
SELAMAT MEMBACA
Anti yang kesal karena rencananya gagal kini harus memutar otak kembali mencari cara agar dapat menyingkirkan Dhita.
"Sial sekali aku, kenapa sih semua rencana aku selalu gagal" ucap Anti sambil melempar remot tv hingga hancur.
"Dhita kenapa kamu selalu saja beruntung, padahal kamu itu tidak cantik tapi kenapa Daniel bisa begitu tergila-gila padamu" maki Anti pada Foto Dhita yang dikirim oleh salah satu anak buahnya.
"Nikmati saja kebahagiaan kamu selagi kamu masih bisa Tha, karena sebentar lagi aku pasti kan kamu tidak akan pernah lagi merasakan kebahagiaan itu" ucap Anti penuh dendam.
Sementara itu Daniel nampak begitu bahagia dan sedikit lega karena hari ini ia berhasil menjauhkan Dhita dari sebuah bahaya.
Dhita datang dengan beberapa kue yang baru saja ia buat.
"Sayang cobain dong kue buatan aku" Dhita menaruh sepotong kue di piring kecil lalu memotongnya sedikit dan menyuapkannya keDanil yang dari tadi sudah membuka mulutnya lebar-lebar.
"Enak Yank" Daniel tersenyum melihat Dhita.
Tidak lama kemudian Nayla memanggil pengasuh Dika.
"Sini mbak biar saya aja yang gendong, mbaknya istirahat aja" titah Dhita sambil mengambil Dika dan menggendongnya.
Tidak lama kemudian Bayu dan Sheila ikut bergabung bersama mereka dan menikmati kue buatan Dhita.
Saat mereka sedang tertawa bahagia seseorang mengambil foto kebersamaan mereka dan mengirimkannya kepada Anti.
Anti yang sedang kesal langsung melemparkan ponsel kesembarangan arah hingga pecah berserakan.
"Aku sudah tidak sabar ingin segera menghancurkan mu Tha" ucap Anti geram.
Anti yang mempunyai orang dalam dengan mudah mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Dhita Setiap hari ini.
Dari pagi hingga malam hari.
Hari ini rencananya Dhita akan hadir di sekolah Bayu dan Sheila untuk mengambil raport keduanya.
Anti yang sudah tau jika saat ini Dhita akan keluar rumah sudah bersiap sejak subuh tidak jauh dari kediaman Dhita.
Ia dan juga beberapa anak buahnya nampak memantau kediaman Daniel.
Jam 7 lewat sebuah mobil sedan hitam keluar dari rumah besar itu, Anti hapal betul jika itu adalah mobil Daniel.
Selang satu jam sebuah mobil keluar lagi dari kediaman Danial.
Anti pun langsung meminta anak buahnya untuk mengikuti mobil yang baru saja keluar.
__ADS_1
Danial yang mendapatkan laporan jika sebuah mobil minibus hitam sedang mengikuti mobil yang didalamnya ternyata Pian dan Pico yang sedang menyamar.
Dugaan Daniel ternyata tepat sebab ia tau jika Anti sedang mengincar istrinya.
Tadi malam ia menghubungi Pian dan Pico memberi tahu jika ada beberapa orang yang selalu berada tidak jauh dari rumah.
Pian dan Pico pun segera datang kerumah Daniel dan menyusun rencana mengecoh orang-orang itu.
Sejak kejadian beberapa bulan lalu di kafe Daniel selalu mengajak Dhita saat berdiskusi rencana mereka, dan sejak saat itu juga Dhita selalu menurut apa yang Daniel perintahkan.
Ia tau semua Daniel lakukan demi dirinya dan juga anak-anak mereka.
Mobil Dhita pun segera meluncur keluar rumah setelah dipastikan tidak ada lagi yang menguntitnya.
Jam 10 kurang Dhitapun tiba di sekolah Bayu dan Sheila.
Setelah beberapa acara akhirnya pembagian raport pun dimulai.
Sementara itu orang suruhan Anti yang berada di kediaman Daniel segera memberi kabar kepada Anti jika mobil yang meraka ikuti salah karena baru saja ia melihat Nyonya nya keluar rumah.
