Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 44


__ADS_3

Lima tahun sudah sejak Dhita meninggalkan Dhaniel.


Banyak perubahan yang terjadi Dhaniel yang sekarang menjadi dingin dan kejam apalagi setelah kepergian Hesti ibu dari Bayu putra tunggalnya dengan Hesti.


Hesti meninggal setelah sebulan melahirkan Bayu sejak saat itulah semuanya bertambah parah ia tak pernah tersenyum bahkan rambutnya sekarang dibiarkan panjang kembali seperti dulu saat pertemuan keduanya dengan Dhita.


Sebenarnya dalam hatinya Dhaniel masih mengharapkan Dhita untuk kembali mengisi hari-harinya.selama itu juga ia membiarkan hatinya kosong.


Mamanya dan Bunda Dhita berulang kali berusaha menyarankan agar Dhaniel menikah lagi agar Bayu mempunyai orang tua yang lengkap seperti anak-anak yang lain,namun semuanya ditolak mentah-mentah oleh Dhaniel.


Sementara itu di sebuah kafe tempat Dhita bekerja nampak siang itu suasana kafe tidak begitu ramai hingga mereka bisa sedikit bersantai.


"Dhit kita main ini yuk.."ajak beberapa rekan kerjanya untuk bermain disebuah aplikasi yang sedang viral


"gak ah aku gak bisa joget-joget gitu"tolak Dhita pura-pura padahal ia sangat suka bergoyang apalagi dulu waktu ia masih menjadi penyiar


"ayo dong buat seru-seruan aja kok mumpung sepi" desak teman-temannya akhirnya ia pun menurutinya


ketika melihat hasilnya ternyata sangat bagus mereka tak menyangka kalau Dhita jago juga menari.


"katanya gak bisa ni paling bagus"celetuk salah seorang temannya


Dhita hanya tersenyum mendengar pujian teman-temannya.


"tha aku denger kamu dulu penyiar radio ya" tanya elin teman kerjanya dikafe


"denger dari siapa?" Dhita malah balik bertanya


"aku lupa waktu itu siapa yang bilang"jawab elin sambil mencoba mengingat-ingat


"udah lah ngapain juga dipikirin" ucap dhita berusaha mengalihkan pembicaraan


"ihh...jawab dulu bener gak sih"elin makin penasaran


Dhita pun tersenyum "iya cantik..puas" jawab Dhita yang ditanggapi dengan tatapan berbinar dari teman dekatnya di kafe itu.


Elin memang teman dekat dhita dikafe tempatnya bekerja namun Dhita tak mau menceritakan masa lalunya pada elin bukan dia tak percaya pada temannya itu tetapi ia memang sengaja ingin melupakan semua masa lalunya terutama dengan Dhaniel.


hari pun udah sore saatnya Dhita pulang kerja dan menjemput shella putri kecilnya yang dititipkan pada tetangganya saat ia bekerja.

__ADS_1


Shella sebenarnya putri dari Asni teman kosnya sekaligus teman pertamanya dikota ini karena merasa sudah menganggap Asni kakanya maka ketika Shella ditinggal oleh Ibunya Dhita memutuskan merawat bayi mungil itu walaupun ia tak mempunyai pengalaman dalam hal mengurus bayi.


"bunda udah pulang..bunda"teriak shella senang begitu begitu melihat orang yang dicintainya datang


"ayo kita pulang sayang,ni bunda beli kue kesukaan sheilla"


setelah pamit pada yang menjaga sheilla Dhita pun menggendong putri cantiknya menuju rumahnya yang memang letaknya tak jauh dari rumah pengasuhnya.


sesampai dirumah shella langsung meletakan makanan yang dibelinya dipiring.


shella yang begitu senang memakan makanan yang dibeli sang bunda dengan lahap.


sementara itu dirumah Niken sedang membuka sebuah aplikasi ia sedikit terkejut ketika sekilas matanya menatap orang yang sudah lama dicarinya ia pun segera memberitahu Dhaniel dengan apa yang ia lihat diaplikasi itu.


setelah mendapat kabar dari Niken dengan rasa penasaran Dhaniel pun membuka aplikasi yang dimaksud oleh Niken.


ia mempertajam penglihatannya memperhatikan seseorang yang begitu mirip dengan pujaan hatinya yang telah lama menghilang.


ia pun menyuruh Andreas untuk segera menyelidikinya.


