Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 80


__ADS_3

HAPPY READING


Dengan terburu-buru Daniel menuju perusahaannya.


Berhubung hari sudah lumayan larut malam jalanan lumayan sepi hingga Daniel dapat memacu mobilnya diatas kecepatan rata-rata.


Anti yang memang sudah masang alat penyadap di mobil Daniel dengan segera menuju kantor Daniel.


Ia begitu terobsesi untuk mendapatkan Daniel,rasa cintanya kepada Daniel tidak berkurang sedikit pun sejak SMA hingga saat ini


Ia tidak perduli walaupun Daniel tidak menyukainya dan bahkan Daniel sudah punya istri ia akan berusaha merebut Daniel dengan cara apapun.


Anti sudah menyuruh seseorang untuk mencari tahu siapa istri Daniel.


Tidak butuh waktu lama ia pun mendapatkan foto Istri Daniel.


"Kalo gak salah ini kan si Dhita?" gumamnya sambil menatap layar ponselnya yang terdapat foto Dhita.


"Bukannya dulu Daniel macarin dia cuma buat taruhan, kok bisa mereka malah jadi suami istri " Anti pun bermonolog sendiri.


"Ah bodo amat lah yang penting sekarang gw harus misahin mereka"


"Loe harus jadi milik gw Niel, gw gak perduli jika harus nyingkirin istri loe" Anti terus memikirkan cara untuk merebut Daniel dari Dhita.


Sementara itu dirumahnya Dhita nampak gelisah, tiba-tiba saja perasaannya tidak enak, ia pun meminta Bunda Ipeh untuk menemaninya tidur.


Pagi pun tiba, rencananya hari ini Dhita akan membeli perlengkapan bayi dengan ditemani Bunda Ipeh.


Anti yang tahu jika Dhita sedang mengandung menyuruh seseorang untuk membuntuti kemanapun Dhita pergi dan melaporkannya kepada Anti.


Begitu mobil Dhita keluar dari rumah dengan sigap orang suruhan Anti mengikutinya.


Anti yang mendapatkan laporan jika saat ini Dhita sedang berada di salah satu mall langsung menuju Mall yang dimaksud.


Begitu tiba ia pun langsung mencari keberadaan orang suruhannya.


Saat mereka bertemu orang itu pun menunjukkan jika itu yang bernama Dhita istri dari Daniel.


Anti pun mulai menyusun rencana jahat untuk mencelakai Dhita.


Setelah mendapatkan ide ia pun dengan setia menunggu adanya kesempatan untuk menjalankan rencananya.


Saat Bunda Ipeh sedang ke toilet, Antipun menjalankan rencananya, ia mendekati Dhita dan dengan sengaja menyenggol Dhita dengan kasar.


Dhita yang memang tidak siap langsung terjatuh saat Anti menabraknya dan sialnya lagi perut Dhita terbentur box baju.


Dhita pun merintih kesakitan sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.

__ADS_1


Setelah kejadian itu Antipun bergegas menjauh.


Dari kejauhan ia tersenyum puas saat melihat Dhita yang terus menangis kesakitan sambil memegangi perutnya.


Bunda Ipeh yang baru kembali dari toilet begitu terkejut saat melihat Dhita yang terduduk di lantai dengan di kerumuni beberapa orang yang berusaha menolongnya.


"Kamu kenapa Nak,baru juga Bunda tinggal ke toilet" Bunda Ipeh sangat panik apa lagi saat melihat ada darah di kaki Dhita.


Beruntung petugas Keamanan yang sedang melintas melihat kejadian itu dan segera menolong Dhita dan menelfon ambulance.


Sepanjang perjalanan ke Rumah sakit Dhita terus saja menangis menahan rasa sakit diperutnya.


Wajahnya terlihat sangat pucat.


"Bunda sakit, Dhita gak kuat Bun" rintih Dhita dengan suara yang mulai terdengar pelan.


"Sayang dengar Bunda kamu jangan sampe tidur Nak, Dhita bangun sayang..." Bunda Ipeh sangat panik saat melihat mata Dhita perlahan mulai terpejam.


Ia berusaha membuat Dhita agar tidak tertidur namun semua usahanya sia-sia.


Dhita yang kini sudah berada dialam bawah sadarnya.


