
SELAMAT MEMBACA
Dhita yang kondisinya semakin hari semakin membaik dan mengetahui jika Anti begitu berambisi untuk mendapatkan Daniel, nampak sedikit berpikir bagai mana cara agar Anti menjauhi suaminya.
Daniel yang memang sudah menyusun rencana untuk Anti mulai menjalankan rencananya.
Sore itu mereka berempat sedang nongkrong di sebuah kafe tidak ketinggalan Antipun bersama mereka.
Sebelum mereka bertemu Daniel sudah memberi tahu Dhita jika saat ini ia akan pulang sedikit telat.
Beruntung dirumah mereka saat ini ada Bunda Ipeh, Niken dan juga kedua Putra-putrinya hingga tidak terasa sepi.
Setelah makan malam Dhita langsung masuk kedalam kamar.
Sebenarnya ia ingin jika ingin melakukan sesuatu Daniel ijin padanya.
Walau pun ia tau jika apa yang sedang Daniel dan teman-temannya lakukan saat ini ada mencari bukti untuk menjebak Anti namun tetap saja Dhita merasa cemburu.
Wanita mana yang tidak akan marah jika suaminya dekat dengan wanita lain biarpun ia punya alasan tertentu.
Hampir tiap malam Daniel pulang telat, itu artinya hampir tiap malam juga ia melewatkan makan malam bersama Keluarganya.
Kini Dhita sudah tidak dapat lagi menahan rasa kesalnya.
Jam 22.00 Daniel tiba dirumahnya, setelah berganti pakaian ia pun langsung merebahkan diri disamping Dhita yang berpura-pura sudah tidur.
Ia pun melingkarkan tangan nya di pinggang istrinya yang kini sudah kembali ramping.
Baru saja beberapa saat tangan kekar itu berada disana, dengan kasar Dhita melepaskannya dan bergeser sedikit menjauh.
Bukan tanpa alasan ia berbuat seperti itu.
Tadi siang saat ia sedang membuat sosmednya ia melihat Danial dan Anti berfose bersama dengan tangan Daniel yang melingkar di pinggang Anti.
Ingin rasa Dhita menangis saat melihat foto itu.
Daniel merasa heran saat Dhita tidak mau ia peluk dari belakang.
"Sayang aku kira kamu udah tidur"
"Sini dong sayang masa negajuh sih" pinta Daniel.
Dhita hanya diam tidak mau menjawab.
"Sayang kamu kenapa sih?" tanya Daniel berusaha memegang bahu Dhita namu sebelum tangan itu menyentuh bahu Dhita ia sudah lebih dulu menghindar.
'Sayang ..kamu gak mau Deket sama aku?" tanya Daniel bingung.
"Tangan itu tadi siang melingkar di pinggang wanita lain, aku gak sudi Niel bekas orang lain" ucap Dhita dengan suara bergetar Manahan tangis.
"Sayang..maaf bukan begitu.." ucap Daniel berusaha membujuk Dhita.
"Pantas saja sekarang kamu pulang malem terus ternyata kamu bersama dia dulu baru kamu pulang, kenapa gak sekalian aja kamu tidur disana Niel" ucap Dhita kesal meluapkan semua yang ada dalam hatinya.
"Sayang...bukan begitu, nanti aku jelasin" ucap Daniel berusaha membela diri.
"Jangan berisik aku mau tidur" Dhita pun mengambil bantal serta selimut tebalnya lalu ia pun memilih tidur di bangku yang ada didalam kamar itu.
"Sayang jangan begitu, sini dong jangan tidur di bangku" bujuk Daniel saat melihat Dhita yang sudah tidur dibangku dan menutup kedua telinganya dengan bantal.
__ADS_1
Malam itu akhirnya mereka pun tidur terpisah.
Begitu pagi tiba Dhita langsung menuju dapur untuk membuat sarapan.
"Sayang ...baju aku kok belum disiapin sih" tanya Daniel dari ujung tangga.
"Kamu siapin aja sendiri" Jawab Dhita ketus.
Danil yang merasa jika saat ini Dhita sedang kesal kepada tanpa banyak menjawab langsung kembali masuk kedalam kamar dan mengambil baju dan yang lainnya sendiri.
Begitu juga saat makan, Dhita lebih banyak diam dan saat Daniel hendak berangkat kerja pun Dhita tidak cium tangan seperti biasanya.
Ia sibuk bermain dengan Dika putranya.
"Sayang maafin aku, aku tau aku salah tapi aku tidak bisa jelasin ke kamu saat ini" sebuah pesan masuk dari Daniel hanya dibaca oleh Dhita tanpa niat untuk membalasnya..
Sore itu Dhita akan membawa Dika untuk imunisasi disebuah rumah sakit biasanya.
Lagi-lagi Daniel lupa jika hari ini ia harus mengantar Dhita ke rumah sakit, ia sibuk menjalankan rencananya hingga lupa dengan Dhita dan anaknya.
Bunda Ipeh yang tadinya hendak mengantar Dhita tiba-tiba saja mendapat telpon dari temannya yang mengabarkan jika ada salah satu temannya yang meninggal jadi ia pun batal tidak bisa mengantarkan Dhita karena harus takziah.
Dengan memesan taksi online Dhitapun berangkat sendiri.
Setelah hampir menunggu satu jam lebih akhirnya selesai juga urusannya dirumah sakit.
Saat sedang memesan taksi online tiba-tiba saja ada seseorang yang tanpa sengaja menabraknya hingga ponselnya terjatuh dan berantakan.
"Maaf mbak saya gak sengaja" ucap pria itu.
