
Hari pernikahan Dhita pun semakin dekat hanya menghitung hari saja,persiapanpun sudah 90%.
"Beib kamu jangan terlalu lelah ya aku gak mau pas kita nikah nanti kamu sakit lagi"protes Dhaniel saat melihat Dhita terlalu sibuk dengan hal-hal kecil namun tiada habisnya.
"tenang aja aku gak kenapa-napa kok,lagi juga kalo bukan aku yang ngurusin terus siapa Niel"jawab Dhita sambil membereskan mainan yang berserakan.
"biar baby siternya aja yang beresin Tha"
"gak apa-apa Niel kasian mereka kan pasti cape juga" ucap Dhita sambil memungut mainan yang berserakan dilantai akibat ulah kedua anaknya.
"apa semua persiapan pernikahannya udah siap Niel"tanya Dhita pada Dhaniel sambil meneguk jus alpuket kesukaannya.
"kenapa?gak sabar ya mau nikah sama aku" Dhaniel mengedipkan sebelah matanya
"ihhh mata nya kenapa Niel,cacingan ya" ucap Dhita meledek Dhaniel yang langsung dihadiahi sebuah kecupan dipipinya
"Niell ih kamu,jangan begitu malu kalo diliat anak-anak"protes Dhita
"ya udah kalo gitu kita kekamar aja yuk"ajak Dhaniel kembali menggoda Dhita
"ishhh apa sih makin ngaco aja" tolak Dhita
__ADS_1
ha....ha ....Dhaniel tertawa dengan sangat lepas
"puassss" Dhita mengeram karena kesal
"aku cuma bercanda beib,emangnya kamu takut ya kalo aku ajak ke kamarku?" Dhaniel kembali meledek Dhita yang sudah cemberut
"kalo cuma masuk kamar doang aku gak takut Niel,tapi kan kamu kadang-kadang otaknya ...."Dhita tak melanjutkan kata-katanya karena mendapat tatapan tajam dari Dhaniel
"kenapa???hemmm,kok gak dilanjutin ngomongnya"
"gak usah dilanjutin aku yakin kamu udah tau maksud aku" jawab Dhita
"emang gak boleh gitu kalo cuma cium doang"
"lah masa kalah ama anak SMP mereka aja kalo pacaran pada ciuman" protes Dhaniel
"ihh udah ahhh masa bahas gituan sih" Dhita berusaha mengalihkan pembicaraan yang semakin ngaur menurutnya.
"Beib aku denger Rivan juga mau nikah,dia dijodohin sama orang tuanya" jelas Dhaniel
"masa sih,aku baru denger dari kamu" Dhita seakan tak percaya dengan berita yang baru saja ia dengar.
__ADS_1
"ya kita tunggu aja undangannya mudah-mudahan berita itu benar" ucap Dhaniel
"iya...aku juga berharap ia bisa menemukan wanita yang pas buat dia,bukan kaya aku" kini Dhita tertunduk entah kenapa ia merasa begitu sedih kala mengingat nama Rivan
Dhaniel yang melihat kekasihnya tiba-tiba murung menjadi heran
"are you ok beib" Dhaniel menatap dalam wajah Dhita
"aku gak apa-apa Niel,aku cuma sedih aja,aku merasa bersalah andai aku gak ngasih dia harapan mungkin gak harus selama ini dia nunggu aku" jelas Dhita dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"heiii sudah lah beib,itu kan cuma masa lalu,sekarang kita cuma bisa berharap dia dapet pengganti yang lebih baik" Dhaniel berusaha menenangkan Dhita
Dhita pun tersenyum walaupun terpaksa.
"Udah lah beib lebih baik sekarang kita istirahat yuk"Dhaniel pun menarik tangan Dhita dan membawanya kekamar Dhita.
Setelah yakin Dhita telah terlelap Dhaniel pun keluar dari kamar Dhita.
Dhaniel menuju ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaab yang belum selesai.
Ia pun duduk dikursi kebesarannya,ia nenatap tanggalan yang ada diatas meja kerjanya,disana nampak tanggal 31 mei diberi silang dan tertulis "my weadingg" ia pun tersenyum bahagia ternyata hari pernikahannya hanya tinggal beberapa hari lagi.
__ADS_1
Ya...hari yang sudah lama ia nantikan yaitu bersanding dengan pujaan hatinya.
Ia berharap semoga saja kali ini tak ada halangan lagi dan semua berjalan lancar seperti yang ia harapkan.