Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 30


__ADS_3

Dhita asik berbincang-bincang dengan ibu pemilik warung hingga ia melupakan sarapan pagi bersama Dhaniel divillanya


Sementara itu di villa Dhaniel lagi-lagi disibukan dengan belum kembalinya Dhita sejak tadi pagi dengan wajah kesal Dhaniel melangkahkan kakinya keluar dari area villa untuk mencari Dhita


sementara itu di warung yang berada di pinggir jalan desa Dhita sedang asik ngobrol dengan pria yang kemarin menawarinya ikan mereka nampak sudah akrab sambil menikmati secangkir kopi dan goreng pisang hangat nampak sesekali Dhita tertawa lepas mendengar bannyolan dari pria yang bernama opik tak lama kemudian datang lagi beberapa pria teman opik hingga suasana warung itu nampak ramai


dari kejauhan Dhaniel nampak berjalan mendekati warung pendengarannya yang tajam menangkap suara tertawa Dhita ia pun segera mempercepat langkahnya untuk memastikan apakah wanitanya benar berada disana .


Dengan wajah yang memerah menahan emosi ia memanggil Dhita


" sayang ayo kembali ke villa mereka nunggumu buat sarapan bareng" ucap Dhaniel dengan mempertegas kata sayang agar mereka yang berada disana tau jika wanita yang sedang bersama mereka adalah miliknya.


" akang-akang saya pamit dulu ya " pamit Dhita lalu ia pun mendekati Dhaniel yang sudah memasang wajah tidak sedap untuk dipandang.


" ayo" ucap Dhaniel sambil menarik tangan Dhita.


" sepertinya aku harus benar-benar mengikatmu ya beib" ucap Dhaniel masih dengan nada marah


" maksudnya?" tanya Dhita tak mengerti


Dhaniel pun semakin gemes dibuatnya


" apa pelajaran yang kemarin belum cukup beib " tanya nya sambil nenyeringai


Dhitapun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya dan akhirnya Dhaniel pun semakin tak tahan untuk mengecup bibir Dhita dan melampiaskan rasa kesalnya


cup


Dhanil mengecup sekilas bibir Dhita tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya


Dhita yang mnedapatkan ciuman mendadak dari Dhaniel di depan umum tak terima dengan perlakuan Dhaniel ia merasa sangat malu karena memang saat itu dijalan itu ada beberapa orang yang sedang berjalan kaki.


saking kesal.dan malunya Dhita berlari menuju villa meninggalkan Dhaniel yang hanya tersenyum tak tahu malu.


begitu tiba di villa langsung naik kelantai 2 dan masuk kedalam kamar yang ia tempati dari kemarin.


Pian dan yang lainnya yang melihat Dhita berlari sambil menangis hanya terdiam dalam pikiran mereka itu pasti ulah Dhaniel dan tak lama kemudian Dhaniel pun masuk dengan wajah tanpa dosa langsung bergabung dengan teman-temannya yang masih menatapanya seakan bertanya " ada apa "


Dhaniel sadar jika teman-temananya memperhatikannya


"ada apa? kenapa pada liatin gw begitu " tanya Dhaniel sambil menyambar sebuah tempe goreng dan memakannya


" ada apa dengan kekasihmu,kenapa dia menangis " tanya Hesti penasaran


" oh...itu " Dhaniel menggaruk belakang kepalanya yang sebenarnya tak terasa gatal


" ya ...kenapa" tanya Hesti tak sabar menunggu jawaban yang keluar dari mulut tunangan bisnisnya.


" tadi gw cium dia dijalan abis gw gemes banget liatnya" ucap Dhanil sambil cengar cengir membuat yang melihatnya tampak kesal.


