
Hari ini rencananya Dhita sudah diijinkan pulang.
Sheilla dan Bayu sengaja tidak sekolah karena ingin ikut menjemput mamanya.
Atas ijin Dhaniel mereka sama-sama berangkat kerumah sakit.
"mama..." kedua anak itu berlarian ketika pintu kamar perawatan Dhita dibuka oleh Dhaniel
Dengan senyum lebar Dhita menyambut kedatang dua malaikat kecil yang selalu membuatnya bahagia.
"mama hari ini udah boleh bobo dirumah" tanya Sheilla dengan wajah polosnya
Dhita mengecup gemas pipi cabbi sheilla lalu menganggukan kepala "iya sayang mama nanti udah boleh bobo dirumah
"horre nanti mama bobo sama Ella dan Bayu yah"teriak kedua anak itu bahagia
"gak lah nanti mama bobonya sama papa lah"celetuk Dhaniel menggoda kedua putra dan putrinya lalu mendekap Dhita tak mau kalah dengan kedua anak nya.
Ruangan itu mendadak jadi ramai,semua barang-barang Dhita sudah dikemas hanya tinggal menunggu visit dokter untuk yang terakhirnya.
__ADS_1
Tak lama kemudian dr.Ani yang menangani Dhita pun masuk dan memeriksa kondisi Dhita setelah memastikan semuanya baik-baik saja akhirnya Dhitapun diijinkan pulang.
Tanpa menunggu lama Andreas segera mengurus kepulangan Dhita,akhirnya Dhita merasa bahagia karena bisa kembali berkumpul bersama orang-orang yang ia sayangi.
Sementara itu Rivan hanya melihat kepulangan Dhita dari jauh,ia tak ingin merusak suasana bahagia yang kini sedang Dhita rasakan.
Ada rasa sesal kenapa ia begitu ceroboh hingga tak bisa berpikir panjang kedepannya.
Sore itu Dhita sedang menikmati secangkir teh hijau ditaman belakang sambil menemani kedua anaknya yang sedang asik bermain,ya...memang Dhaniel sengaja membuat taman dengan berbagai mainan anak-anak.
"mama...gak ikut main ayunan"tanya sicantik Sheilla dengan nafas yang tersegal-sengal karena ia berlari.
"gak cantik,mama disini aja liatin kalian main"jawab Dhita sambil.mengelus pipi Sheilla
"beib kamu memangnya gak bisa maafin Rivan?" tanya Dhaniel yang dari tadi hanya diam kini mulai buka suara
Dhita menatap Dhanil tajam "memangnya kamu mau aku maafin dia" jawaban Dhita terdengar begitu ketus
"sebenarnya aku juga gak bisa maafin dia beib,tapi kalau ingat betapa dekatnya dia dengan kamu dulu,masa ia kamu gak mau maafin dia"
__ADS_1
"untuk saat ini belum Niel,aku belum bisa maafin dia"jawab Dhita dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"heii jangan menangis,maafin aku jika pertanyaan aku bikin kamu sedih,aku gak maksa kamu baut maafin dia kok" jelas Dhaniel sambil mengusap air mata yang mulai menetes dipipi mulus Dhita.
"aku gak mau ngomongin dia saat ini Niel"
"iya...aku juga gak mau liat kamu sedih lagi beib,kalau kamu belum bisa maafin dia ya sudah gak apa-apa" ucapan Dhaniel terdengar begitu menenangkan.
Hari sudah mulai gelap merekapun sudah masuk kedalam.
Nampak para pelayan sedang sibuk mempersiapkan untuk makan malam,Dhita dan kedua anaknya sedang asik menonton acara ditelevisi sedangkan Dhaniel masih sibuk dengan laptopnya sedangkan Bunda Ipeh dah Niken membantu menyiapkan masakan untuk makan malam.
Sementara itu dikediaman Rivan setelah pulang kerja ia langsung mengurung diri dikamarnya.
Ia merebahkan tubuhnya diatas kasur memejamkan matanya saat teringat kembali saat-saat indah yang telah ia lalui bersama Dhita.
Ia tersenyum kecut saat ingat penolakan Dhita apalagi saat ini wanita itu begitu membenci dirinya dan tak mau melihat wajahnya.
"ahhh kenapa jadi begini sihhh" teriaknya kesal sambil menjambak rambutnya
__ADS_1
"bodohhh...."ucapnya merutuki diri sendiri
akhirnya ia pun masuk kedalam kamar mandi dan membasahi dirinya dengan air dingin berharap air yang dingin dapat juga mendinginkan hati dan pikirannya saat ini