
hai para reader terima kasih sudah mampir di karya ku ini
author mohon maaf kalau masih banyak typo bertebaran
Happy reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Setelah hampir 2 jam Dhita tertidur setelah ia selesai diurut, ia terbangun karena kakinya yang sakit tersenggol oleh kaki Dhaniel yang tertidur pulas disamping Dhita.
" awwwww" pekik Dhita saat kaki nya tersenggol
" ada apa beib" Dhaniel pun terbangun mendengar suara rintihan Dhita
" kaki kamu tuh nendang kaki aku yang sakit tau" ucap Dhita sambil memajukan bibirnya kesal
" masa sih"
" iya..kalo g ketendang kamu mungkin aku masih tidur tau"
" iya...maaf deh beib "
" aku keluar sebentar ya " ijinnya aku pun menganggukan kepala tanda memberi ijin
Dhaniel pun segera bergeser turun dari tempat tidur dan mengecup sekilas kening Dhita lalu keluar dan tak lama kemudian terdengar suara mesin mobil dinyalakan dan meninggalkan area villa entah ia akan pergi kemana.
karena merasa bosan Dhita mengambil ponselnya ia memfoto kakinya yang terbalut perban lalu memposnya di akun sosmednya dengan tambahan chapster " akibat cemburu buta kakiku menjadi korban"
ting ...suara notifikasi status terkirim
karena bosan dhita berusaha bangun dari tempat tidur dan dengan susah payah ia akhirnya sampai juga di balkon ia pun berdiri disisi balkon sambil menghirup udara yang terasa sejuk
udara puncak yang memang sejuk membuat Dhita merasa sangat nyaman hingga ia pun terlelap diatas bangku yang ada di balkon
akhirnya Dhaniel pun kembali dengan membawa kursi roda untuk Dhita
Andreas dan yang lainnya yang kebetulan sedang berkumpul diruang tengah nampak bingung saat Dhaniel membawa kursi roda naik kelantai 2
" kursi roda buat siapa Niel " tanya Hesty yang penasaran
" buat Dhita dia kakinya sakit" jelasnya
" kenapa" tanya Hesty lagi
__ADS_1
" liat sendiri aja deh dikamar susah kalo.dijelasin mah" ucap Dhaniel melanjutkan langkah kakinya menuju kamarnya di lantai 2
karena penasaran akhirnya mereka pun bersama-sama menuju kamar Dhäniel
Dhaniel yang masuk terlebih dahulu begitu khawatir ketika tak menemukan Dhita ditempat tidur ia pun membuka pintu kamar mandi namun disana pun ia tak menemukan sosok yang ia cari akhir ia bisa bernafas lega saat melihat gadisnya terlelap dibangku yang ada dibalkon ia pun mendekatinya dan berjongkok didepan gadis yang sedang terlelap itu dan menatap wajah manis Dhita ia pun tersenyum dan mengelus pipi mulus Dhita dengan punggung tangannya
" maafin aku beib" ucapnya lirih
sementara itu Andreas dan yang lainnya yang hendak masuk ke kamar mendadak berhenti mereka berkumpul dipintu kamar memperhatikan Dhaniel yang sedang menatap Dhita dengan penuh rasa penyesalan
" apa separah itu sampai harus pakai kursi roda" tanya andreas pelan pada pian yang berada disebelahnya
" gak tau tanya aja ama Dhaniel" jawab Pian
Dhanil hendak mēngendong Dhita namun dhita terbangun karena ia merasa kakinya begitu nyeri saat Dhaniel menyentuhnya
" ih...kamu mau ngapain,sakit tau " Dhita menepis tangan Dhaniel yang menyentuh kakinya
" maaf beib aku tadinya mau mindahin kamu ke tempat tidur, memangnya sakit beib disini " jelas Dhaniel sambil menunjuk betisku, aku pun hanya menganggukan kepala
" kita kerumah sakit aja ya biar diperiksa takutnya kenapa-napa" pinta Dhaniel dengan nada khawatir
" g usah niel, 3 hari juga sembuh" tolakku
" hai tha gimana kakinya udah enakan" tanya Hesti ramah sambil berjalan mendekat kearahku
