
Setelah kondisi Dhita membaik Dhaniel pun membawa Dhita kembali ke kota dan mengantarnya kembali kerumahnya.
Nampak raut bahagia di wajah Bunda ipeh saat putri sulungnya kembali kerumaha ia memeluk Dhita sangat erat seakan enggan berpisah lagi
sementara itu sang adik Niken hanya memasang wajah datar saat sang kaka kembali kerumah
"gimana kak tinggal dikampung enak gak?" tanya Niken sambil duduk disebelah Dhaniel
"biasa aja ken gak ada bedanya"jawabku santai sambil menyandarkan tubuhku disofa
"kak Dhaniel kapan mau nikah sama kak Dhita" tanya Niken to the point
"sabar dong ken,gak sabar ya pengen buru-buru jadi adik ipar kaka" ucap Dhaniel sambil mengelus lembut rambut Niken
"ishhh pede banget siapa yang mau nikah ama kamu"jawabku ketus
"kok kak Dhita ngomongnya gitu sih,emangnya kaka gak mau apa nikah sama kak Dhaniel"protes Niken
"gak pengen,kamu aja yang nikah ama Dhaniel"
"kalo kak Dhaniel mau aku juga mau tapi sayangnya kak Dhaniel maunya ama kaka" ucap Niken sambil memajukan sedikit bibirnya
"Tha..mulai besok kamu gak usah kerja lagi semua biaya keperluan kamu,Niken dan Bunda aku yang nanggung" ucap Dhaniel
"idih mana bisa kaya gitu, pokoknya aku mau kerja" tolakku
"aku gak ijinin pokoknya mulai besok kamu dirumah aja dan aku akan ngirim 6 orang pengawal buat stay disini" tegasnya
"hello tuan muda apa anda sadar dengan yang barusan anda uncapkan?" Dhita mulai tersulut emosi
ia menolak semua keinginan Dhaniel dengan alasan bahwa saat ini antara dia dan Dhaniel belum ada ikatan yang sah jadi Dhaniel tak mempunyai hak apa pun untuk mengatur hidupnya
Namun Dhaniel tidak berpikir seperti itu,menurutnya Dhita itu sudah menjadi miliknya jadi ia berhak mengatur apa pun yang bersangkutan dengan dirinya.
Benar saja esok paginya ketika ia hendak berangkat ke mini market tempatnya bekerja ia dihadang dengan dua orang pria berbadan tegap mereka tidak mengijinkannya keluar dari rumah.
"Dhaaaaniellll" teriak Dhita sekencang-kencangnya dari dalam kamar.
dengan kasar ia menjatuhkan dirinya diatas kasur lalu ia mengambil ponselnya
__ADS_1
"dasar pria arogan mau menang sendiri memangnya siapa kamu bisa-bisanya ngatur hidup aku"
"antara kita tuh udah gak ada hubungan apa-apa dan perlu kamu ingat status kamu tuh suaminya Hesti"
dhita mengirimi Dhaniel chat yang sudah bercentang biru bertanda sudah dibaca oleh yang menerima.
sementara itu dikantor Dhaniel ia hanya tersenyum membaca chat yang dikirim Dhita
ia tahu kalau saat ini gadisnya itu pasti sedang memaki dirinya.
"sayang biarpun kamu menolakku berkali-kali aku gak akan melepaskanmu,biarpun sekarang status aku suami orang tetapi yang ada dalam hatiku cuma kamu seorang" balas Dhaniel
"ish ni orang beneran gak tau malu banget sih jadi cowo" gumam dhita sambil melempar ponselnya ke kasur
tak lama kemudian ponselnya berbunyi ia lihat Dhaniel menelfonnya
Dhita pun mengacuhkannya. ia pun turun lagi kebawah mencoba berbicara dengan dua orang yang berjaga didepan pintunya namun hasilnya tetap sama mereka tak mengijinkannya keluar rumah.
berbeda dengan Niken dan Bunda mereka tetap bebas keluar masuk rumah,pergi kemana saja tak ada yang menghalanginya.
