
Layaknya ABG yang lagi kasmaran Dhita dan Dhaniel terlihat begitu bahagia malam itu.
Sementara itu dirumah kediaman Dhaniel, Bayu dan Sheilla belum juga mau tidur padahal waktu sudah larut malam untuk ukuran anak kecil seperti mereka.
"Ella,Bayu ayo tidur udah malem nanti mama marah kalau mereka pulang kalian belum tidur"Niken kewalahan menghadapi Sheilla dan Bayu yang tak mau tidur jika bukan Dhita dan Dhaniel yang menina bobokan.
"ayo tante Niken bacain cerita tapi sambil bobo ya"bujuk Niken tak putus asa
"gak mau"jawab mereka kompak
tak lama kemudian terdengar suara mesin mobil yang dimatikan kedua anak kecil itu berhamburan keluar kamar dan berlari menuju pintu utama untuk melihat apakah itu mama dan papa mereka yang pulang.
Dan benar saja begitu Dhita keluar dari dalam mobil Sheilla langsung berteriak "mama puulang" kaki-kaki mugil itu menuruni anak tangga satu persatu dengan lincahnya mungkin karena sudah mengantuk pada saat tangga terakhir Sheilla kehilangan keseimbangan dan terjatuh.
Dhita yang baru akan menutup pintu mobil segera berlari menghampiri Sheilla yang menangis sambil memegang lututnya yang sedikit mengeluarkan darah.
__ADS_1
Dengan lembut Dhita menggendong putri kecilnya berusaha menenangkannya.
Bayu hanya diam sambil memperhatikan Dhita yang sedang mengobati Sheilla.
Tak pernah terbayangkan dalam pikirannya ia akan mempunyai mama.
Bayu memang sebelumnya tidak pernah merasakan hangatnya pelukan seorang ibu karena Hesty sang ibu kandungnya pergi untuk selamanya pada saat ia masih kecil bahkan belum menginjak satu bulan.
Dhaniel yang melihat sang putra tercintanya menatap Dhita dengan tatapan yang sulit diartikan merangkul pundak sang anak dan tersenyum manakala tatapannya bertemu dengan tatapan Bayu yang terlihat begitu sendu entah karena sudah mengantuk atau karena hal lain.
"Heii boy kenapa belum tidur?"tanya Dhaniel memecah keheningan
"ok kalau begitu ayo kita tidur"Dhaniel langsung menggendong Bayu menuju kamarnya.
Tak butuh waktu lama Bayu pun terlelap dalam dekapan hangat sang Ayah.
__ADS_1
Setelah Bayu benar-benar terlelap Dhaniel keluar dari kamar putranya dan melihat Dhita didalam kamar Sheilla.
Hal serupa ia jumpai disana putri kecilnya sudah terlelap dengan Dhita disampingnya yang ikut tertidur pulas.
Dhaniel menghampiri ranjang dimana kedua wanita yang ia sayangi namun beda generasi itu terbaring lalu menarik selimutnya hingga batas dada lalu memberi kecupan hangat didahi Sheilla dan juga Dhita.
Dielusnya lembut pipi Dhita "kenapa kamu begitu menarik beib hingga aku tak bisa berpaling dari mu,bertahun-tahun kamu ninggalin aku tetapi hati ini tetap tak bisa berpaling dari mu,aku yakin sebentar lagi kamu akan menjadi milikku seutuhnya I love you " ucapan Dhaniel terdengar begitu romantis namun sayangnya gadis itu tak dapat mendengarkan pengakuannya.
Sebelum beranjak dari kamar Sheilla Dhaniel menyempatkan diri mengecup lembut kening,lalu berpindah ke mata,lalu ujung hidung dan berakhir dibibir mungil Dhita.
Dengan perlahan ia menutup pintu kamar Sheilla lalu menuju kamarnya.
Setelah membersihkan badan Dhanielpun merebahkan diri diatas kasur empuknya menyusul Dhita dan kedua anaknya yang sudah terlebih dahulu terlelap.
Pagi yang cerah suasana rumah Dhaniel seperti biasa selalu ramai oleh ulah kedua bocah kecil yang selalu berebut minta dipangku oleh Dhita.
__ADS_1
Dengan telaten Dhita menyuapi Sheilla dan Bayu sebelum mengantarnya kesekolah.
Dhanielpun sudah rapi dengan pakaian formalnya setelah sarapan Dhaniel menyempatkan diri mengantarkan Bayu kesekolah sebelum ia menuju kantornya.