Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 73


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Belajar dari pengalaman yang sudah-sudah Dhita dan Dhanielpun mempercepat pernikahan mereka.


Akad Nikah akan dilaksanakan pada hari minggu, itu artinya hanya tinggal 3 hari lagi.


Walaupun hanya sekedar akad Nikah saja dan selametan yang akan dihadiri oleh kedua keluarga dan tetangga dekat sekitar rumah Dhita saja namun mereka setuju untuk membuat acara adat.


Bunda Ipeh yang notabennya orang betawi dan alm. ayah Dhita yang asli Solo serta keluarga Dhaniel yang asli orang jawa tulen.


Merekapun sepakat untuk memakai adat betawi ada acara palang pintu dan sebagainya namun acara hanya dibatasi dari jam 10 sampai jam 4 saja mengingat kondisi Dhita yang baru pulih.


Dua hari sebelum hari H, rumah Dhita sudah ramai dan tendapun sudah dipasang.


Sore itu Dhita duduk santai didepan rumahnya ditemani Bunda Ipeh sambil menikmati teh hangat ada juga cireng yang masih hangat dengan bumbu rujak.


"Bun mudah-mudahan acaranya berjalan lancar ya" tutur Dhita membuka pembicaraan


"mudah-mudahan ya neng,kamu juga jangan keluar rumah ya" Bunda Ipeh mengingatkan kembali Dhita


"Iya Bun,Dhita dirumah aja,Dhita juga gak mau masuk rumah sakit lagi kasian Dhaniel"ucap Dhita sambil menunduk sedih


"Sudah lah Neng yang udah lewat biarin aja cukup jadi pelajaran buat kedepannya,dan anggap saja itu ujian buat Dhaniel dan kamu jadi semakin tahu sebarapa besar dan seriusnya Dhaniel"tutur Bunda Ipeh yang kini dengan nada serius


Dhita pun tersenyum mendengar ucapan Bunda.


Dhaniel memang sengaja untuk beberapa hari ini memisahkan Dhita dengan kedua anaknya sampai hari pernikahan mereka tiba.


"Bun gak sabar deh nunggu hari minggu,setelah banyak rintangan akhirnya aku bisa bersama dengan Dhaniel"ucap Dhita

__ADS_1


"iya Neng Bunda juga seneng tp Bunda belum bisa tenang kl belum liat kamu Ijab Qubul "


"iya Dhita tau Bun,Dhita janji deh gak akan kemana-mana sampai sah jadi istrinya Dhaniel" Dhita tersenyum sambil memandang wajah Bundanya.


Sementara itu dikediaman Dhaniel semua keluarga dekat Dhaniel mulai berdatangan.


Rumah besar yang tadinya selalu sepi kini ramai bukan hanya oleh para pelayan melainkan oleh kedatangan sanak saudara dari orang tua Dhaniel.


"kak Ayu Sheilla angen ama mama,ayo keana"rengek si cantik Sheilla


"gak boleh Dek,nanti hari minggu baru kita ketemu ama mami"jelas Bayu


"ayo kita main aja sama yang lain" Bayu menarik tangan Sheilla menuju taman belakang.


Disana ada banyak anak-anak saudara dari Bayu sedang asik bermain didampingi para pengasuhnya.


Didalam kamar Dhaniel nampak termenung sambil senyum-senyum sendiri.


"kenapa aku bisa sampai cinta mati ya sama kamu beib,kalau dipikir banyak yg lebih cantik dari kamu yang mengejarku tapi kenapa aku tak bisa berpaling dari kamu ya beib" batin Dhaniel sambil menatap sebuah foto usang.


Sebuah foto yang diambil saat mereka masih berseragam putih abu-abu.


Foto yang diambil secara diam-diam oleh Dhaniel saat Dhita tersenyum.


"gadis kutub,aku bener-benar mati gaya karena mu"guman Dhaniel tersenyum sambil menyentil foto yang dipegangnya.


"woiii yang mau nikah udah kaya anak perawan ngerem dikamar" sebuah suara yang tak diundang membuyarkan lamunan Dhaniel


"sopan dikit napa,masuk kamar orang gak ngasih salam"protes Dhaniel pada Andreas sang asisten sekaligus sahabatnya.

__ADS_1


"gw udah ngasih salam,ketok pintu loe nya aja yang keasikan ngelamun"jawab Andreas yang langsung duduk disebelah Dhaniel


"ngelamunin apa sih"tanya Andreas sambil berusaha mengintip selembar foto yang ada di genggaman Dhaniel.


"kepo banget sih loe"umpat Dhaniel sambil menyembunyikan foto Dhita


"ha...ha...gak usah diumpetin juga gw tau tuh foto siapa"


"kalau tau ngapain nanya"


"ihhh judes banget sih loe kaya cewe kalo lagi pms"ejek Andreas


"ihhh loe mah ganggu aja sih,sana keluar ah" usir Dhaniel sambil melempar sebuah bantal dan mendarat pas mengenai wajah Andreas.


"gw gak akan keluar,gw mau tidur disini cape punya bos yang egois"jawab Andreas tanpa melihat wajah Dhaniel yang sudah sedikit berubah menahan kesal.


"pisss damai"Andreas pun tersenyum begitu melihat wajah Dhaniel yang sedang menatapnya sambil bersiap melemparkan sebuah bantal lagi kearah sahabatnya itu.


"udah ahhh gw numpang tidur sebentar"tanpa menunggu jawaban dari yang punya kamar Andreas langsung merebahkan diri diatas kasur Dhaniel dan tak butuh waktu lama ia pun terlelap kedalam alam mimpi.


Dhaniel hanya tersenyum melihat sahabatnya yang terlelap karena kelelahan.


Haii para reader terima kasih sudah mampir di karyaku


Author mohon maaf karena masih banyak typo. jangan lupa tap tombol 👍sebagai dukungan buat author


Salam Maniel


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2