
Akhirnya Dhita pasrah dengan keputusan Dhaniel ia mau kembali kekota kelahirannya dengan syarat ia tak mau langsung menikah dengan Dhaniel ia meminta waktu 1tahun namun ditolak dengan alasan terlalu lama dan Dhaniel tak mau ambil resiko lagi akhirnya 2bulan waktu yang diberikan oleh Dhaniel pada Dhita.
Saat ini mereka sudah dibandara mereka memang sengaja memakai pesawat komersil dengan alasan agar dhita bisa menikmati waktu bebasnya sebelum ia benar-benar dibelenggu oleh sifat posessive dhaniel.
2 jam lebih perjalanan dengan pesawat akhirnya dhita kembali menginjakan kakinya di kota kelahirannya
begitu turun dari pesawat dhaniel disambut dengan pria-pria berjas hitam dan berbadan tegap dan tak lama kemudian sebuah mobil mewah berwarna hitam tiba,Andreas membuka pintu mobil bagian belakang Dhaniel pun menyuruh dhita untuk masuk terlebih dahulu.
1jam lebih perjalanan menuju rumah Dhaniel akhirnya ia pun sampai dan langsung disambut dengan pelayan yang menunggunya didepan pintu.
"mana putri ku niel?"tanya dhita tak sabar ingin segera melihat putri kecilnya.
"nanti setelah kau beristirahat aku akan membawamu menemuinya sekarang istirahatlah dahulu beib" ucap Dhaniel sambil mengelus lembut rambut dhita
dengan wajah cemberut akhirnya dhita menurut ia pun merebahkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya tak sabar rasanya ia menati momen bertemu dengan sheilla.
sore harinya Dhaniel membawa dhita kesuatu tempat untuk menemui putrinya .
begitu mobil dhaniel berhenti nampak pintu rumah yang tak terlalu besar itu pun terbuka seorang gadis kecil berdiri dengan didampingi seorang babysister gadis itu tersenyum manis menyambut kedatangan dhita.
"bunda..." teriak sheilla menghampiri sang bunda yang sudah beberapa hari tak dijumpainya
"bunda kangen sama sheilla"ucap dhita sambil mendekap erat putri kecilnya tak lama kemudian diambang pintu nampak seorang anak lelaki berparas tampan memandangnya
__ADS_1
"daddy...." teriak anak lelaki itu setengah berlari menghampiri Dhaniel yang bersandar pada pintu mobil sambil menatap kearah dhita dan sheilla
Dhaniel merentangkan kedua tangannya lalu menggenddong putra tampannya
"apakah itu calon mommy ku dad?"tanya bocah itu pada dhaniel yang dibalas dengan senyuman oleh dhaniel
Dhita pun berjalan mendekat kearah dhaniel dan putranya
"hai...tampan siapa namamu?" sapa dhita lembut pada anak kecil itu
"namaku bayu tante"jawab bayu sambil tersenyum senang
"apa aku boleh memanggil dengan sebutan mommy"tanya bayu polos sambil menatap sang ayah dengan tatapan memohon
"horre aku punya mommy sekarang"teriak bayu yang masih dalam gendongan sang ayah
"apa kau keberatan beib?"tanya dhaniel sambil menatap dhita
"gak" jawab dhita
"holle aku punya tata..."sorak sheilla senang dan langsung minta turun dari gendongan dhita
"atu juga punya papa dong"ucap sheilla yang kini memegang kaki dhaniel dan meminta untuk digendong juga
__ADS_1
akhirnya dhaniel pun menggendong sepasang anak kecil yang tak lama lagi akan menjadi adik kaka
nampak dhita tersenyum bahagia melihat dhaniel yang kerepotan menggendong bayu dan sheilla
"apa kamu mau aku gendong juga beib?"tanya dhaniel dengan nada menggoda sambil menatap penuh arti pada dhita
"eng....enggak "jawab dhita terbata-bata mendengar pertanyaan yang menurutnya sedikit konyol karena didengar oleh kedua anak kecil itu
Dhanielpun tersenyum bahagia begitu melihat rona merah dipipi dhita.
"nanti malam ya beib gilitan kamunya"ucap dhaniel setengah berbisik ditelinga dhita sambil berjalan menaiki anak tangga lalu masuk kedalam rumah.
Dhita masih terpaku diteras depan mendengar ucapan dhaniel.
"apa kamu masih mau disitu beib"tanya dhaniel dari depan pintu
dhita masih mematung entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini
"baiklah beib jika sampai hitungan ketiga kamu masih disitu aku akan cium kamu sekarang satu..."ancam dhaniel lalu mulai menghitung
"dua...." lanjutnya
"ti....."belum sempat dhaniel melanjutkan hitungannya dhita sudah berlari masuk kedalam tanpa menghiraukan dhaniel yang berdiri didepan pintu sambil tertawa melihat kelakuannya .
__ADS_1