Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 37


__ADS_3

Dhita terbangun saat matahari mulai sedikit terbenam


"agh...ternyata lama juga aku tertidur"guman Dhita


"ish...susah juga kabur dari Dhaniel,perasaan udah jauh perginya masih aja ketemu" celoteh Dhita ia pun segera beranjak dari tempat tidur dan menuju kamar mandi .


Hampir 20menit Dhita berendam di air hangat saat ia hendak mengambil handuk ternyata tidak ada, ia pun mencoba mengingat apakah ia lupa tadi saat masuk kamar mandi ia tak membawa handuknya akhirnya ia pun mengeringkan sisa air bekas mandi menggunakan handuk kecil yang memang sudah tersedia disana.


kenapa harus bingung kan aku sendirian disini biarpun gak pake baju kan gak ada yang liat. yah...begitulah yang ada didalam pikiran Dhita saat ini akhirnya ia pun keluar dengan hanya mengenakan dalam saja,ia pun menuju lemari dan mengambil kaos warna navy dan hotpen ia pun menyambar body lotion dan pelembab wajah dan bedak bayi lalu membawanya keatas kasur,dengan santai ia memakai body lotion dan membalurkannya keseluruh tangan dan kakinya


tanpa ia sadari sedari tadi ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.


sepasang mata itu adalah milik Dhaniel,pria itu sudah duduk disana sebelum Dhita keluar dari kamar mandi,betapa terkejutnya Dhaniel yang melihat Dhita keluar dari kamar mandi hanya menggunakan dalamnya saja dengan susah payah ia menelan salivanya,dan dengan susah payah juga ia menahan hasratnya untuk tidak menerkam wanita itu saat ini juga namun disisi lain gadis itu seakan enggan untuk segera mengenakan pakaiannya ia malah mengambil ponselnya dan membuka medsos lalu dengan santainya ia mengembalikan semua yang ia kenakan tadi ketempat semula.


mungkin karena udara mulai terasa dingin Dhita lalu memakai pakaiannya dan alangkah terkejutnya ia begitu melihat dengan samar-samar bayangan seseorang yang sedang duduk disofa.yah...memang dibagian sana sedikit redup karena memang lampunya tidak dinyalakan,dengan perasaan takut ia pun mencoba memberanikan diri untuk melihat siapa orang yang telah berani masuk kedalam


kamarnya


"siapa disana?" tanya Dhita sambil mencoba mendekat ia pun berjalan kearah dinding menuju saklar tempat lampu itu berada


ceklek


dan betapa terkejutnya Dhita begitu melihat sosok pria yang kini dibencinya berada didepanya


"kamu.....ngapain kamu kesini lagi?" tanya Dhita ketus


"apa perlu aku menjawabnya?" kini Dhaniel berdiri dan berjalan mendekati Dhita


melihat Dhaniel yang mendekatinya Dhitapun mundur beberapa langkah hingga punggungnya terbentur pada dinding


"jangan mendekat Niel"


"kenapa?"


"yah pokoknya jangan mendekat"


Dhita pun berusaha menghindari Dhaniel dengan membalikan tubuhnya hendak menuju kembali ke arah tempat tidur namun tangan Dhien lebih cepat menarik tangannya dan menghipit kan tubuh Dhita ketembok


"Niel---ka--kamu mau apa?"tanya Dhita dengan suara sedikit bergetar

__ADS_1


"kamu pikir untuk apa aku jauh-jauh datang kesini " ucap Dhaniel sambil mendekatkan wajahnya


"ah....jangan gini Niel,nanti kalau ada yang liat gimana" ucapku sambil berusaha mendorong tubuh kekar pria itu


"mana ada yang berani masuk kesini beib"ucap Dhaniel sambil berbisik dengan suara yang berat ditelingaku


"kamu tadi sengaja ya ingin menggodaku denga berlama-lama hanya memakai dalaman saja"


"apa?jadi kamu tadi liat...."aku pun tak dapat melanjutkan kata-kataku karena malu


"ia ...tadi aku melihat semuanya beib,ternyata bentuk itu kamu bagus juga ya" ucapnya sambil melihat kearah kedua gunung kembarku,aku pun langsung menutupnya dengan kedua tanganku


"kamu...kamu koj jadi mesum gini" protesku sambil mendorong tubuh Dhaniel sekuat tenaga dan kali ini berhasil ia mundur beberapa langkah dan aku pun segera berlari menuju pintu namun sialnya ternyata pintu kamarku terkunci,aku pun menatapnya dan ia pun membalasnya dengan senyuman yang sangat sulit ku artikan.


