
HAPPY READING
Untuk menghilangkan rasa suntuknya Danielpun memesan kopi sambil beristirahat sebentar di kantin rumah sakit.
Masih terus teringat kata-kata bunda Ipeh yang menceritakan tentang perasaan Dhita saat ini hingga membuatnya sedikit stress.
Saat ia sedang termenung sambil mengaduk-aduk kopi ia di kejutkan dengan sebuah tangan yang menempel dibahunya dan tidak lama kemudian terdengar suara seorang wanita yang menyapanya.
"Kamu Daniel kan?" seorang wanita cantik kini berdiri di samping Daniel.
" Iya, kamu siapa ya?" tanya Daniel karena emang ia merasa tidak kenal dengan wanita yang baru saja menegurnya.
"Masa lupa sih sama gw" tanpa disuruh wanita itu pun duduk di depan Daniel.
"Kayanya gw juga belum pernah liat loe" ucap Daniel
"Gw temen SMA loe, kita satu kelas malah" ujar wanita itu berusaha menjelaskan.
"Temen gw banyak,mana mungkin gw inget satu-satu" jawab Daniel dingin
"Iya gw tau temen loe banyak, kita dulu lumayan dekat loh masa loe benaran lupa sih"
"Iya gw bener lupa sama loe" Daniel menyeruput kopi yang ia pesan dan sudah mulai dingin.
"Gw Anti, dulu gw duduk di paling belakang"
Oh....
"Sorry ya gw harus balik ke ruangan, takut Istri gw bangun" Daniel pun yang memang enggan melayani Anti akhirnya pamit.
Anti yang memang menaruh rasa suka pada Daniel sejak SMA merasa kesal karena setelah sekian lama tidak bertemu Daniel sekalinya bertemu sifat Daniel tidak berubah sedikitpun tetap acuh dan tidak memandangnya.
"Gw penasaran secantik apa sih istrinya" batin Anti sambil memainkan rambut yang yang ikal.
Setengah berlari Antipun mengikuti Daniel.
Daniel yang kini telah berada di depan pintu ruang perawatan Dhita nampak menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan sebelum masuk.
Cklekkkk
Ia membuka pintu perlahan ternyata Dhita sudah bangun.
"Sayang kamu udah bangun" ucap Daniel sambil mendekati Dhita.
"Iya" jawab Dhita singkat.
"Sayang gimana kondisi kamu, sudah baikan belum" Daniel mengelus pelan kepala Dhita.
Diluar dugaannya Dhita tersenyum "aku udah lebih baik kok"
"Kamu udah makan belum yank" tanya Dhita
"udah kok tadi sama Bunda" Daniel duduk disebelah Dhita lalu mengelus perut buncitnya.
__ADS_1
"Anak papa gimana kabarnya didalam sana" Daniel mendekatkan wajahnya dengan perut Dhita.
Dhita hanya tersenyum mendengar Daniel berbicara dengan calon anak mereka.
Untuk menebus rasa bersalahnya hari ini Daniel tidak berangkat ke kantor bahkan ia juga meminta para pengasuh Sheilla dan Bayu untuk membawa mereka ke rumah sakit.
Sedangkan Bunda Ipeh di minta untuk beristirahat di rumah.
Daniel sengaja tidak bilang pada Dhita jika hari ini Bayu dan Shilla akan datang.
Setelah dokter menyatakan kondisi Dhita sudah lebih baik alangkah senangnya Daniel.
Jam besuk pun tiba, Sheyla yang memang sudah sangat rindu dengan Dhita langsung masuk kedalam ruangan sambil memanggil Dhita.
"Mama Dhita....."Sheila yang memang sudah sangat rindu pada Dhita langsung naik keatas kasur.
Senyum Dhita langsung mengembang saat melihat wajah lucu Sheila dan Bayu.
"Wahh anak Mama pada kesini, kalian sama siapa ke sini" Dhita langsung celingukan seperti mencari sesuatu.
"Kamu nyariin siapa sih Yank"Daniel nampak penasaran dengan siapa yang Dhita cari
"Assisten kamu mana Yank, aku kayaknya pengen banget nyubit dia"
"Ish kamu yank, masa nyariin dia sih, ni cubit aku aja" Daniel langsung menyodorkan tangannya.
