
SELAMAT MEMBACA
Dhita pun menceritakan semuanya pada Daniel.
"Sayang jangan sakiti mereka, mereka sudah menjaga aku selama disana"pinta Dhita pada Daniel.
Kedua orang itu hanya bisa pasrah saja saat orang-orang Daniel mengepungnya.
Awalnya Daniel masih tidak percaya namun setelah Dhita menceritakan jika ia bisa sampai disini karana bantuan mereka juga.
Akhirnya Daniel pun percaya, mereka pun dibebaskan dan atas keinginan Dhita mereka pun dijadikan pengawal pribadi Dhita.
Untuk sementara Daniel menempatkan Dhita disebuah rumah persembunyian sementara yang tidak jauh dari rumahnya.
Dengan ditemani kedua orang pengawal barunya dan seorang pelayan Daniel pun meninggalkan Dhita sementara disana sampai ia bisa benar-benar membuat Dhita palsu mengakuinya sendiri.
Sore itu Daniel kembali kerumah dan bersikap biasa saja seakan tidak terjadi apa-apa.
"Wah tumben kamu sudah pulang sayang" ucap Dhita palsu saat Daniel tiba.
"Gak boleh ya aku pulang cepat" ucap Daniel dengan senyum yang dipaksakan.
"Boleh kok, aku bahagia malah kalo kamu pulang cepat" Dhita palsu pun langsung mengambil tas Daniel dan membawanya masuk dengan tangan sebelahnya yang menggandeng lengan Daniel.
Daniel pun berpura-pura bahagia padahal dalam hatinya ia mengucapkan sumpah serapahnya untuk Anti.oleh
Sementara itu disebuah rumah kecil nampak Dhita sedang menikmati kebebasannya.
Saat ini ia sedang duduk diteras depan dengan ditemani kedua pengawal barunya.
"Nyonya kenapa tidak langsung ditangkap saja nona Anti nya biar Nyonya bisa langsung bertemu dengan anak-anak Nyonya" tanya salah satu anak buahnya.
"Maunya aku juga begitu, mungkin suamiku mempunyai rencana sendiri, kita ikuti saja apa maunya tapi aku yakin ini pasti yang terbaik buat aku" ucap Dhita sambil meminum teh hangat yang baru saja ia buat.
Walaupun disana Daniel sudah menyiapkan seorang pelayan untuk melayani semua kebutuhan Dhita namun Dhita tidak mau seenaknya saja menyuruh mereka.
Mungkin pelayan hanya dia minta untuk merapikan rumah sementara untuk masak Dhita sendiri yang ikut turun tangan.
Kedua pengawal itu pun semakin takjub dengan kebaikan hati majikan barunya, walaupun ia sangat kaya raya tapi tidak sombong dan semena-mena tidak seperti majikan mereka yang lama yaitu Anti.
Siang itu sepulang Sheila dan Bayu dari sekolah Daniel langsung menjeputnya dan membawanya ketempat Dhita.
__ADS_1
Dhita begitu bahagia saat melihat kedua anaknya datang untuk menemuinya.
"Sayang kalian temani mama dulunya, nanti sore papa jemput" pamit Daniel pada kedua anaknya.
Karena ada yang harus ia urus dengan sangat terpaksa ia pun harus meninggalkan mereka.
Di kantornya Pian, Pico dan Andreas sedang menunggu kedatangan Daniel
Rencananya sore ini mereka ingin menjebak Anti agar segera mengakui semua kejahatannya.
Sesuai rencana malam ini rencananya Daniel akan mengak Anti keluar dengan alasan menghadiri acara makan malam bersama rekan bisnisnya.
Anti yang bahagia karena akan keluar bersama Daniel malam ini sudah berdandan secantik mungkin.
"Akhirnya aku bisa berduaan juga denganmu Niel tanpa harus diganggu oleh anak-anakmu" ucap Anti sambil bercernin.
Tanpa ia sadari dari balik pintu Daniel mendengar semua ucapannya .
Sebenarnya Daniel merasa begitu muak karena harus berpura-pura bersikap manis dihadapan Anti.
Tapi untuk keberhasilan misinya ia pun terpaksa melakukannya.