Dhaniel melangkah mendekatiku


"aku kesini ingin memberimu hukuman beib"


"ternyata sekarang kamu semakin nakal ya"lanjutnya


"ia pun menarik pinggangku dan melingkarkan tangan kirinya disana


Dhaniel pun semakin menjadi,ia memaksa mencium Dhita dengan kasar namun Dhita tak mau mengalah begitu saja ia mengatupkan mulutnya rapat-rapat namun Dhaniel tak kehabisan akal ia pun menggigit bibir Dhita hingga gadis itu terpaksa membuka sedikit mulutnya dan Dhaniel pun tak menyia-yiakan kesempatan itu ia memasukan lidahnya dan ia memperdalam pautannya dengan menekan tengkuk Dhita.


Dhita memukul-mukul dada bidang Dhaniel memberi kode kalau ia tak bisa bernafas namun tak dihiraukan oleh Dhaniel dengan perasaan kesal ia pun menginjak kaki Dhaniel sekuat tenaga dan Dhaniel pun melepaskan pangutannya sambil mengelap bibirnya yang basah dengan jarinya ia pun tersenyum puas.


"kamu mau bikin aku mati kehabisan nafas ya, dasar gak punya perasaan" maki Dhita sambil melangkah mundur menjauh dari Dhaniel.


Dhaniel hanya tersenyum mendengar makian gadisnya itu


"oh...beib kemarilah" ucap Dhaniel sambil menjulurkan tangannya namun Dhita hanya diam


"aku gak mau disini Niel,aku mau kembali kerumahku berkumpul bersama Bunda dan Niken" ucapku lirih berharap ia mempunyai sedikit rasa iba


"bersabarlah sayang ini gak akan lama" jawabnya lalu duduk kembali disofa


"aku gak mau sabar,kan kamu yang mau nikah gak ada sangkut pautnya dengan aku bahkan di undangpun tidak" teriakku meluapkan semu amarahku pada Dhaniel


namun entah kenapa sepertinya pria tampan ini seperti tak punya hati ia mengabaikan semua caci maki Dhita pada dirinya.

__ADS_1


"apa kamu sudah selesai marahnya"


"sekarang dengarkan aku,aku ingin kamu tetep disini sampai acaraku selesai setelah itu aku akan mengurus urusan kita dan jangan pernah berpikir untuk kabur lagi jika kamu melakukan itu maka dengan sangat terpaksa aku akan menempatkanmu di pulau terpencil,aku tidak main-main beib,apa kau mengerti sayang" ucapnya disertai dengan ancaman


"aku harus segera kembali pekerjaanku masih banyak dan ingat kata-kataku tadi" Dhaniel menarik tubuhku dan mendekapnya erat seakan enggan untuk melepasnya dan ia pun mengecup keningku lalu turun kemata lalu hidung dan berakhir dibibirku.


"aku pulang dulu ok" ia pun keluar dari kamar Dhita dan tak lama kemudian terdengar suara mobil berjalan menjauh.


Dhita menarik nafas dalam-dalam otaknya saat ini tak mau diajak berpikir ia pun kembali merebahkan diri dikasur nan empuk itu.


suara ketukan dipintu membuyarkan lamunannya,ia pun berjalan kearah pintu dan nampaklah dua orang pelayan wanita membawa makan malam.


"kenapa dibawa keatas kan aku bisa turun" ucap Dhita pada pelayan itu


"maaf nona mulai hari ini anda tidak di ijinkan untuk keluar dari kamar ini"ucap salah satu pelayan sambil menunduk


"siapa yang melarangku ?" tanya Dhita dengan nada sedikit kesal


"Tuan muda nona"


"apa???"


"bener-bener egois " ucap dhita dengan nada kecewa


"nona silahkan dimakan hidangannya"ucap salah satu pelayan dan membuka satu persatu penutup dari wadahnya


"nanti saja aku belum lapar"


"maaf nona tuan muda juga memerintahkan agar kami menunggu sampai nona memakannya jika tidak kami semua akan dipecat begitu juga dengan para bodyguard jika nona berhasil melarikan diri lagi mereka semua juga akan dipecat nona" jelas pelayan wanita itu


"baiklah aku mengerti"


Dhita menyendok nasi dan lauk pauknya dan meletakkanya dipiring.


setalah selesai makan malam para pelayan itu pun keluar dan tinggal lah Dhita sendiri


ingin rasanya ia kabur lagi namun bagai mana nasib para pelayan dan pengawalnya


ia tak ingin ada orang lain yang menderita karena ulahnya.

__ADS_1


mungkin saat ini otaknya memang sedang tak ingin diajak berpikir akhirnya ia pun hanya bisa pasrah dengan situasi saat ini dan berharap suatu saat nanti ia bisa lari dari cengkraman Dhaniel tanpa ada yang harus menjadi korbannya.


__ADS_2