Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 24


__ADS_3

Malam itu ku habiskan berdua dengan Daniel sebetulnya aku kurang begitu suka jika hanya berdua saja dirumah yang sepi ini buatku lebih baik hangout dijalanan atau ke kafe dimana bisa dijumpai banya orang.


akhirnya Daniel mengantarku pulang kami tiba dirumah jam 23.15 menit akupun segera masuk dan mengunci pagar ketika mobil Daniel sudah tak terlihat lagi.


Seteibanya dikamar aku pun meletakan tas kecil yang kubawa diatas meja begitupun den ponselku akupun segera ke kamar mandi dan membersihkan diri tidak sampai 15 menit akupun selesai dan merebahkan diri diatas tempat tidurku.


aku pun mengingat-ingat kejadian tadi saat dia bilang tak akan melepaskan aku lagi walaupun sebentar lagi dia akan segera bertunangan.


"*seenaknya saja kalau ngomong mana bisa dia mau keduanya, disatu sisi dia tak mau mengecewakan kedua orang tuanya disatu sisi lagi dia gak mau kehilangan aku,mana bisa begitu" pikirku dalam hati


" trus dia juga bilang sehari setelah acara pertunangannya dia juga akan membawa kedua orang tua untuk melamarku, apa dia waras ya? mana ada yang begitu, dan apa katanya orang tuanya juga merestui hubungan aku dan Daniel , aku jadi bingung sendiri apa orang kaya seenak itu ambil.keputusan trus seandainya nanti orang-orang bilang aku wanita simpanan kan yang rugi aku juga,yang sakit hati aku juga*"


aku berdebat deņgan diri ku sendiri dan al hasil malah membuat kepala terasa sakit memikirkan omongan Daniel tadi dan apa aku gak boleh punya teman pria apa lagi sekarang dia manaruh mata-mata untuk mengikutiku kemana saja dan melaporkannya pada Daniel setiap hari.


aku pun mepuk jidatku


" masa bodo deh dengan hari esok lebih baik aku tidur aja" pikirku


aku pun mencoba memejamkan mata dan melupakan kejadian tadi, tak lama kemudian mataku terasa berat dan akhirnya akupun terlelap.


Jam 7 pagi aku pun terbangun bibirku terasa perih aku pun mengeluarkan kaca kecil dari dalam tasku dan melihat ada apa dengan bibirku


ternyata ada luka disana setelah ku ingat ini ulah dari Daniel tadi malam yang menggigit bibirku karena merasa gemes dengan ku


" besok-besok kalau ketemu dia lagi aku harus pakai masker biar dia gak seenaknya aja maen nyosor" pikirku


aku pun segera turun kebawah untuk sarapan kulihat ada nasi goreng plus telur ceplok kesukaanku tanpa menunggu lama aku pun segera meyantapnya hingga habis tak tersisa.


ku coba mencari keberadaan bunda tetapi yang kucari tak kunjung ketemu akhirnya aku duduk disofabed sambil menyalakan televisi mencoba mencari acara yang bagus namun setelah mengganti beberapa chanel tak ada acara yang menarik perhatianku.


akhirnya aku pun mematikan televisi dan menyalakan Radio X fm


sambil memainkan ponselku terdengar lagu Januari dari alm.Glen


tanpa kusadari aku begitu menghayati syair demi syair kenapa terasa begitu menyentuh di hatiku akhirnya aku ingat kalau aku sedang mencari bunda untuk sekedar bercerita soal kejadian semalam namun sampai saatnya aku berangkat kerja bunda belum kutemui juga akhirnya aku pun berangkat dengan perasaan yang masih sangat tidak karuan.


setelah mngunci pagar rumahku,aku pun berjalan keluar gang menuju jalan utama perumahanku,saat melewati.sebuah mobil hitam aku teringat akan mata-mata utusan Daniel

__ADS_1


"apa orang yang berada didalam mobil ini anak buah Danil" pikirku sambil terus berjalan dan seingatku tetangga sekitar rumahku tidak ada yang mempunya mobil sebagus itu. aku pun tak mau ambil pusing tak lama kemudian aku pun sampai di mini market tempat aku bekerja.


Hp ku berbunyi bertanda ada chat yang masuk, aku pun mengambilnya dari dalam saku celana kerjaku ternyata dari Daniel


" beib, ingat pesan aku semalam"


" mungkin beberapa hari kedepan aku tidak dapat menemuimu tapi jangan berharap banyak beib mata-mataku mengawasi"


tanpa ada niat untuk membalas aku pun memasukan kembali ponselke ke saku celanaku, aktifitas pagiku pun dimulai semakin siang semakin banyak costumer yang berbelanja hingga tanpa terasa waktunya pulangpun tiba aku bersiap-siap untuk kembali kerumah dan beristirahat sebelum aktifitas malamku dimulai.