"Biar saya ganti ponselnya ya" lanjutnya merasa bersalah.
Sejenak Dhita terpaku sambil menatap ponselnya yang hancur.
Dhita pun menatap pria didepannya dan mencoba mengingat siapa kira-kira pria itu.
"Dhita..ini gw Dimas, masa loe lupa sih" ucap pria itu sambil menyebutkan namanya.
Dhita pun langsung tersenyum mendengar nama Dimas teman dekatnya waktu ia masih kerja di sebuah kafe.
"Kk Din, gimana kabarnya?" ucap Dihita sambil mengulurkan tangan.
"Alhamdulillah baik Tha, kamu sendirian kesini" ucap Dimas dengan mata yang seperti sedang mencari sesuatu.
"Nyari siapa kk Dim?" tanya Dhita heran.
"Suami loe mana, masa iya loe sendirian kesini sambil bawa bayi lagi" ucap Dimas seakan tidak percaya.
Wajah Dhita kembali terlihat murung, Dimas yang melihat perubahan diwajah Dhita langsung mengalihkan pembicaraan.
"Kebetulan disebelah ada kafe, kita ngobrol dulu yuk abis itu kita ke toko ponsel buat ganti hp kamu yang aku rusakin tadi" ucap Dimas yang langsung disetujui oleh Dhita.
Dengan sigap Dimas pun mengambil bawaan Dhita dan menentengnya tanpa malu.
Setelah memesan makanan mereka pun ngobrol sambil mengingat masa lalu saat Dhita masih sering bermain piano di kafe itu.
"Kk Dim sekarang udah punya anak berapa?" tanya Dhita sambil meminum jusnya.
"Aku belum nikah Tha, masih belum Nemu jodohnya" ujar Dimas dengan senyum kecut.
__ADS_1
"Oh..maaf ya kk" balas Dhita dengan rasa bersalah.
"Gak apa-apa Tha santai aja, oh iya anak kamu ganteng banget sih, pasti papanya juga ganteng ya" ucap Dimas
Dhita hanya tersenyum mendengar perkataan Dimas.
Mereka pun makan sambil tertawa dan bercanda, tanpa sengaja Dhita melihat Daniel pun sedang berada disana bersama Anti dan juga genk sendok emasnya dulu.
"Pantes aja dia lupa, ternyata lagi asik sama tuh cewe dan teman-temannya" batin Dhita sambil melihat kearah Daniel yang duduk bersebelahan dengan Anti.
"Ayo Tha kita cari hp buat ganti yang tadi" ucap Dimas.
"Gak usah kk Dim,gak apa-apa biar nanti aku beli sendiri" tolak Dhita
"Ya gak gitu juga Tha, kan aku yang rusakin jadi aku harus tanggung jawab dong" ucap Dimas.
Dhita pun tersenyum, mereka pun bersiap akan pergi saat tanpa sengaja Daniel melihat Dhita bersama seorang pria yang menentang tas perlengkapan Dika.
"Astaghfirullah gw lupa kalo hari ini jadwal periksa bayi gw" ucap Daniel sambil berdiri dan berusaha mengejar Dhita.
"Tha....Dhita..." panggil Daniel sambil berlari keluar dari kafe.
Anti yang memang tau jika ada Dhita dikafe itu hanya tersenyum puas.
Ketiga teman Daniel nampak ikut menyusul keluar kafe.
"Sayang...." setelah dirasa dekat Daniel pun langsung menarik tangan Dhita.
Dhita hampir saja terjatuh karena Daniel menarik tangannya lumayan keras.
Aawww
pekik Dhita saat ia hampir terjatuh.
Dengan sigap Daniel menahan tubuh istri dan anaknya.
"Gak usah megang-megang" Dhita menepis tangan Daniel dengan kasar.
"Sayang dengerin aku dulu" ucap Daniel
Andreas dan yang lain pun kini berada dibelakang Daniel termasuk Anti.
"Gak perlu ada yang dijelasin lagi, aku udah liat sendiri kamu berpegangan tangan sama wanita lain dan kalian mendukungnya" ucap Dhita penuh amarah sambil menunjuk kearah Anti dan teman-temannya.
"Dan buat loe pelakon, emang gak bisa apa cari cowo yang masih singel, udah jelas loe tau dia udah punya suami dan anak masih aja gak punya malu" ucap Dhita penuh emosi.
Dimas hanya diam sambil menyimak apa yang Dhita ucapkan.
"Dan buat kalian bertiga, terimakasih udah berpura-pura baik didepan gw, tapi nyatanya Kalian tau dia sudah punya keluarga tapi kalian. masih saja mendukungnya sama wanita itu" pecah sudah tangisan Dhita.
Hilang sudah rasa malunya, ia tidak perduli jika saat ini mereka jadi tontonan orang.
"Kk Dim ayo pulang" ajak Dhita sambil menarik tangan Dimas .
"Sayang kamu pulang sama aku aja, aku jelasin semuanya" ucap Daniel berusaha mencegah Dhita masuk kedalam mobil Dimas.
"Aku gak sudi bareng kamu, pasti juga tempat duduk yang biasa aku duduki sudah diambil alih oleh dia" tolak Dhita masih dengan air mata yang mengalir deras.
"Dan buat loe palekor, ambil tuh bekas gw" ucap Dhita dengan kesal lalu masuk kedalam mobil Dimas.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mobil Dimas pun keluar dari area parkiran kafe entah menuju kemana.
Daniel yang tidak menyangka semua akan jadi kacau akhirnya diantar pulang oleh teman-temannya.