
Haiii para reader author mohon maaf kerena beberapa hari ini gak bisa up karena kesibukan RL buat kalian semuan happy reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hari pernikahan Dhita tinggal beberapa hari lagi semua sudah beres hanya tinggal menyiapkan mental saja.
Raut bahagia terpancar jelas di wajah tampan Dhaniel bagai mana tidak gadis yang sudah bertahun-tahun dikejarnya dengan berbagai rintangan akhirnya berhasil ia taklukkan hanya tinggal menunggu hari maka seutuhnya Dhita akan menjadi miliknya.
Hari itu rencananya Dhita ingin berbelanja kebutuhannya serta membeli beberapa cemilan buat dirinya dan juga kedua anaknya.
Ia pun pamit pergi kemini market yang kebetulan berada tak jauh dari gerbang perumahan yang ia tempati.
Dhita menolak saat supir pribadinya ingin mengantarnya karena dekat ia pun hanya mengendarai sepeda motor milik satpamnya.
Setibanya di mini market ia pun langsung mengambil apa yang ia perlukan dan segera membayarnya dikasir.
Saat Dhita hendak keluar dari area parkir Dhita melihat seorang anak kecil yang tiba-tiba berlari ketengah jalan raya.
Ia pun mengurungkan niatnya untuk langsung pulang,ia pun kembali turun dari motornya hendak mengambil anak kecil yang berada ditengah jalan itu bermaksud membawanya ketepi.
Namun sebuah kejadian yang tak terduga pun terjadi saat Dhita hendak menggendong anak tersebut tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi menghantam tubuh Dhita hingga tubuh Dhita terpental beberapa meter sebelum menyentuh aspal.
__ADS_1
Darah segar mengalir dari kepala Dhita,orang-orang yang melihat kejadian tersebut langsung menolong Dhita dan membawanya ke klinik terdekat namun karena luka yang dialami Dhita lumayan parah dr merujuknya kerumah sakit besar.
Beruntung saat kejadian ada yang mengenali Dhita,dengan tergesa-gesa ART itu menghampiri satpam rumah Dhaniel dan memberitahu kejadiaan naas yang dialami oleh nona muda mereka.
Tanpa menunggu lagi satpam itu langsung menghubungi Dhaniel untuk memberitahu kabar duka yang menimpa calon istri tuan muda mereka.
Dhaniel yang menerima kabar Dhita kecelakaan seketika itu juga langsung menuju kerumah sakit dimana Dhita dibawa saat kejadian tadi.
Dengan kecepatan penuh ia melajukan mobilnya tanpa memikirkan pengguna jalan lain yang memakinya.
Dengan langkah yang terburu-buru ia menuju IGD disana sudah ada Niken dan Bunda Ipeh yang sedang menangis.
"masih kritis Niel,kita banyak berdoa ya semoga Dhita bisa melewatinya" ucap Bunda Ipeh sambil terisak
Seorang suster keluar dari dalam ruangan neminta salah satu anggota keluarga dari Dhita menemui dokter.
Berhubung Bunda Ipeh tak kuat akhirnya Dhaniel yang mewakilkan menemui dokter.
Setelah berada diruangan dokter Samsul,sang dokter menjelaskan kondisi Dhita.
Karena ada pendarahan di kepala terpaksa Dhita harus dioperasi,dengan berat hati Dhaniel menandatangani surat persetujuan operasi.
__ADS_1
Dengan langkah gontai ia keluar dari runganan dokter Samsul kembali menemui Bunda Ipeh
"Bagaimana nak apa kata dokter?"tanya Bunda Ipeh yang penasaran melihat raut sedih diwajah Dhaniel
Dhaniel mengusap kasar wajah tampannya dengan kedua tangannya,ia berusaha menyembunyikan kesedihannya namun tidak bisa, Bunda Ipeh yang sedari tadi memperhatikan Dhaniel hanya menunggu dengan sabar apa yang akan dikatakan oleh calon menantunya itu.
"apa kata dokter Niel" tanya Bunda untuk yang kedua kali
"ada pendarahan dikepala Dhita Bun,ia harus dioperasi secepatnya" jawab Dhaniel sambil menarik nafas dalam dan menghembuskannya.
"apakah sesulit ini untuk menjadikanmu milikku seutuhnya Dhita,entah untuk keberapa kali aku hampir kehilanganmu,aku akan selalu bersabar menunggu mu jika memang Tuhan merasa waktu yang telah kulewati untuk menunggumu masih kurang lama,apakah memang harus sesulit ini untuk memilikimu" keluh Dhaniel dalam hati.
Tanpa ia sadari butiran bening mengalir dari sudut matanya,Bunda Ipeh yang melihat Dhaniel menangis memeluknya erat lalu mengelus lembut punggung pria tegap itu dengan lembut mencoba memberikan ketenangan.
Tak lama kemudian pintu UGD terbuka dan nampaklah beberap perawat mendorong sebuah belankar yang diatasnya berisi tubuh Dhita menuju ruang operasi.
Dhaniel,Niken dan Bunda mengikuti perawat yang membawa tubuh Dhita menuju ruang operasi.
Begitu blankar yang membawa tubuh Dhita masuk pintu langsung ditutup dan tak lama kemudian lampu diatas pintu kamar operasi menyala berwarna merah bertanda operasi sedang berlangsung.
Sementara itu diluar ruang operasi nampak wajah-wajah cemas meraka berharap agar semua ini cepat berlalu.
__ADS_1