Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 50


__ADS_3

Setelah kedua anak itu tertidur dhita pun duduk santai sambil menonton televisi.


"anak-anak sudah pada tidur beib"tanya dhaniel lalu duduk disebelah dhita


"sudah"


"aku rasa sekarang waktunya aku mendengarkan pertanggung jawabanmu beib" ucap dhaniel sambil menatap wajah dhita seakan menunggu gadis itu membuka mulutnya.


"tanggung jawab apa?"tanya dhita dengan polosnya


"apa kamu gak merasa bersalah beib udah ninggalin aku sekian lama?trus sekarang kamu bertanya tanggung jawab apa"ucap dhaniel sambil memajukan wajahnya hingga hanya tinggal beberapa centi saja


"ishhh jangan terlalu dekat niel"ucap dhita sambil menjauhkan wajah Dhaniel dengan tangannya


Dhaniel pun segera memegang tangan dhita dan menahannya


"kenapa?aku bahkan ingin lebih dekat lagi hingga tidak ada jarak lagi seperti ini" tutur dhaniel kembali memajukan wajahnya hingga kini bibir mereka saling bersentuhan


wajah dhita langsung merona ketika bibir tebal dhaniel menempel dibibir tipisnya

__ADS_1


"niel jangan begini"pinta dhita sambil memalingkan wajahnya


namun dhaniel memegang dagu dhita dan sedikit mengangkatnya memaksa manik mata coklat dhita menatap mata dhaniel yang hitam legam


"kenapa?kamu takut hem.?tanya dhaniel lembut lalu menempelkan hidungnya ke hidung dhita


"a...aku...aku" dhita tak dapat melanjutkan kata-katanya entah kenapa ia menjadi grogi saat dhaniel menatapnya intens


"aku apa?"tanya dhaniel pura-pura tak mengerti kalau dhita sedang salah tingkah akibat ulahnya


"ishhh kenapa aku jadi grogi sih kan dia cuma ngeliatin doang" batin dhita


detak jantung dhita semakin tak karuan apa lagi saat dhaniel mengecup lembut bibirnya walau hanya sekilas


"niel...jangan begini nanti ada yang liat"tolak dhita saat ia mulai bisa mengendalikan dirinya.


dhita mendorong dada dhaniel agar menjauh. "baiklah beib kali ini aku mengalah" akhirnya dhaniel menjauh dan duduk disisi dhita merekapun hanya saling diam sambil menatap layar televisi.


Esok paginya suasana rumah dhaniel nampak ramai bayu merengek ingin ditemani oleh dhita kesekolah ia ingin menunjukan pada teman-temannya kalau ia pun mempunyai seorang ibu.

__ADS_1


Akhirnya Dhanielpun mengalah ia mengijinkan dhita untuk mengantar bayu kesekolah tentu saja Sheilla pun ikut.


Nampak raut bahagia diwajah bayu saat turun dari mobil ia pun menggandeng tangan bunda barunya mengajaknya untuk ikut kekelasnya.


Dhitapun mengikiti keinginan bayu yang kini sudah dianggap seperti putranya sendiri.


"miss siti kenalin ini bunda bayu"ucap anak lelaki tampan itu saat mau memasuki kelas yang memang sudah ditunggu sang guru.


"assalammualaikum saya miss siti guru Bayu" sapa sang guru tk bayu dengan ramah


"waalaikum salam saya dhita bundanya bayu" jawabku sambil mengulurkan tangan


"saya senang akhirnya bayu nampak ceria karena diantar sama bundanya" jelas sang guru dengan senyum manisnya


"memangnya biasanya bayu bagai mana miss"tanya dhita ingin tahu keseharian bayu


"biasanya kalau tiba disekolah wajahnya murung mam apa lagi kalau melihat anak-anak yang diantar sama ibunya"jelas sang guru


"maaf kalau boleh tau nona siapany bayu,kok saya baru lihat"tanya sang guru

__ADS_1


Sambil menunggu bel masuk berbunyi dhita pun berbincang-bincang dengan wali kelas bayu.


setelah bel berbunyi dhita pun pulang karena memang pihak sekolah tidak mengijinkan orang tua menunggu disekolah.orang tua hanya di ijinkan untuk mengantar dan menjemput saja.


__ADS_2