Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 71


__ADS_3

Haii Author kembali,maaf lama up nya maklum ada sedikit kesibukan di dunia nyata,terima kasih buat kalian yang menunggu up cerita kita


\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Keesokan harinya Dhaniel sudah mencukur bulu-bulu halus yang tumbuh diwajahnya,wajahnya kembali tampan walaupun sedikit tirus karena beberapa minggu berada dirumah sakit dan kondisi Dhita yang tak kunjung sadar membuatnya enggan beranjak dari sisi tempat tidur Dhita walaupun hanya sekedar untuk mengisi perutnya.


Dhita tersenyum begitu melihat wajah Dhaniel sudah kembali bersih.


"seneng deh beib liat kamu senyum lagi"ucap Dhaniel lalu duduk disamping Dhita sambil menggenggam tangan Dhita.


"kamu kok kurusan sih Niel,pasti gara-gara aku ya"tanya Dhita dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca


"ssst...sudah gak apa-apa beib,nanti juga aku gemuk lagi jangan nangis lagi" Dhaniel meletakan jari telunjuknya dibibir Dhita saat gadis itu bersedih dan mulai menyalahkan diri sendiri.


"Gimana Niel dengan usul aku,kita nikah sekarang aja"


Dhaniel tersenyum "emang udah gak sabar ya mau jadi istri aku "


Wajah Dhita sedikit memerah malu,memang terkesan dirinya ingin segera dinikahi oleh pria disampingnya kini.


Bukan tanpa alasan Dhita ingin segera dipersunting oleh Dhaniel,ia hanya takut pernikahannya akan gagal lagi.


"ihh bukan begitu Niel,aku cuma gak ingin gagal lagi"jawab Dhita lirih.


Dhaniel yang mengerti suasana hati Dhita akhirnya mulai berbicara serius.


Dhaniel menggenggam tangan Dhita lembut sedangkan tangan yang satunya lagi membelai lembut wajah gadis yang sudah bertahun-tahun mengisi hatinya

__ADS_1


"Beib,aku ingin pernikahan kita jangan dirumah sakit,nanti saja kalau kamu sudah boleh pulang dan kita akan nikah dirumah kamu saja,walaupun hanya Akad Nikah saja tapi aku ingin semua keluarga hadir"ucap Dhaniel lembut


"maka nya sekarang kamu makan yang banyak biar kondisi kamu cepat pulih dan boleh pulang abis itu baru deh kamu jadi istri aku,kebetulan kedua orang tuaku sudah ada disini"lanjut Dhaniel dengan tangan yang masih membelai lembut rambut lalu turun kewajah gadis didepannya.


Dhita hanya menganggukan kepalanya "ya udah kalau maunya kamu begitu sih"


"ihh jangan ngambek dong beib "ucap Dhaniel sambil mencubit ujung hidung Dhita


"ihhh kemaren-maren nyentil jidat,sekarang nyubit idung, sakit tau"protes Dhita


Kemesraan mereka terhenti saat terdengar suara pintu dibuka.


Masuklah seorang perawat yang akan mengecek kondisi Dhita pagi ini dan pelayan rumah sakit yang membawakan sarapan.


Setelah selesai dengan tugas masing-masing mereka pun pamit keluar.


Dhita yang melihat isi mangkok sarapannya nampak tak berselera


"masa makan begituan sih Niel,aku maunya bubur ayam yang diabang-abang pake kerupuk sama sambel"gerutu Dhita tetapi tetap membuka mulut saat Dhaniel menyuapinya


Dhaniel yang mendengar celotehan Dhita hanya tersenyum


"mau bubur yang di abang-abang dorong?"tanya Dhaniel


Dhitapun mengangguk senang karena ia berpikir Dhaniel akan menuruti keinginannya


"boleh,tapi nanti ya kalau kamu udah boleh pulang,sekarang ini dulu"lanjutnya dan seketika itu juga wajah Dhita langsung cemberut.

__ADS_1


Dhaniel tersenyum melihat Dhita yang memajukan bibirnya,dengan cepat ia mengecup sekilas bibir yang mengerucut itu.


Mata Dhita langsung melotot "Dhaniel..."


"apa?cuma sekilas aja masa gak boleh" Dhaniel tertawa melihat Dhita yang semakin kesal


"aku kan belom gosok gigi Niel hampir 2 bulan lagi"gerutunya


"tapi gak bau jigong kok,malah wangi"Dhaniel makin tertawa


"wangi apa'an mumpung dirumah sakit periksa tuh idung siapa tau lubangnya mampet satu"jawab Dhita sedikit ketus


"ini yang aku kangen dari kamu beib,judesnya keluar" ucap Dhaniel lalu mecubit hidung Dhita gemas.


"awww sakit tau"pekik Dhita kesal


"ya ampun beib aku kangen kamu yang seperti ini" Dhaniel langsung memeluk Dhita erat


"jangan pernah bikin aku panik lagi beib,tiga kali aku hampir kehilangan kamu,aku mau ini yang terakhir"ucap Dhaniel makin mengeratkan pelukannya


Dhita terharu mendengar ucapan Dhaniel,ia sadar selama ini Dhaniel memang sabar menghadapi dirinya


Haiii para reader terima kasih sudah mau mampir dikaryaku,sebelumnya author mohon maaf karena baru bisa up sekarang.


Author mohon dukungannya dengan cara Like,rate dan juga kritsarnya author tunggu


slam manies

__ADS_1


Amellajj/author


__ADS_2