
Happy Reading
Tiga hari sudah Dhaniel meninggalkan aku dirumah megah ini rasa bosan dan jenuh membuatku semakin berpikir untuk melarikan diri dari tempat ini.
Namun penjagaan yang ketat membuatku kesulitan untuk mencari celah untuk kabur semua penjaga selalu terlihat waspada setiap aku bergerak keluar dari pintu mata mereka sudah siaga mengikuti pergerakanku belum lagi pelayan yang selalu mengikutiku ah...semakin membuat aku merasa seperti tawanan padahal seorang tahananpun tidak selalu dijaga seperti ini.
hanya didalam kamar ini saja aku merasa tak di ikuti dan diawasi aku pun memperhatikan situasi sekitar dari balkon kamar yang aku tempati dari sini aku dapat melihat para penjaga didepan gerbang dan beberapa penjaga disekitar pagar
akhirnya aku pun merasa putus asa aku pun mengambil ponselku dan membuka sosmed yang beberapa hari ini tak aku buka
aku mulai mengerti kenapa dia meninggalkanku disini ternyata ia sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Hesti
dadaku seketika itu juga merasa sesak aku tak dapat membendung lagi air mataku yang mengalir dengan deras "kecewa"itu sudah pasti.
"aku tidak boleh pasrah seperti ini aku harus bisa melarikan diri dari tempat ini" tekadku sudah bulat aku akan berusaha mencari jalan agar bisa keluar minimal keluar dari area rumah ini dulu.
Sorenya aku pun berjalan mengitari rumah megah ini meneliti setiap sudut namun aku merasa penjagaan terlalu ketat tapi aku tak boleh patah semangat aku memperhatikan sebuah pohon mangga yang hampir dekat dengan tembok dan posisinya pun tak jauh dari kamar yang aku tempati dan berada agak jauh dari penjaga depan gerbang dan pintu samping namun aku tak tahu ada apa dibalik tembok itu.
aku harus bisa keluar dari kamar tanpa dilihat oleh pelayan dan penjaga dalam pikiranku hanya satu yaitu melalui jendela atau balkon tetapi jarak antara balkon dan tanah lumayan jauh tak mungkin jika aku melompat bisa patah tulang kakiku sejenak aku pun berpikir dan membuka lemari siapa tau ada yang bisa kupakai untuk turun.
Mataku tertuju pada tumpukan seprei akhirnya aku pun mengikat ujung seprei yang satu dengan seprei lainya hingga kurasa cukup panjang untuk kujadikan tali untuk turun.
setelah semua kurasa siap aku pun menyimpannya kembali dengan rapi didalam lemari menunggu waktu yang pas untukku melarikan diri.
aku pun membaringkan tubuhku diatas kasur dan berusaha setenang mungkin agar tak ada yang curiga.
Menjelang subuh aku pun segera menjalankan rencanaku setelah berhasil turun dari balkon kamar aku pun segera menaiki pohon mangga dan menyeberangi tembok
hup...aku pun mendarat dengan sempurna dibalik tembok.
aku pun berlari menjauhi rumah itu dan mencari jalan setelah kurasa sudah jauh dari rumah Dhaniel aku pun beristirahat sebentar untuk memakai sepatu kets yang dari tadi ku pegang .
__ADS_1
setelah berada di jalan yang lumayan besar aku pun bertanya pada orang yang lewat nama tempat dimana aku berada sekarang.
Aku pun beristirahat disebuah warung pinggir jalan untuk sekedar mengganjal perutku.
Kulihat jam dipergelangan tanganku sudah menunjukan pukul 7 dan aku yakin pasti dirumah itu sudah ramai mencariku dan aku merasa bruntung karena sudah berada jauh dari rumah itu dan tujuanku sekarang adalah terminal.