" gila loe ya maen nyosor aja kalah soang ama loe" ucap Pian sambil menahan tawa


" iya nih gak liat kondisi loe mah ini dikampung bro tabu kaya gitu beda ama di bar loe mau ngapain kek g ada yang liatin" timpal Andres yang diangguki oleh teman-temannya


" ust.... udah diem pada berisik loe"

__ADS_1


Dhaniel pun berdiri dan segera kelantai 2 untuk menemui Dhita


" ish pake dikunci..." gerutu Dhaniel begitu tau kalau pintunya terkunci dari dalam


tok..tok


" tha... buka dong pintunya " pinta Dhaniel dari balik pintu


Dhita yang masih kesal Dhaniel tak menggubris suara dari balik pintu


" tok...tok, buka tha pintunya atau aku dobrak aja ya " ancamnya


akhirnya dengan berat hati Dhita pun membuka pintu lalu membalikkan badannya hendak kembali kearah tempat tidur namum tangan kekar Dhaniel keburu menariknya kuat hingga wajah Dhita beradu dengan dada bidang Dhaniel yang terasa lumayan keras.


" auw..."teriak Dhita sambil memegang hidungnya


Dhaniel hanya tersenyum sambil mendekap tubuh mungil Dhita .


" ih...lepasin Niel " dhita meronta berusaha melepaskan diri dari dekapan Dhaniel namun usahanya sia-sia bukannya terlepas tetapi Dhaniel malah mempererat dekapanya hingga Dhita sulit untuk bernafas.


" kenapa kamu susah banget sih buat nurut sama aku beib " bisik Dhaniel ditelinga Dhita


" maksudnya apa ? " tanya Dhita polos


" aku tuh sayang banget ama kamu beib,aku mau kamu tuh nurutin semua apa yang aku mau tanpa membantah" ucapnya lirih


" dan aku g suka liat kamu ngobrol dengan pria lain " lanjutnya masih dengan berbisik di telinga Dhita lalu ia membenamkan wajahnya diantara leher Dhita dan menghirup dalam-dalam.aroma mawar dari tubuh wanita itu ia merasa begitu nyaman namun berbeda dengan yang dirasa Dhita ia begitu risih dengan posisi Dhaniel saat ini ia berusaha menjauhkan tubuh Dhaniel dengan mendorong nya sekuat tenaga namun yang ada malah ia terjerembab kebelakang hingga tulang ekornya berasa begitu nyeri itu terjadi karena Dhaniel melepaskan dekapannya saat Dhita mendorongnya dengan kuat


" awwwww " teriak Dhita


Dhaniel yang melihat Dhita terjatuh hanya tersenyum mengejek lalu ia menjulurkan tangan kanannya untuk membantu Dhita berdiri


Dhita yang merasa kesal ia pun mengabaikan uluran tangan Dhaniel ia berdiri lalu pergi meninggalkan Dhanil yang masih tersenyum karena berhasil mengerjai Dhita.


Hari pun semakin siang Dhaniel menarik tangan Dhita manghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul di taman belakang yang terdapat kolam .


" wihhh kaya penganten baru aja bro diem dikamar melulu " ucap Andreas menggoda Dhaniel begitu mereka ikut bergabung.


" ih ....apa'an sih kalian berisik banget " ucap Dhaniel lalu duduk ditepi kolam sambil memainkan kakinya di air


" jangan dengerin beib kamu tau kan mereka tuh ember bocor " gurau Dhaniel


"ember bocor sekalian aja Niel panci bocor juga" timpal pian sambil tertawa


Hesti dan Hendy hanya tertawa mendengar banyolan mereka.


Sebenarnya Dhita sedikit bingung dengan situasi antara Dhaniel dan dirinya saat ini


sebenernya Dhaniel menganggap dirinya itu apa? pacar? kan tidak mungkin soalnya sekarang Dhaniel sudah mempunyai tunangan dan acara pertunangan mereka dirayakan secara besar besaran dan hampir semua orang tau hal itu .


Ia tak ingin orang-orang nantinya akan menyebutnya Pelakor.


Sebenarnya ia ingin menjauhi Dhaniel namun bagaimana lagi semakin ia berusaha menjauh semakin ketat juga Dhaniel menjaganya seakan ia tahu kalau Dhita mempunyai niat untuk berada jauh dari pria itu.