Tak butuh waktu lama untuk tiba dirumah begitu memasuki rumah ku lihat bunda dan Niken sedang ngobrol diruang tamu.


" Assalam mualikum" salamku pada bunda dan Niken akupun ikut bergabung bersama mereka


" bun..aku mau ngomong sama bunda"


" ya sudah ngomong aja neng ada apa" bunds ipeh menjawab sambil tidak mengalihkan pandangannya dari baju yang sedang ia jahit.


" berdua aja bun, ini rahasia" rengekku


Niken yang mendengarku hanya ingin ngobrol berdua dengan bunda saja langsung berdiri dengan wajah sedikit kesal dan berjalan menuju kamarnya.


Niken hanya membalas dengan anggukan kepala.


" ada apa" tanya bunda lalu meletakan baju yang sedang dijahitnya.


aku sedikit bingung harus mulai cerita dari mana


" ada apa neng" tanya bunda lagi untuk yang kedua kalinya


" em...ini soal Daniel bun" ucap ku memberanikan diri untuk mulai bercerita tentang masalahku dengan Danil pada bunda.


" iya...ada apa neng jangan bikin bunda penasaran kenapa" protes bunda setelah menunggu sekian lama namun aku tak kunjung juga bercerita.


" em...itu bun"


" Daniel mau tunangan hari sabtu ini" ucapku dengan nad pelan sambil menahan sesuatu yang terasa begitu menyesakan .ku beranikan diri menatap wajah bunda pada awalnya bunda nampak sedikit terkejut namun pada akhirnya ia dapat mengendalikan emosinya nampak ada rasa kecewa diwajah bunda.

__ADS_1


" sebetulnya aku iklas bun dia tunangan dengan wanita lain tapi masalahnya dia juga ingin pada hari minggunya melamarku bu" jelasku sambil tertunduk.


" loh kok begitu" nampak wajah bunda sedikit terkejut


" makanya bun aku bingung harus gimana,aku g mau dapat gelar pelakor bun"


" ya sudah kamu jangan terlalu dipikirin neng, biar nanti bunda yang tanya sama Daniel biar jelas" ucap bunda yang sedikit menenangkan ku.


" sudah sana kamu istirahat neng "


" jangan terlalu dipikirin ya neng" lanjut bunda,aku pun menganggukan kepala bertanda " iya"


akupun masuk kekamarku dan merebahkan tubuhku yang terasa lelah namun perasaanku sedikit lega karena sudah bercerita tentang masalahku pada bunda


ting...suara notipikasi hpku berbunyi kulihat chat dari Rivan


" kamu tar ke kafe g"


" iya" balasku


"aku antar ya"


" boleh"


" ok nanti pulang kerja aku mampir y"


" siap bos"


aku pun segera mandi dan bersiap-siap jam 6 sore Rivan tiba dirumahku aku pun sudah rapi dan segera turun untuk menemui Rivan dan membiarkannya istirahat sejenak.


selepas sholat magrib aku pun mengajak Rivan untuk makan malam bersama dan ia pun menganggukinya. kamipun makan bersama nampak diwajah Niken rasa tidak suka kepada Rivan namun aku pura-pura tidak melihat ekpresi Niken setelah selesai dan duduk sejenak di teras depan kamipun pamit pada bunda


sementara itu didalam sebuah mobil sedan berwarna hitam nampak seseorang sedang memfoto kedekatan Dhita dan Rivan dan melaporkan hasil kerjanya pada sang bos


sedangkan diseberang sana sang bos yang memberi perintah pada anak buahnya untuk mengawasi dhita langsung membuka ponselnya begitu terdengar ada chat masuk dan membuka pesan gambar yang dikirim oleh anak buahnya.


seketika itu wajahnya nampak merah padam karena menahan amarah tanganya mengepal kuat andai saja malam ini dia tidak ada acara jamuan makan malam dengan keluarga calon tunangannya sudah dipastikan ia akan langsung menyambangi kediaman sang pujaan hati

__ADS_1


"dasar gadis pembangkang tidak mau dengar perintahku, awas y kamu lihat saja begitu aku ada waktu aku akan langsung menghukum mu" ucap Daniel dengan nada menahan emosi dan kedua tangan yang mengepal kuat untuk meredam emosinya.


__ADS_2