Sesampainya di terminal aku pun menaiki bus jurusan kota "B" dan aku pun mengirimi Rivan chat agar dijemput diterninal nanti
yah...sekarang hanya Rivan yang bisa aku harapkan bisa membantuku.
sudah menunggu sekian lama namun bus yang aku naiki tak kunjung berangkat juga sampai pada akhirnya beberapa orang berseragam yang serupa dengan yang dirumah Dhaniel pun menaiki bus dan mengecek satu per satu penumpang.
aku pun berusaha menyembunyikan wajahku dengan menggerai rambutku agar menutupi wajahku dan berharap mereka tidak mengenaliku
Dek...dek...
dadaku berdetak sangat cepat
"nona bisa aku lihat wajah anda" ucap penjaga itu berusaha meraih wajahku, aku pun berusaha menjauhkan wajahku agar pengawal itu tak melihat wajahku namun sialnya ternyata ia membawa foto wajahku yang disimpan di ponselnya
"nona kami mohon sekarang ikut kami kembali"pinta penjaga itu
aku pun berusaha menolak dengan menyangkal kalau aku bukanlah orang yang mereka cari,namun penjaga itu tak percaya ia menarik tanganku agar segera turun dari bus
akhirnya aku pun pasrah kerana tak ingin membuat keributan didalam bus itu.
dengan langkah gontai aku mengikuti pengawal didepanku sempat terbesit dalam pikiranku untuk lari saja namun para penjaga itu seakan tahu dengan apa yang aku pikirkan saat ini beberapa pengawal langsung menghimpit sisi kiri dan kanan ku
akhirnya aku pun kembali kerumah ini dan sekarang penjagaan semakin diperketat sekarang nampak dua bodyguard didepan pintu kamarku dan dua lagi di bawah balkon kamarku dan pohon mangga yang kupakai untuk memanjatpun sudah ditebang habis sampai ke ujungnya.
Sementara itu dikediamannya Dhaniel nampak menahan amarah ketika ia mendapat kabar kalau Nandhita berhasil melarikan diri, ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari sampai ketemu dan membawanya kembali.
__ADS_1
Sebenarnya ia ingin sekali kesana dan menghukum Dhita karena selalu membuatnya khawatir namun kesibukannya membuatnya menahan semua rasa yang kini telah tercampur aduk antara kesal,rindu dan kecewa karena Dhita, yah...hanya gadis ini lah yang bisa membuat moodnya seketika membaik dan dengan cepat pula memburuk.
ia pun tak dapat lagi menahan perasaan yang kini telah bergejolak di dalam dadanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi disana bagaimana bisa gadis itu melarikan diri padahal penjagaan disana sudah cukup ketat.
akhirnya ia pun menghubungi Andreas untuk meminta sahabatnya itu untuk menemaninya ketempat Dhita kini berada.
"loe kanapa bro, muka loe gak enak banget buat diliat udah kaya baju belom digosok" ucap Andreas menggoda Dhaniel
"hebat banget ya si Dhita bisa bikin loe ngejar-ngejar dia,padahal kalo dipikir dia mah lewat ama semua cewe yang ngejar-ngejar loe" ucap Andreas yang ditanggapi hanya dengan senyuman oleh Dhaniel
"Dre kalo loe udah nemu sama orang yang pas buat loe gw yakin loe juga bakal bucin dan protektif ama cewe yang loe sayang" ucap Dhaniel sambil matanya terus menatap kedepan
"tapi gw aneh ama loe niel emang loe udah apa'in sih dia sampe loe gak mau ngelepas dia,padahalkan Hesti jauh lebih montok,seksi kok loe malah bisa-bisanya cinta mati ama Dhita" tanya Andreas penasaran
"justru itu Dre dia itu susah buat diapa-apain makanya gw suka,gak kaya yang laen pas tau siapa gw dengan senang hati menawarkan dirinya buat gw dan gw gak butuh yang kaya gitu ndre"
Andreas yang mendengar ucapan Dhaniel hanya tersenyum lalu kembali fokus pada jalan didepannya,ia memacu mobilnya dengan kecepatan maxsimal agar segera tiba ditempat yang dituju agar sahabatnya itu bisa kembali tenang.
setelah menempuh perjalanan dua jam lebih akhirnya mobil Dhanielpun memasuki pekarangan rumah tempat Dhita berada
Dengan langkah yang tergesa-gesa ia memasuki rumah itu dan menaiki tangga menuju kamar Dhita.
Nampak semua penjaga dan pelayan membungkuk memberi hormat saat Dhaniel melewati mereka
ceklek
ia pun membuka pintu kamar Dhita dan melihat gadis itu sedang meringkuk dengan ditutupi selimut tebal, ia pun menghampirinya dan duduk disisi ranjang memandang gadisnya yang kini sedang terlelap.
ia pun mengelus pipi mulus Dhita dan memberinya sebuah kecupan
kini perasaanya mulai sedikit tenang ia pun keluar dari kamar Dhita dan menemui Andreas yang kini sedang merebahkan diri disofa ruang tamu
__ADS_1