Dhita sudah berencana akan pindah ke kota "B" ia akan mencari kerja disana dan kos namun belum sempat ia melaksanakan niatnya Dhaniel sudah mengetahuinya melalui orang kepercayaannya yang ditugaskan untuk mengikuti Dhita setiap harinya.

__ADS_1


Dhaniel menghampiri Hesty tunangannya entah apa yang sedang mereka bicarakan ia terlihat begitu bersemangat.


Hampir satu jam lamanya Dhita merasa diabaikan oleh Dhaniel ia pun merasa bosan akhirnya ia putuskan untuk berjalan-jalan sebentar siapa tau nanti ada tukang bakso dijalan ia pun melihat kiri dan kanan nampak semua pada asik dengan kesibukan masing-masing tak satupun ada yang memperhatikannya


sejenak ia melihat kearah Dhaniel mereka bertiga sedang asik bercengkrama tanpa perduli dengan keberadaan Dhita akhirnya Dhitapun melangkahkan kakinya menjauh dari taman belakang ia segera menuju gerbang utama dan kebetulan mang ujang yang ditugaskan untuk menjaga pintu gerbang tidak kelihatan Dhitapun segera keluar dan berjalan kearah warung yang tadi pagi ia datangi.


ia berjalan sambil menendang apa pun yang ada didepannya saat melihat botol plastik ia pun menendangnya sedikit kuat untuk melampiaskan rasa kesalnya.


" aduh..saha nu nimpuk ku botol (siapa yang nimpuk pakai botol)" terdengar suara seorang pria yang mengaduh dengan logat orang sunda Dhita pun menutup mulutnya dengan tangannya karena terkejut ternyata botol yang ia tendang barusan mengenai kepala seseorang .


Dhita pun menghampiri orang tersebut untuk meminta maaf


" aduh a maaf yah saya gak sengaja" ucap Dhita dengan rasa menyesal


" eh non Dhita, mau kemana" ternyata pria yang menjadi korban botolnya adalah opik


Dhita pun tersenyum sambil meminta maaf kembali pada opik ia pun mengutarakan niatnya yang hendak mencari tukang bakso.


dengan senang hati opik pun mengantarkan Dhita untuk membeli bakso.


dengan mengendarai motor bebeknya mereka pun berboncengan menuju tempat yang dimaksud oleh opik .


Begitu tiba opik langsung memesan 2 mangkok bakso lalu mereka duduk diatas tikar dibawah sebuah pohon besar yang mengadap pada pegunungan yang terlihat hijau.


walaupun hari sudah siang namun hawa didesa ini masih terasa begitu sejuk tak lama kemudian pesenan merekapun sudah siap untuk disantap.


Mata Dhita nampak berbinar melihat makanan kesukaanya ia pun segera menambahkan beberapa sendok sambal dan ketika ia hendak menambahkan satu sendok lagi tangannya ditahan oleh opik ia pun menatap opik


" jangan banyak-banyak neng nanti sakit perut ini mah sambelnya meni pedes " ucap opik sambil meletakan kembali sendok sambal yang berada ditanganku


aku pun tersenyum


" terima kasih ya udah di ingetin"


opik pun tersenyum lalu kami asik menikmati makanan yang berbentuk bulat itu sambil bercerita.


ternyata berteman dengan opik membuatku nyaman hingga tanpa terasa hampir dua jam aku meninggalkan villa.


memang setelah makan bakso opik mengajakku jalan-jalan menikmati suasana pedesaan terasa begitu menyenangkan hingga aku lupa dengan peringatan Dhaniel tadi pagi


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai para reader salam kenal dari author buat kalian semua.


author mohon maaf ya kalau masih banyak typo bertebaran


jika kalian suka dengan ceritanya tolong dukung author dengan cara


- like


- vote n


- komennya


terima kasih

__ADS_1


author /amel


__ADS_2