dan yang aku lihat itu foto cewe" ucap Dhita curiga.
"Iya emang itu foto cewe tapi percaya deh itu bukan siapa-siapa sayang"
"Kalau bukan siapa-siapa kenapa aku tidak boleh lihat" ucap Dhita kesal.
"Emang kamu yakin mau lihat?" tanya Daniel sambil menatap Dhita.
"Lebih baik mulai saat ini aku bicara jujur saja" batin Daniel.
"Sebelumnya aku boleh tanya sesuatu?" tanya Daniel sedikit ragu.
__ADS_1
"mau nanya apa sih?" Dhita semakin penasaran.
"Kamu punya kembaran apa tidak?" tanya Daniel
"Kamu kaya baru kenal aku berapa hari saja Niel,mana ada aku punya kembaran,kalau kamu tidak percaya kamu bisa tanya sama Bunda" jawab Dhita
"Iya sayang, yang aku tau juga begitu, tapi Pico tadi kirimin aku foto ada cewe yang begitu mirip dengan kamu" ucap Daniel menjelaskan.
"Masa sih?" tanya Dhita tidak percaya.
"Iya...kalau kamu tidak percaya lihat saja sendiri" Daniel mengambil ponselnya dan menunjukkan foto yang Pico kirim
Dhita pun langsung terkejut saat melihat dirinya dalam versi yang berbeda.
Wanita yang begitu mirip dengan wajahnya memakai pakaian yang begitu minim.
"Dih iya kok wajahnya mirip sama aku ya Niel, tapi kan kamu tau aku gak pernah pake baju seperti itu" ucap Dhita.
"Lagian itu gak mungkin kamu sayang, kan kamu tadi lagi tidur" ucap Daniel.
"Oh iya..."Dhita pun tersenyum saat Daniel berkata itu bukan dirinya.
"Ya sudah sekarang kita tidur dulu besok kita cari tau dia itu siapa" Daniel pun langsung merebahkan dirinya disebelah Dhita.
Sementara itu di dalam club Pico dan Pian nampak memperhatikan apa pun yang sedang dilakukan oleh wanita yang begitu mirip dengan Dhita.
Mereka begitu penasaran dengan wanita itu.
Anti yang tau jika ada Pico dan Pian berpura-pura tidak mengenal mereka.
"Sial kenapa harus ketemu mereka sih" batin Anti sedikit kesal karena ia harus merubah rencananya karena kedua teman Daniel telah melihat nya.
Pagi pun tiba, saat mereka makan pagi Daniel pun memberanikan diri bertanya kepada bunda Ipeh soal foto semalam
Bunda Ipeh secara jelas mengatakan jika Dhita tidak mempunyai kembaran.
Rasa penasaran Daniel semakin besar, ia pun menugaskan seseorang untuk mencari tahu soal wanita itu.
Sementara itu Anti nampak sedang memikirkannya rencana kedua.
Ia tidak tau jika malam itu ia akan bertemu dengan Pico dan Pian .
"Kenapa juga harus bertemu dengan dua orang itu sih,kan jadi berantakan rencana ku" cerca Anti sambil melempar kertas yang sudah ia remas-remas karena kesal.
__ADS_1
Sementara itu di kantor Daniel mereka berempat sedang sibuk mencari tahu sosok wanita yang begitu mirip dengan Dhita