
SELAMAT MEMBACA
Beberapa hari berlalu Anti sudah tidak pernah datang lagi ke kantor Daniel.
Daniel sedikit lega karena wanita itu tidak lagi mengganggunya.
Begitu juga dengan Dhita hubungan nya dengan Daniel semakin membaik.
Ia pun kini mulai mau mempunyai baby sister untuk membantunya mengurus Dika.
Hubungan mereka yang harmonis membuat Anti semakin geram dan ingin segera menghabisi Dhita.
Yah memang selama beberapa bulan ini ia sengaja menghilang agar suasana sedikit lebih tenang.
Namun selama itu juga ia menyuruh beberapa orang untuk selalu memantau keluarga Daniel.
Ia juga telah memasukan beberapa penyusup yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Daniel untuk memantau apa pun yang mereka lakukan.
Hari Sabtu mereka rencananya akan berlibur di sebuah Villa di kawasan puncak.
Rencananya mereka akan berlibur selama 4 hari tidak lupa Danil pun mengajak Andreas, Pico dan Pian.
Semua persiapan telah dimasukkan ke kedalam mobil.
Kabar itu pun sampai juga ketelinga Anti, ia pun segera menyusun rencana untuk menghabisi Dhita.
Mereka pun segera berangkat ke Villa, hampir 3 jam akhirnya mereka pun tiba di villa milik Daniel.
Karena sudah mendapatkan info dimana Daniel akan tinggal selama di puncak Antipun segera mencari penginapan yang tidak jauh dari Villa milik Daniel agar ia dapat dengan mudah memantau apapun yang dilakukan oleh Daniel dan Dhita.
Memang saat ini Anti telah merubah wajahnya menjadi sedikit lebih mirip dengan Dhita.
__ADS_1
Demi rasa cintanya kepada Daniel ia sampai rela mengoperasi wajah nya hampir 100 persen mirip dengan Dhita.
Pagi itu Dhita sengaja keluar dari Villa untuk mencari sayuran segar.
"Aku temani ya sayang belanjanya" Daniel langsung menyambar kunci mobil untuk mengantar Dhita berbelanja.
"Gak usah, aku bisa sendiri kok, kamu mending oleh raga aja barengan sama grup sendok emas kamu" ucap Dhita sambil menahan tawanya.
"Gak usah bawa-bawa sendok emas kenapa sih Yank, itukan julukan masih ABG dulu" sahut Daniel
Ketiga temannya pun ikut tertawa mendengar ucapan Daniel dan Dhita.
"Udah kamu diam disini aja, aku cuma mau jalan-jalan sebentar kok" Dhitapun langsung keluar pagar sambil berjalan-jalan santai menghirup udara pagi yang terasa segar.
Mata-mata yang dikirim Antipun langsung memberikan kabar ke Anti jika saat ini Dhita sedang keluar sendirian tanpa pengawalan.
Dengan wajah senang Antipun langsung menuju ke tempat yang orang suruhannya bilang.
"Gw nyusul Dhita dulu ya, kok kayaknya perasaan gw gak enak ya" Daniel pun langsung mengeluarkan mobilnya dan langsung menuju pasar yang memang tidak jauh dari tempat mereka menginap.
Sementara itu Anti telah berhasil menemukan Dhita yang sedang asik berbelanja sayuran.
Ia pun mengikuti wanita itu sambil menunggu suasana yang tepat untuk melancarkan aksinya.
Daniel yang kebetulan sudah tiba di pasar segera mencari keberadaan Dhita.
Kebetulan waktu itu ia sempat memasang alat pelacak di cincin kawin milik Dhita.
Ia pun langsung mencari posisi Dhita melalui ponsel.
Kebetulan Dhita sudah selesai berbelanja, ia pun yang tadinya ingin naik ojek untuk kembali ke Villa.
__ADS_1
Disaat cinta yang sama Anti sudah berada dibelakang Dhita.
Ia memegang saputangan yang telah diberi obat bius.
Saat beberapa langkah lagi ia akan melancarkan aksinya tiba-tiba saja Mobil Daniel berhenti tepat disebelah Dhita.
Ia pun langsung memutar tubuhnya membelakangi Daniel.
"Sial gagal lagi" batin Anti kesal.
"Sayang ayo naik" Daniel membuka pintu mobil dan meminta Dhita untuk segera naik.
"Kan udah aku bilangin jangan ngikutin yank, aku bisa sendiri" ucap Dhita kesal.
"Aku cuma gak mau kamu kenapa-kenapa sayang, emang salah ya kalau aku khawatir sama kamu" tanya Daniel.
"Gak salah, cuma kesannya aku itu manja banget, masa belanja aja harus dianter sama suami" Dhita terlihat sedih kesal.
"Itu bukan manja sayang, kan memang kita harus saling berbagi dan menjaga" ucap Daniel sedikit ngaco.
"Aku mau jajan kalau gitu" pinta Dhita
"Mau jajan apa, sini aku beliin" tantang Daniel.
"Ish iya deh tau yang banyak uang apa aja bisa dibeli" ejek Dhita pada suaminya.
"Wkwkkwk bukan begitu sayang, aku tau kamu itu kalau jajan gak suka yang mahal, paling juga kamu minta jajan bakso kalo gak mie ayam" ujar Daniel sambil tertawa.
"Iya memang lidah aku sih lidah orang kampung gak ketelen kalo makan yang punya orang kaya" Dhita pun langsung membuang mukanya menghadap ke kiri memperhatikan rumah-rumah di kampung namun terlihat asri dengan banyak bunga yang menghiasi pekarangan rumah mereka.
"Sayang jangan ngambek dong, ya udah aku minta maaf deh kalo aku salah ngomong" Daniel mencoba membujuk Dhita namun masih belum berhasil hingga mereka tiba di Villa.
__ADS_1