"hei...tuan kenapa adik dan bundaku kamu perbolehkan keluar sedangkan aku tidak" protesku pada salah seorang penjaga depan rumahku.
"hei mana boleh begitu kalau aku gak boleh berarti mereka juga gak boleh dong"
"maaf nona untuk hal itu nona bisa tanyakan langsung pada tuan muda" jawab penjaga
"ihhh nyebelin banget sih " dumelku sambil kembali ke kamarku
"hei Dhaniel kenapa bunda dan Niken gak ikutan dikurung juga,kenapa cuma aku doang yang gak boleh keluar" protesku pada Dhaniel melalui wa
Dhaniel "sabar ya beib nanti sore aku
mampir kerumah mu sekalian aku
mau jelasin semuanya" balas
Dhaniel
me...."gak usah kerumah aku lagi males lliat
__ADS_1
kamu"
Dhaniel " jangan gitu dong aku kan kangen
juga sama kamu "
aku pun malas untuk membalas chat dhaniel kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur aku pun mulai berpikir mencari cara agar aku dapat menjauh dari Dhaniel
akhirnya aku pun memutuskan untuk pergi dari rumah dan tujuanku adalah sebuah kota di pulau "S" aku pun menyusun rencana untuk kepergianku nanti.
ku cek saldo tabunganku melalui m-banking jumlahnya lumayan cukup untuk ongkos dan hidup disana beberapa bulan.
aku pun memasukan berkas-berkas yang akan kupakai untuk melamar pekerjaan disana kumasukan dalam ranselku.
lalu bagai mana caranya agar aku bisa keluar dari rumah apa lagi kalau harus membawa tas ransel.
mungkin aku akan meminta bantuan temanku untuk datang kerumah dan membawakan tasku.
Esoknya aku menghubungi Lily sahabatku waktu dulu dikampus aku pun menceritakan semuanya dan meminta bantuannya.
Lily pun menyamggupi. sepulang dari kampus ia langsung kerumahku ia sengaja membawa tas ransel yang sama denganku agar penjaga tak menaruh curigainya.
sekarang tinggal bagaimana caranya agar aku bisa pergi dari rumah.
Dhaniel menghubungiku ia bilang untuk beberapa hari ia akan pergi keluar negri utuk urusan bisnis.
ini kesempatan ku untuk pergi dari rumah,biar lah untuk sementara aku harus berpisah lagi dengan bunda dan Niken aku yakin mereka akan baik-baik saja tanpa aku.
entah memang hari ini dewi fortuna sedang membantuku atau memang sudah saatnya aku pergi dari Dhaniel saat itu para penjaga kebetulan sedang tidak ada ditempatnya masing-masing aku pun berlari secepat mungkin keluar dari rumah dan menuju jalan raya menuju rumah lily dan kebetulan juga ia sedang tidak kuliah.setibanya dirumah lily aku pun segera menuju tempat pembelian tiket bus antar propinsi dan kebetulan keberangkatan hari ini masih ada.
Dengan berurai air mata lily melepas kepergianku saat bus mulai melaju dan keluar dari poolnya.
tanpa terasa air mata yang sedari tadi kutahan kini meluncur juga
mungkin penumpang disebelahku ingin bertanya kenapa aku menangis namun tak berani jadi ia hanya menatap ke arahku sebentar lalu menatap kembali kedepan.
Saat sudah diatas kapal untuk menyeberang ke pulau "S" aku mengirim chat kepada Niken
"Dek tolong bilangin sama bunda kaka minta maaf kalau kaka belum bisa membuat Niken dan Bunda bahagia,saat ini kaka pergi dari rumah karena kaka gak mau jadi pengrusak rumah tangga orang,Niken tahu kan kalo Dhaniel sudah berkeluarga ,tolong bilang sama bunda kaka baik-baik saja gak perlu khawatir tolong jagain Bunda ya Dek ,suatu saat kaka pasti kembali " itulah isi chat terakhirku dengan Niken
__ADS_1
setelah menulis chat buat Niken aku pun segera menon aktifkan nomor yang biasa aku gunakan agar tidak ada yang bisa melacak keberadaanku.