Anti pun merasa tambah geram saat mengetahui jika yang ia ikuti adalah kedua sahabatnya Daniel.
"Sial kenapa bisa salah informasi sih, kalian jangan hanya ingin uangnya saja tapi kerja tidak ada yang benar" maki Anti pada mata-mata yang ia masukan dalam rumah Daniel.
"Maaf nyonya, tadi malam saya tidak melihat kedua teman tuan Daniel datang" ucap orang suruhan Anti dengan suara sekecil mungkin agar tidak ada yang mendengar.
Ia pun segera menghubungi Pico dan Pian lalu mengirim gambar yang ia ambil.
"Pian tolong loe selidikin pelan yang tadi gw kirim, seingat gw pelayan itu baru masuk belum lama" ucap Daniel menjelaskan.
"Siap bos, secepatnya" jawab Pian dari seberang sana sambil tertawa.
Sementara itu Dhita sudah selesai dan segera ingin kembali ke mobilnya.
Tiba-tiba saja ponselnya berbunyi, ia pun segera mengeluarkan ponselnya.
Saat melihat nama Daniel tertera di layar ponselnya dengan segera Dhita menggeser tanda icon hijau bergambar gagang telp.
"Hallo ..." ucap Dhita
"Sayang kamu dimana?" tanya Daniel khawatir.
"Aku masih disekolah sayang, kenapa?" tanya Dhita penasaran.
Daniel pun menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya.
__ADS_1
Dhita yang mengerti dengan maksud Daniel langsung segera mengajak kedua anaknya untuk segera masuk kedalam mobil.
Anti yang baru saja tiba disekolahan anaknya Dhita hanya bisa menunggu di luar pagar.
Saat mobil Dhita keluar darri area parkiran sekolah dengan segera mobil Anti langsung mengikutinya.
Supir mobil Dhita nampak mencurigai mobil dibelakangnya yang terus saja mengikutinya.
Ia pun dengan segera menginformasikan kepada Daniel dan mengirim kan lokasi keberadaan mereka.
Daniel pun meminta Andreas dan Pian untuk segera mengirimkan beberapa orang tambahan untuk melindungi istri dan anaknya.
Supir mobil Dhita sengaja melewati jalan yang ramai agar lebih aman
Namun saat berada dijalan yang sedikit sepi tiba-tiba saja mobil di belakangnya dengan sengaja menaberakan bagian depan mobilnya dengan bagian belakang mobil yang Dhita naikin.
Benturan yang lumayan kencang membuat kedua anak Dhita menangis ketakutan.
Dhita memeluk keduanya dengan erat sambil menunduk di bawah .
Sementara itu mobil dibelakangnya berusaha untuk mendahului namun tidak diberi kesempatan oleh supir Dhita.
Tidak percuma Daniel memberi Dhita seorang supir mantan pembalap.
"Mama Sheila takut" Sheilla menangis sambil terus memeluk Dhita.
"Kita berdoa saja ya sayang semoga kita bisa selamat sampai rumah" ucap Dhita sambil terus melindungi kedua anaknya.
Lagi-lagi mobil orang-orang suruhan Anti menabrak mobil yang Dhita tumpangi namun kali ini benturannya lumayan kencang hingga membuat Dhita dan Kedua anaknya terbentur.
Darah segar mengucur dari kening Dhita dan mengalir hingga mengenai pakaian yang ia kenakan.
Sheilla semangkin menangis kencang begitu juga Bayu saat melihat Mama mereka terluka.
"Mama ...mama berdarah" teriak Sheila.
Bodyguard Dhitapun segera berpindah tempat duduk.
Ia kini duduk dijok bagian belakang yang sudah sedikit rusak
Ia berjaga-jaga dengan sebuah pistol di tangannya.
Dhita pun berusaha menghubungi Daniel namun tidak diangkat.
Setelah beberapa menit kebut-kebutan di jalan sepi akhirnya mereka pun tiba kembali di rumah dengan kondisi mobil yang rusak parah.
__ADS_1
Dhita yang terluka langsung dibawa kedalam dan diberikan pertolongan pertama.