
Hari ini kebetulan hari minggu dimana semua penghuni kediaman Dhanil berada dirumah.
Ada rasa bahagia diwajah Rivan saat ingat kejadian semalam saat Dhita sudah memaafkannya.
Pagi ini semua berkumpul di meja makan untuk sarapan bersama tak terkecuali Rivan,awalnya ia merasa canggung namun karena ia sudah kenal dengan semuanya maka rasa canggung itu pun berangsur hilang.
Selama sarapan Dhita hanya menunduk menatap piring dihadapannya yang berisi nasi goreng kesukaannya.
Rivan yang sesekali melirik kearah Dhita merasa tak nyaman.
"ehemmm....."Dhaniel mendehem dengan maksud mencoba mencairkan suasana.
"beib kamu mau pake telurnya?"tanya Dhaniel sambil mengambil sebuah telur ceplok lalu menaruhnya dipiring Dhita.
"om Ivan abis ini temanin kita main ya"pinta Sheilla manja yang langsung diangguki oleh Rivan
"kid's om Rivan cape,kalian main sama mbak aja ya" bujuk Dhaniel pada kedua anaknya
"gak mau papa kita mau main sama om aja"tolak Bayu dan Sheilla bersamaan
"gak apa-apa Niel biar aku temani anak-anak main"ucap Rivan sambil mengelus rambut Sheilla lembut
"asikkkk"sorak keduanya bahagia
Setelah selesai makan kedua anak itu langsung menarik tangan Rivan ketaman belakang untuk bermain.
Nampak raut wajah bahagia diwajah Rivan sejenak ia lupa dengan Dhita.
__ADS_1
Sementara itu dari jauh Dhita hanya memperhatikan ketiganya.
Ia menarik nafas dalam mencoba menetralisir perasaan takutnya.
Dhaniel yang melihat Dhita langsung menghampirinya lalu melingkarkan tangannya dipinggang ramping Dhita
"Sedang apa Beib" tegur Dhaniel sambil menghirup dalam aroma mawar yang tercium dari tubuh Dhita.
"ihhh kamu jangan begini Niel banyak yang liat" Dhita mencoba melepaskan tangan kekar Dhaniel dari pinggangnya.
"kenapa?kamu malu beib"cecar Dhaniel lalu mengecup cekuk leher Dhita
"ihh...iya lah Niel kan ada anak-anak tuh" ucap Dhita sambil memberi alasan.
"kamu mau jalan-jalan gak beib" ajak Dhaniel
"gak tau kita jalan-jalan aja cari udara segar"
"gak ahh Niel aku males"tolak Dhita
"ayolah beib,biar pikiran kamu sedikit fres"paksa Dhaniel
"emmm....."Dhita nampak berpikir
"ya udah gimana kalo kita ke pantai aja" usul Dhita yang langsung sisetujui oleh Dhaniel
"cuma kita berdua?"tanya Dhita
__ADS_1
"kamu maunya kita berdua aja atau ngajak anak-anak"
"ya kita ajak anak-anak lah Niel masa ditinggal" ucap Dhita
Setelah semuanya siap mereka pun segera masuk kedalam mobil Rivan pun ikut dalam acara dadakan tersebut.
Dhanielpun tersenyum melihat Dhita yang mulai sedikit demi sedikit bisa kembali bersikap biasa kepada Rivan.
Setelah menempuh perjalanan hampir empat jam sampailah mereka dipantai yang berada di ujung pulau jawa tanpa mengganti pakaian kedua anak itu langsung lari menuju pantai dan duduk bermain pasir sambil sesekali dihempas ombak.
Nampak wajah-wajah bahagia terpancar diwajah Rivan dan kedua anak -anak Dhaniel tak terkecuali Dhita dan Dhaniel yang duduk disebuah saung sambil menikmati rujak yang mereka beli saat diperjalanan tadi.
"apa kamu seneng beib"tanya Dhaniel sambil mengelus pipi Dhita lembut
Dhita hanya tersenyum lalu mengambil tangan Dhaniel dari pipinya dan menggenggamnya
"iya Niel aku bahagia,terima kasih udah mau sabar nemenin aku" ucap Dhita sambil menunduk
"eisss apa itu ekspresi bahagia beib" tanya Dhaniel sambil mengambil dagu Dhita dan memaksanya menatap wajah nya.
"aku malu Niel pada diriku sendiri,kenapa aku bisa sebodoh kemarin"aku Dhita lalu kembali menundukan wajahnya
"kenapa kamu bilang begitu beib?"selidik Dhaniel
"ahh sudahlah Niel gak usah dibahas lagi"pinta Dhita sambil mengibaskan tangannya
"heii ayo kita senang-senang dan biarkan yang sudah berlalu pergi bersama ombak itu" ucap Dhaniel sok puitis
__ADS_1
Dhita pun tersenyum mendengar ucapan Dhaniel tadi dan kini mereka ikut bermain air bersama kedua anak-anaknya dan juga Rivan.