Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 35


__ADS_3

Esoknya seperti yang di ucapkan Dhaniel ia menjemputku setelah pamit pada Bunda Ipeh kami pun berangkat.


"kita mau kemana Niel?" tanyaku penasaran tapi Dhaniel tak menjawab ia hanya diam dengan tatapan fokus pada jalan raya.


"ish..emang enak dikacangin" gumanku pelan sambil menatap kesamping


hanya suara radio yang menemani perjalan kami aku pun bernyayi pelan mengikuti lagu yang mengalun dari audio mobil.


Dua jam lebih kami didalam mobil namun tak menunjukan tanda-tanda hampir sampai.


"ini mau kemana sih jauh amat" gerutuku pelan


mungkin Dhaniel mendengar apa yang aku ucapkan ia hanya melihatku sekilas lalu kembali fokus kedepan


untuk menghilangkan rasa jenuh aku pun memainkan ponselku membuka sosmed dan mencari ada berita menarik apa hari ini


ketika sedang menscroll kebawah tiba-tiba mataku sekilas melihat sebuah foto yang menarik perhatianku


aku pun memperbesarnya dan terlihatlah dengan jelas foto Dhaniel dan Hesti yang sedang memilih cincin,dan Hesti yang sedang mamakai gaun pengantin


entah kenapa tiba-tiba dadaku berasa sasak dan nafasku terasa berat.


aku tahu cepat atau lambat ini pasti akan terjadi biarpun mereka bilang pernikahannya hanya sebatas bisnis yang saling menguntungkan tetap saja pasti ada hati yang terluka,aku pun semakin memantapkan niatku untuk meninggalkan kota ini dan nenjauh dari Dhaniel.


aku pun tak dapat membendung lagi rasa sesak didadaku,air mataku lolos begitu saja beruntung aku menghadap kekaca samping mobil aku pun merebahkan kepalaku pada sudut mobil dan memejamkan mataku berharap pria disampingku tak melihat air mata yang mengalir tanpa bisa ditahan.


aku pun menarik nafas dalam dan menghembuskannya berharap rasa sesak didadaku berkurang.


Tak lama kemudian mobil Dhaniel memasuki sebuah rumah yang lumayan besar nampak beberapa pelayan berdiri menyambut kedatangan kami rumah itu terlihat sangat mewah apa lagi posisi rumag yang berada jauh di pedesaan sudah pasti rumah ini adalah yang terbesar dikampung ini.


"selamat datang tuan muda" sapa para pelayan yang menyambut kedatangan kami


Dhaniel terus berjalan tak menghiraukan sapa'an para pelayan yang telah menunggunya


"ish..dasar sombong" umpatku tak suka melihat Dhaniel yang acuh


"tunggu apa lagi,ayo masuk" ucapnya dengan nada sedikit kencang


"ini rumah siapa Niel" tanyaku lagi berharap kali ini dijawab oleh Dhaniel


bukannya menjawab pertanyaanku Dhaniel malah menatap tajam kearahku dari depan pintu yang sudah terbuka lebar


" bisa gak sih gak usah banyak tanya" ucapnya lagi dengan ketusnya


aku pun semakin malas untuk masuk kedalam mengikuti Dhaniel yang sudah berada didepan pintu masuk


"apa perlu aku menyeretmu untuk masuk" ucapnya lagi dengan wajah dinginnya


"kok dia jadi galak sih" batinku


dengan berat aku pun melangkahkan kakiku menginjak satu per satu anak tangga yang hanya ada 8 undakan itu.


aku pun sibuk melihat kiri dan kanan memperhatikan bangunan megah itu

__ADS_1


Dhaniel duduk disofa menyandarkan tubuhnya pada sandaran sofa dan meregangkan tangannya yang mungkin pegal memegang kemudi hampir 3 jam lamanya.


entah sekarang aku berada dimana yang jelas tempat ini adalah sebuah desa yang sangat sejuk didepan sana terpampang pegunungan nan hijau hawa yang sejuk membuatku sedikit tenang.


aku harus tenang agar bisa berpikir apa yang harus aku lakukan selanjutnya,aku tak bisa terus bersama Dhaniel yang sebentar lagi berstatus suami orang, tapi disisi lain kalau aku nanti pergi bagaimana bunda sama Niken, untuk saat ini aku masih bingung apa yang harus aku lakukan semua serba salah .


jenuh...itulah yang aku rasa saat ini setiap aku bertanya pada Dhaniel pasti tak dijawab tetapi jika aku tak bertanya rasa penasaranku semakin menjadi.


aku pun hanya bisa berjalan-jalan mengitari rumah megah itu untuk menghilangkan rasa bosanku dengan di ikuti oleh dua orang pelayan wanita dan dua orang bodyguard dengan seragam hitam dan berbadan besar


" emmm... teteh sama mamang kenapa ngikutin saya terus sih" tanyaku penasaran


jujur aku risih jika harus di ikuti seperti itu aku bukan putri konglomerat atau putri raja yang harus dikawal kemanapun aku pergi.