Malam itu selepas magrib mereka pun segera menuju sebuah restoran yang sudah mereka pesan.
Kayaknya malam malam bisnis mereka pun membicarakan berbagai macam hal yang bersangkutan dengan pekerjaan mereka.
Antipun mulai merasa bosan, ia pun memainkan ponselnya sambil sesekali meminum minuman yang telah ada diatas meja.
Daniel sengaja menyiapkan minuman dengan kadar alkohol tinggi agar Anti mabuk.
Benar saja setelah meminum beberapa gelas minuman itu Anti pun mulai mabuk.
Ia mulai berceloteh tidak karuan.
Daniel dan teman-temannya pun sudah menyiapkan alat perekam untuk merekam semua yang Anti ucapkan.
Karena mabuk Anti pun mulai membongkar apa yang selama ini ia lakukan terhadap Dhita.
"Kamu...kamu Niel...kamu tau gak kalau si Dhita itu udah gw buang disebuah pulau kosong, dan gw harap dia mati disana dengan dua orang anak buah gw yang gak berguna itu" celotehnya
"Loe tau kan Niel gw juga yang waktu itu dorong dia biar mati sekalian, tapi dia beruntung masih bisa selamat, ha...ha.." lanjut Anti yang sudah dalam keadaan mabuk.
__ADS_1
Karena sudah terlalu mual dengan kelakuan Anti Danielpun memerintahkan anak buahnya untuk membawa Anti kesebuah rumah yang ia siapkan untuk menyiksa AnttltT
Di rumah itu Anti letakan disebuah tempat tidur dari kayu dengan posisi kedua tangan dan kakinya yang di ikat.
Beberapa anak buah Daniel berjaga disekitar rumah itu.
Sementara itu Daniel akhirnya bisa bernafas lega karena Dhita asli sudah bisa kembali kerumah dan bisa berkumpul bersama lagi.
Malam itu Daniel pun pulang kerumah tempat Dhita berada.
Saat bertemu dengan istrinya itu Daniel memeluk Dhita dengan erat.
"Sayang jangan pernah tinggalin aku lagi, aku gak tau gimana jadinya aku kalau harus kehilangan kamu" ucap Daniel sambil memeluk Dhita.
"Iya Niel, aku juga minta maaf ya karena sering gak mau denger ucapan kamu" balas Dhita malu.
Yah .. karena kecerobohanya kemarin mengakibatkan ia harus berpisah dengan keluarga nya dan membiarkan Anti mengaku sebagai dirinya.
Akhirnya setelah sekian lama berpisah malam itu mereka bisa tidur bersama lagi.
Pagi harinya Dhitapun kembali kerumahnya dengan perasaan bahagia.
Ia pun langsung memeluk Bunda Ipeh sambil menangis.
Lalu menggendong Dika.
"Sayang Maafin mama ya, mama janji setelah ini mama gak akan pernah ninggalin kalain lagi" ucap Dhita sambil memeluk ketiga anaknya.
"Makanya sayang kalau aku ngelarang itu ya harus diturutin jangan malah nekat" sindir Daniel sambil tersenyum.
"Iya Maaf Niel, kan waktu itu aku cuma mikir gimana caranya agar anak-anak selamat" ucap Dhita dengan rasa bersalah.
"Gak apa-apa sayang, tapi lain kali jangan kaya gitu lagi ya" Daniel pun mengelus rambut Dhita lembut.
Saat sedang asik bercanda bersama mobil Andreas pun memasuki halaman kediaman Daniel.
"Sendok emas udah nyamper tuh" ucap Dhita saat melihat ketiga teman Daniel turun dari mobil.
"Sayang aku pergi dulu ya, nanti sore kita sambung lagi" Pamit Daniel sambil mengecup ujung kepala Dhita.
"Baru mau numpang sarapan udah mau langsung aja" decak Andreas.
__ADS_1
"Nanti aja sarapannya, sakarang ayo cepat kita selesaikan aku sudah muak dengan dia" ucap Daniel sambil masuk kedalam mobil.
Mereka pun meninggalkan halaman rumah Daniel dan menuju sebuah rumah yang berada jauh dari ibu kota tempat dimana Anti berada.