"akhirnya ketemu juga,awas kau ya liat saja jika itu benar dirimu maka jangan harap aku akan melepaskanmu lagi" gumam Dhaniel


saat itu Dhaniel sedang duduk diruang keluarga sambil menemani Bayu menonton televisi


"ayah ...Bayu ingin sekali punya ibu,Bayu ingin seperti teman-teman Bayu kalo sekolah diantar oleh ibunya lalu pulangnya juga dijemput sama ibunya" pinta Bayu pada sang Ayah.


"sabar sayang sebentar lagi bayu akan punya ibu seperti teman-teman bayu" ucap Dhaniel dengan senyum yang mengembang


"ayah gak bohongin bayu kan?"tanya sang putra dengan wajah berbinar senang dan langsung duduk dipangkuan ayahnya.


Dhaniel pun mengangguki mama Dhaniel yang saat itu juga ada disana seakan tak percaya dengan yang diucapkan oleh putranya.


"apa yang kamu ucapkan itu benar niel kamu mau menikah pagi?" tanya sang mama menyakinkan dirinya


"iya mah doakan saja" jawab Dhaniel masih dengan senyum bahagianya


tak lama kemudian telpon Dhaniel berbunyi ia pun langsung menjawabnya


"hallo...bagaimana?"

__ADS_1


"...."


"awasi terus jangan sampai ia menghilang lagi,aku akan menyusul kesana"


"....."


setelah mendapat laporan dari anak buahnya tentang keberadaan Dhita tanpa menunggu lama ia pun segera terbang ke pulau "s" dan langsung menuju kota dimana Dhita berada.


Dengan ditemani andreas ia pun langsung menuju hotel yang telah dipesannya untuk beristirahat.


Hari ini kebetulan Dhita sedang libur kesempatan ini tak pernah ia sia-siakan untuk menghabiskan waktu bersama Sheilla putrinya


sore itu mereka berdua berada ditaman dekat rumahnya mereka nampak bahagia sambil bermain ayunan dhita menyuapi putrinya setelah itu ia pun jajan makanan kesukaanya bakso sedangkan sang putri bermain tak jauh darinya.


tanpa ia sadari tidak jauh dari tempatnya duduk nampak dua orang pria sedang memperhatikannya.


wajahnya nampak bahagia begitu yakin wanita yang sedang menikmati semangkok bakso itu adalah pujaan hatinya.


"akhirnya aku benar-benar nemuin kamu beib,liat aja aku bakal hukum dan mengikat mu agar tak bisa lari lagi dari ku" ucap Dhaniel pelan namun masih dapat didengar oleh sahabatnya Andreas.


"loe mau ngasih hukuman apa buat dia?"tanya Andreas penasaran


"gw bakal langsung nikahin dia biar dia gak bisa kabur lagi" jawab Dhaniel dengan senyuman bahagia terukir diwajahnya


"loe bener-bener cinta mati ya ama si cewe kutub"goda andreas pada sahabatnya


"dia udah gak cewe kutub lagi tapi udah jadi hot mamy,loe liat kan tuh"balasnya sambil menunjuk kearah Dhita dan sheilla


"cantik juga ya ternyata dia.." tanpa sadar kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut andreas.


Dhaniel langsung mengerutkan dahinya mendengar ucapan spontan dari asistennya


"itu punya gw,loe cari yang lain dong" ucap Dhaniel sedikit marah sambil memukul kencang bahu Andreas


"ish...segitu aja marah,gw cuma bercanda niel" ucap Andreas sambil mengelus bahunya yang sedikit panas akibat pukulan Dhaniel barusan.


"ayo turun"ajak Dhaniel membuka pintu mobil yang di ikuti oleh Andreas bermaksud menghampiri Dhita dan sang putri.


saat Dhita sedang asik bermain dengan sheilla tiba-tiba ia sedikit terkejut saat ada sepasang sepatu pria berdiri didepannya ia pun mulai menaikan pandangannya perlahan-lahan dan alangkah terkejutnya ketika tatapnnya sampai pada wajah pria yang berdiri didepannya hingga membuatnya jatuh terduduk beruntung posisi sebelumnya ia berjongkok jadi ia tak merasa begitu sakit pada bokongnya.

__ADS_1


__ADS_2