Bunda Ipeh terus saja menepuk-nepuk pipi Dhita namun mata Dhita masih saja terpejam.


Air matanya mengalir, ia berdoa dalam hati untuk keselamatan putri dan juga calon cucu dalam kandungan Dhita.


Akhirnya anak dalam kandungan Dhitapun harus segera dikeluarkan melalui operasi sesar.


Bunda Ipeh yang tau jika Daniel kini sedang dalam masalah antara tega tidak tega untuk memberi tahu kondisi Dhita, namun biar bagaimanapun Daniel harus tau karena ia suaminya.


Dengan ragu Bunda Ipeh medial nomor Daniel dari ponsel Dhita.


Tutttttt


Terdengar nada sabung dari seberang sana dan beberapa saat kemudian terdengar suara Daniel.


"Hallo assalamualaikum sayang..." ucap Daniel dari seberang sana


Bunda Ipeh masih saja diam, mulutnya seakan tidak bisa berbicara.


Hingga akhir ia pun dapat mengatakan hal yang sebenarnya terjadi pada Daniel.


Begitu mendapatkan telpon dari Bunda Ipeh, Daniel langsung meninggalkan pekerjaannya dan menuju rumah sakit.


Begitu tiba disana ia melihat Bunda Ipeh yang sedang menunggu sambil menangis.


Ia pun menghampiri Bunda Ipeh dan memeluknya.

__ADS_1


"udah Bun jangan nangis lagi, kita berdoa sama-sama ya semoga Dhita dan anakku tidak apa-apa" ucap Daniel lembut.


Bunda Ipeh merasa begitu bersalah karena meninggalkan Dhita sendirian.


Setelah mendengarkan cerita dari Bunda Ipeh Daniel pun segera menelpon Andreas untuk mencari tahu kejadian yang sebenarnya.


Daniel merasa ada yang jangal dengan kejadian yg menimpa Dhita.


Setelah lama menunggu akhirnya dokter pun keluar dari ruang operasi dengan wajah penuh keringat.


Daniel pun langsung menghampiri sang dokter dan menanyakan kondisi Dhita dan anaknya.


dokterpun menjelaskan sedetail mungkin tentang kondisi Dhita dan anak dalam kandungannya.


Hati Daniel sedikit lega saat tahu jika anaknya telah lahir dan dalam kondisi sehat.


Namun tidak dengan kondisi Dhita, saat ini Dhita harus dirawat di ruangan ICU karena ia mengalami koma.


Daniel mengusap kasar wajahnya, ia terlihat begitu lelah harus mengurus perusahaannya yang sedang dalam masalah juga kondisi istrinya yang kini sedang kritis.


Ada rasa tidak tega setiap melihat Daniel termenung, Bunda Ipeh pun mencoba untuk menghiburnya.


Malam itu Daniel tidak dapat tidur ia begitu khawatir dengan kondisi Dhita yang masih terbaring di ruang ICU.


Dengan sangat terpaksa Daniel pun harus berangkat keperusahan karena ada beberapa hal yang harus ia urus.


Begitu tiba di kantor ia pun beristirahat sebentar sebelum meeting dimulai.


Rapat pemegang saham berjalan begitu alot, ada sebagian yang ingin menjual sahamnya karena tidak ingin rugi sebelum perusahaan ini benar-benar bangkrut.


Masih beruntung ada beberapa pemegang saham besar tidak ikut menarik saham sehingga Daniel masih punya semangat untuk bangkit.


Berkali-kali ia melihat ponselnya menunggu kabar baik dari rumah sakit tentang kondisi istrinya.


Namun hingga sore kabar itu tidak kunjung juga datang.


Setelah beberapa urusannya selesai Daniel pun segera menuju rumah sakit.


Begitu tiba di rumah sakit ia langsung menuju ruangan bayi untuk melihat kondisi anaknya yang telah lahir tadi malam.


Ia begitu bahagia saat melihat putra nya tertidur di box bayinya.


Setelah puas melihat anaknya ia kembali kerumah ICU.


Saat melihat Bunda Ipeh yang sudah sangat lelah ia pun meminta Bunda Ipeh untuk pulang dan beristirahat.


Awalnya Bunda Ipeh menolak namun karena Daniel memaksa akhirnya Bunda Ipehpun pulang juga.

__ADS_1


__ADS_2