Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 70


__ADS_3

haiii para reader sebelumnya author mohon maaf baru bisa up lagi


Happy Reading


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hari-hari berlalu terasa berat buat Dhaniel,entah kenapa dunia begitu kejam kepadanya,apakah memang ini perjalanan cinta yang harus ia jalani bertahun-tahun ia menunggu Dhita dan ketika sudah hampir pada saat yang ia nanti semuanya buyar tak seperti yang direncanakan.


Ternyata benar kata pepatah yang selama ini sering ia dengar manusia boleh berencana apa saja namun tetap Allah yang menentukan hasil akhirnya.


Sudah hampir dua bulan Dhita dalam tidur panjangnya,begitu dalam kesedihan yang Dhanil rasakan,begitu juga dengan Sheilla dan Bayu yang hampir setiap hari datang kerumah sakit untuk menemui mama tercintanya.


"Ayah kenapa mama tidulnya lama,apa mama malah kalena Shella dan mas Bayu nakal"hati Dhaniel terasa diiris begitu perih dah sakit namun tak berdarah mendengarkan celotehan Sheilla yang belum mengerti apa-apa.


"beib apa kamau masih betah disana?apa kamu tega dengan putri kecil kita dan Bayu yang sudah sangat merindukanmu beib" kata-kata Dhaniel membuat air mata Bunda Ipeh dan Niken mengalir begitu saja mereka berduapun merasa sangat terpukul dengan kejadian ini.


"mama angun,Ella anji gak akal agi allo mama mau angun,mama angan malah" ucap gadis kecil itu lalu duduk dipangkuan sang Ayah dengan air mata berderai dan mengguncang-guncang tangan Dhita.


Sang Nene tak tahan melihat cucu angkatnya histeris langsung menggendong Sheilla dan membawanya keluar.


Bayu pria kecil itu hanya terdiam dengan pandangan kosong,baru saja ia bahagia merasakan memiliki seorang ibu namun kini ia harus merasakan sedih lagi.


Hampir setiap hari ia ditemani Niken kesekolah dan selalu menangis jika ada yang bertanya soal mamanya.


"Sayang ...ayo bangun aku rindu dengan mu,aku tak tahu apa jadinya jika gak ada kamu beib,apa perjuanganku selama ini untuk mendapatkanmu belum ada artinya"bisik Dhaniel ditelinga Dhita


Ia tahu walaupun mata Dhita terpejam ia yakin bahwa Dhita bisa mendengar semua yang ia ucapkan.

__ADS_1


Luka-luka ditubuh Dhita sudah sembuh total bahkan bekasnyapun sudah mulai samar namun entah apa yang membuat gadis itu masih dalam keadaan tak sadarkan diri.


Sementara itu para sahabat Dhaniel dan juga Rivan silih berganti menemani Dhaniel dirumah sakit.


Malam itu saat Dhaniel dan Rivan sedang asik ngobrol tanpa mereka berdua sadari jari Dhita mulai bergerak walau masih lemah,bola mata Dhita nampak bergerak walau matanya masih terpejam.


Mata gadis itu mulai terbuka perlahan-lahan merasakan begitu silaunya saat cahaya lampu mulai menembus penglihatannya untuk sesaat ia mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan dengan cahaya yang terasa begitu menyilaukan.


Dhaniel terkejut saat melihat Dhita mulai membuka matanya dan mengerjapkannya beberapa kali.


"Air..air"suara Dhita terdengar masih samar.


Dhaniel berlari menghampiri Dhita dengan raut wajah bahagia


"beib akhirnya kamu bangun juga"ucap Dhaniel dengan raut wajah sumringah


Dhanielpun segera mengambil segelas air hangat dan meminumkannya dengan sedotan pada Dhita.


Setelah itu ia langsung memencet tombol merah untuk memanggil dokter untuk mengecek kondisi Dhita setelah siuman.


Tak lama kemudian seorang dokter dan dua orang perawat masuk.


"alhamdulillah nona Dhita sudah sadar"dokter itu pun segera memeriksa kondisi Dhita setelah mengecek semuanya ia pun tersenyum.


"alhamdulillah nona sudah baikan hanya tinggal pemulihan saja" ucap sang dokter dengan senyum bahagianya


"terima kasih dok" ucap Dhaniel

__ADS_1


Sang dokterpun menganggukan kepala lalu pamit keluar meninggalkan Dhaniel dan Rivan.


"Terima kasih sayang kamu sudah sadar,aku sangat bahagia"ucap Dhaniel sambil tak henti-hentinya menciumi tangan Dhita.


Ia pun langsung memberi kabar bahagia ini kepada Niken dan Bunda Ipeh berhubung hari sudah larut malam Dhaniel pun meminta tidak usah datang dulu,besok saja bersama anak-anak.


"Niel kenapa wajah kamu seperti ini"tanya Dhita sambil meraba wajah Dhaniel yang sudah ditumbuhi bulu-bulu yang lumayan lebat.


"maaf beib aku gak sempet cukur,tapi aku janji besok aku cukur kok"ucap Dhaniel sambil mengakat kedua jarinya keatas.


Dhita tersenyum dan menatap Dhaniel


"ada apa?kenapa begitu melihatku?"tanya Dhaniel yang merasa tak nyaman melihat tatapan Dhita


"maafin aku Niel selalu buat kamu khawatir" tanpa terasa air mata Dhita mengalir


"sssttt jangan bilang begitu beib,kamu sudah sadar saja aku bahagia"ucap Dhaniel sambil menempelkan sebuah jarinya dibibir Dhita.


"bagaimana kalau kita nikahnya besok saja Niel,disini dan hanya ijab kobul aja"pinta Dhita pada Dhaniel.


Dhaniel yang mendengar permintaan Dhita seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


"apa aku gak salah denger beib"tanya Dhaniel memastikan


"aku serius Niel" Dhita menatap Dhaniel


"baiklah besok kita bicarakan lagi ya,sekarang kamu istirahat dulu"Dhaniel menaikan selimut Dhita sampai batas dada dan ia pun segera duduk disamping Dhita sambil menggenggam tangan Dhita seakan tak ingin dilepaskan lagi.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


__ADS_2