"Aku maunya tangan Andres yank, beda lah" ucap Dhita
"On Andreas udah lama gak main Mama, di rumah besar sepi Sheilla boleh ya tinggal sama Mama Dhita, janji deh Dhita sama mas Bayu gak akan bakal"
Karena kondisi kehamilan Dhita yang lemah makanya Bayu dan juga Shella untuk sementara tinggal bersama orangtua Daniel.
"Iya boleh, tapi syaratnya beneran jangan nakal ya" ucap Daniel sambil duduk di samping Dhita.
"Asikkk nanti bisa bobo sama Mama Dhita lagi"sorak Shella kegirangan.
Sementara Bayu hanya diam saja.
Daniel yang melihat sikap so cool Bayu hanya senyum-senyum saja karena ia merasa sikap Bayu tidak jauh berbeda dengan dirinya.
"Bay...Bayu gak kangen ya sama Mama" ucap Dhita sambil melihat ke arah Bayu
"Ya kangen lah Mah, tapi kan Mama sedang sakit lagi juga di sana sempit ad Sheilla dan juga Papa" jawab Bayu.
Dhita hanya tersenyum mendengar jawab Bayu.
Hari itu Dhita begitu bahagia, dapat berkumpul lagi seperti saat sebelum ia hamil dulu.
Keesokan harinya Dhita pun sudah di perbolehkan pulang.
Saat Daniel sedang mengurus administrasi ia bertemu lagi dengan Anti.
"Niel kita ketemu lagi"ucap Anti senang.
__ADS_1
"Iya, kamu lagi apa disini, siapa yang sakit?" tanya Daniel.
"Oh...aku lagi jagain adik aku yang sakit" jawab Anti.
Oh....
"Aku duluan ya, semoga adiknya cepet sembuh" Daniel pun meninggal Anti.
"Astaga masih acuh aja, tapi gw suka lebih menantang" desis Anti sambil memandang punggung Daniel yang mulia menjauh.
Setelah semuanya selesai Dhitapun kembali kerumahnya.
Bunda Ipeh yang mendapatkan kabar jika Dhita akan pulang sejak pagi sudah merapikannya semuanya dan memasak makanan kesukaan Dhita.
Tanpa terasa usia kandungan Dhita sudah masuk delapan bulan, ia pun sudah mempersiapkan segala sesuatunya.
Bayu dan Shilla nampak begitu bahagia menyambut kehadiran anggota keluarga baru mareka.
Beberapa hari ini Daniel sedikit sibuk mengurus perusahaannya yang ada sedikit masalah.
Beruntung sebelumnya ia sudah memberi pengertian kepada Dhita mengenai kondisi perusahaannya dan Dhitapun mengerti.
Hari ini Daniel memberi kabar jika ia akan pulang larut malam.
Saat dalam perjalanan pulang Daniel melihat ada tukang martabak yang masih buka, ia pun menepikan kendaraan dan membeli beberapa bungkus untuk di bawa pulang.
Saat menuju martabak pesanannya selesai ia pun membuka ponsel.
"Haiii Niel kita ketemu lagi" sapa seorang wanita yang ternyata Anti.
Yah sejak tadi sore Anti memang sengaja mengikuti Daniel dari depan kantornya.
Ia begitu penasaran dengan sosok wanita yang jadi pendamping Daniel.
"Lah kamu kok bisa ada disini?" tanya Daniel
"Kebetulan rumah aku lewat sini Niel" jawab Anti berbohong.
Oh...
hanya kata itu yang keluar dari mulut Daniel.
Beberapa saat kemudian pesanan Daniel pun selesai, ia pun segera pamit dan meninggalkan Anti yang lagi-lagi merasa kesal kepada Daniel.
"Astaga gagal lagi deketin dia" decak Anti kesal.
Begitu tiba dirumah Kedatangan Daniel disambut dengan ceria oleh Bayu, Shella dan juga Dhita yang memang penyuka martabak.
Saat sedang asik bercengkrama dengan keluarga kecilnya tiba-tiba saja ponsel Daniel berbunyi.
Seperti biasa ia pun sedikit menjauh untuk menerima telpon.
"Sayang aku pergi dulu ya tadi Andreas telp katanya kondisi anak cabang yang di Batam makin turun drastis" pamit Daniel.
__ADS_1
"Iay sayang, kamu hati-hati di jalan kan kamu juga belum istirahat" Dhita mengantar Daniel sampai ia masuk kedalam mobil.
Sebelum berangkat Daniel sempat menitipkan Dhita kepada Bunda Ipeh.