"maaf nona kami hanya menjalankan perintah tuan muda" ucap salah satu pelayan wanita


"iya aku tahu,aku kan hanya jalan-jalan sekitar sini aja gak keluar dari gerbang jadi gak usah di ikutin" protesku


"maaf nona kami tak berani" jawab salah satu bodyguard berbadan besar


aku hanya mengacak-acak rambutku frustasi


karena kesal aku pun duduk ditepi kolam lalu menrendam kakiku sebatas betis lalu memainkan kakiku didalam air


"bener-bener bikin kesel ihhhh emang aku tahanan apa mesti diperhatiin gak boleh lengah,aku kan orang yang bebas,masa gak boleh maen sama ini lah, gak boleh beginilah" gerutuku sendiri sambil memainkan air dengan sedikit kencang hingga butiran air itu ada yang mengenai wajahku.


"Dhaniel nyebeliiiiin" teriakku kesal


aku lupa kalau ke empat orang dibelakangku adalah anak buah Dhaniel


"sudah puas maki-maki aku" Dhaniel tiba-tiba muncul dibelakangku mungkin saja dia mendengar cacianku barusan tatapi masa bodo lah bagus kalau dia dengar biar dia bisa intropeksi diri dan tidak terlalu berlebihan seperti ini.


"beib maaf kalau aku terlalu over protektif tetapi semua aku lakukan karena aku gak mau keilangan kamu"


"mungkin untuk sementara kamu stay disini dulu dan kamu harus terbiasa dengan semuanya, pengawal dan pelayan" ucapnya seakan tanpa dosa


aku pun terkejut mendengar ucapan Dhaniel


"apa maksudnya Niel" tanyaku meminta penjelasan


"bukannya udah jelas beib,mulai hari ini kamu tinggal disini sampai beberapa minggu kedepan dan aku harap kamu tidak membuat masalah" jelasnya sambil mengelus lembut rambutku


"kamu gak bisa begitu Niel,aku gak mau,terus kalau aku disini bagaimana dengan Bunda dan Niken" protesku tak terima


"keputusanku sudah bulat Tha,kamu harus disini untuk sementara dan soal Bunda kamu gak usah khawatir aku sudah minta ijin sama bunda makanya aku berani membawamu kesini" jelasnya


yang membuat aku tak percaya kenapa Bunda memberi ijin memangnya apa yang sudah dibilang Dhaniel sampai Bunda mengijinkannya.


"aku gak mau" tolakku


"terserah mau terima atau tidak yang jelas kamu akan disini untuk sementara dan anggap saja ini hukuman buat kamu yang gak mau denger perintahku"


"mana bisa aku tinggal disini baju aja aku gak bawa" ucapku beralasan sambil memalingkan wajahku enggan rasanya menatap wajah tampan pria disampingku

__ADS_1


"semua kebutuhan kamu sudah tersedia beib jadi gak ada alasan apapun ok" tegasnya


"aku gak mau pokoknya aku harus kembali kerumah bunda " tolakku lagi


"jangan keras kepala beib"ucapnya lembut


"pasti ada sesuatu makanya dia membuang aku kesini" pikirku


"sekarang mending kamu bilang apa yang bikin kamu mengasingkan aku, bahkan menjauhkan aku dari keluargaku" ucapku dengan nada yang mulai sedikit emosi


bukannya menjawab tetapi Dhaniel malah tersenyum,ia pun berdiri


"nikmati aja beib lagi juga ini gak lama,nanti setelah urusanku selesai aku akan jemput kamu" ucapnya lagi lalu berjalan meninggalkan aku yang masih kesal seorang diri ditepi kolam.


tak lama kemudian terdengar suara mobil berjalan menjauh


"sit...dia bener ninggalin aku disini" makiku kesal


aku pun segera berdiri dan berjalan dengan kesal menuju sofa tempat tadi aku duduk untuk mengambil ponselku


aku coba menghubungi Dhaniel namun tak dijawab akhirnya aku mengirimi nya chat


"Dhaniel kenapa loe ninggalin gw disini"


"dasar pria berengsek"


"gw bakal kabur dari sini dan loe gak bakal liat gw lagi"


"gw benci ama loe"


"gw bakal ngumpet di lubang semut biar loe gak bisa nemuin gw"


begitu banyak chat yang aku kurim namun tak satu pun yang dibalas oleh Dhaniel hanya dibaca.


"nona mari saya antar ke kamar anda" ucap seorang pelayan yang masih cukup muda tanpa membantah aku pun mengikuti pelayan wanita itu menuju sebuah kamar dan begitu pintu kamar terbuka nampak sebuah ruangan yang begitu luas dan sangat newah namun tetap saja aku kangen dengan kamarku sendiri.


aku pun merebahkan diri diatas kasur yang super empuk itu terasa begitu nyaman tak menunggu lama aku pun tertidur sejenak melupakan rasa kesalku pada Dhaniel yang telah mengasingkan ku.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


hai para reader author mahon maaf jika masih banyak typo bertebaran


jika kalian suka dengan ceritanya mohon dukung author dengan cara


- like


- vote


- komennya


salam kenal


author/amel

__ADS_1


__ADS_2