ia pun mendekatiku dan duduk di bangku yang satunya lagi di ikuti yang lain
" apa gak sebaiknya di rongsen niel siapa tau ada tulangnya yang retak" saran Pian
" ni aku lagi bujuk biar mau aku bawa ke rumah sakit tapi dhitanya dari tadi nolak terus" ucap Dhaniel tanpa memalingkan pandangannya dari wajah dhita
" gak usah besok juga sembuh kok " tolakku
aku pun berusaha berdiri dan ingin merebahkan tubuhku dikasur
" kamu mau kemana beib" tanya Dhaniel yang yang langsung menggendongku
" niel turunin, aku dituntun aja ke tempat tidur" pintaku
" diam lah beib aku akan merawatmu sampai kamu sembuh" lalu meletakan tubuhku dengan hati-hati dikasur
aku merasa malu dengan perlakuan Dhaniel kepadaku apa lagi disitu ada Hesti tunangan sah nya Dhaniel
__ADS_1
" Niel jangan begini gak enak ada Hesti" bisikku
" g apa-apa yang dia gak.akan marah" jawab Dhaniel santai
" Tha mending kita periksa aja ke RS biar di rongsen " bujuk pian dari arah sofa yang langsung diangguki oleh yang lain
" gak usah ini tuh cuma keseleo doang besok juga sembuh kok" tolakku lagi
" ya sudah kita pulangnya kalo kaki kamu sudah sembuh ya" ucap Dhaniel
yang lain hanya menurut saja dengan apa yang di putuskan oleh sang tuan muda Dhaniel
" gak bisa Niel besok kita harus pulang soalnya aku harus kerja lusa" jelasku
" Dhita aku tegaskan sekali lagi mulai saat ini aku gak ijinin kamu buat bekerja lagi, dan aku gak mau berdebat membahas masalah ini" ucapnya dengan penekanan di tiap katanya
" ta..."
cup
belum sempat aku meneruskan kata-kataku dhaniel sudah membungkam mulutku dia mengecup bibirku
" niel..." sentakku karena kesal dengan Dhaniel
" aku udah bilang beib aku gak nerima alesan apa pun pokoknya aku mau kamu diam aja dirumah aku yang akan nanggung semua biaya hidup kamu dan keluarga kamu " jelasnya
" mulai hari ini kamu harus menuruti semua peraturanku beib"
" hei...hello, apa kamu sadar kamu bilang apa Niel" tanya ku sambil menatap wajah Dhaniel tak terima dengan semua yang ia ucapkan barusan
" ya ...aku sadar dan kalian semua yang ada disini kalian jadi saksi mulai saat ini aku melarang kekasihku untuk bekerja dan hanya boleh bergaul dengan orang-orang yang aku setujui saja " ucapnya dengan tegas dan meunjuk kearah teman-temannya
" hei...yang bakal jadi calon istri kamu itu Hesti bukan aku" protesku tak terima
" beib Hesti memang tunangan aku dan kami akan menikah tapi kami sudah mempunyai kesepakatan walau kami menikah kami masih boleh berhubungan dengan orang yang kami sayangi, makanya Hesti tak melarang aku masih berhubungan dengan kamu dan aku pun tak melarang dia berhubungan dengan Hendy, apa sekarang kamu mengerti sayang" jelas Dhaniel sambil mengangkat daguku memaksaku untuk menatap wajah tampannya
" hubungan macam apa kaya begitu " ucapku sambil memalingkan wajahku kesal
mereka yang ada disana hanya tersenyum mendengar gerutuan Dhita
memang aneh sih kalau dipikir, jarang ada orang yang mempunyai hubungan kaya Dhaniel dan Hesti walaupun sudah resmi bertunangan tetapi mereka tetap menjalani hubungan dengan orang yang mereka cintai
" sudah sana pada keluar biar Dhita istirahat dulu" usir Dhaniel pada teman-temannya dan mereka pun menurutinya.
__ADS_1
" akhirnya aku bisa rebahan juga "
Dhita pun menarik selimutnya dan memejamkan matanya begitu pun Dhaniel ia ikut merebahkan diri disamping Dhita dan melingkatkan tangannya ditubuh Dhita dan tak lama kemudian mereka pun terlelap dalam mimpi masing-masing