
Sore harinya ketika jam pulang kerja nampak Andreas sudah menunggu Dhita didepan mobilnya
"Dhita ayo ikut gw sekarang" ucap Andreas begitu melihat Dhita keluar dari kafe
Dhita mengernyitkan dahinya bingung,andreas seakan mengerti dengan pemikiran Dhita
"gw yang disuruh bos jemput loe,ayo cepet naek jangan jadi patung disitu" jelas andreas sambil membukakan pintu untuk Dhita
dengan rasa malas akhirnya Dhita pun naik kedalan mobil dan duduk manis disamping Andreas yang sedang mengemudi
karena merasa sepi andreaspun menghidupkan radio yang ada dimobil tanpa sadar Dhita pun bersenandung mengikuti lagu yang saat ini sedang mengalun
berakhirlah sudah cerita kita
setelah sekian lama bersama
kau hadirkan dia dalam cerita
yang hanya menyisakan luka
ku coba menahan perih yang kurasa
walau ini menyakitkan...
Ji....
tiba-tiba andreas mematikan radionya
"kok dimatiin sih dre.." protes Dhita
"loe nyanyi buat gw yang ada tar gw yang kena makian ama Dhaniel"jawab andreas sambil tetap pokus melihat jalanan didepannya
"ih...apa urusannya dre"gerutu dhita
"loe tau tau gak sih tha gw tuh selalu jadi pelampiasan si Dhaniel gara-gara loe apa lagi pas loe ilang gw yang paling sengsara tau" tutur Andreas
"lah itukan resiko loe yang mau jadi temen deket plus asistennya"jawab Dhita seakan tanpa rasa bersalah
andreas melirik dhita dengan menahan rasa gemas ia pun mengacak-acak rambut Dhita karena geregetan
"dre...berantakan rambut gw"protes Dhita sambil menepis tangan Andreas dan merapikan kembali rambutnya dengan jari-jari tangannya.
"kalo bukan gebetan Dhaniel udah gw cium loe" ucap andreas pelan namun masih dapat didengar oleh Dhita
"loe bilang apa tadi ndre" tanya dhita dengan mata sedikit melotot
__ADS_1
"gak bilang apa-apa gw,loe salah denger kali" ucapnya ngeles sambil tersenyum
"ya ampun tha kok gw mulai ikutan suka ya sama loe,bisa mati gw kalo dhaniel tau" batin andreas
akhirnya mereka sampai di hotel tempat Dhaniel menginap selama berada dikota itu
Andreaspun membukakan pintu mobil lalu mengantarkan Dhita kekamar Dhaniel.
"masuk sana Dhaniel ada di dalam"titah andreas saat membuka pintu kamar
"gak ah.."badan Dhita membatu seakan tak mau masuk kedalam kamar itu
akhirnya andreaspun mendorong tubuh Dhita agar masuk namun dhita tetep tak mau masuk ia pun menahan tubuhnya dengan berpegangan dengan pinggiran pintu
Dhaniel yang melihat kejadian itu pun tersenyum
"setakut itukah dia padaku" batin dhaniel lalu ia mendekati dhita yang masih mematung didepan pintu
dhita yang melihat Dhaniel mendekat langsung mundur beberapa langkah namun langkahnya terhenti saat tubuhnya beradu dengan tubuh andreas yang masih berdiri didekat pintu.
tanpa banyak berbicara Dhaniel langsung membopong tubuh dhita lalu meletakannya diatas sofa.
andreas yang sadar diri langsung keluar dan menutup pintu kamar Dhaniel memberi kesempatan buat sahabatnya itu untuk melepas rindu pada wanita yang sangat dicintainya.
"dre..."belum sempat dhita meneruskan kalimatnya bibirnya sudah dibungkam oleh Dhaniel.
Dhita terus melawan dengan mengelengkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk menghindar agar dhanil tak bisa menciumnya
akhirnya dhaniel menahan dagu dhita dengan tangan yang satunya hingga dhita tak dapat bergerak lagi
"apa kau tak merindukan aku beib"tanyanya dengan nafas yang berat.
ujung hidung kami pun saling menempel hingga hembusan nafasnya sangat terasa di kulit wajahku
entah siapa yang memulai kini bibir mereka saling bertemu dhaniel ******* bibir dhita dengan sangat lembut dengan sesekali menggigit kecil bibir bawah dhita hingga terdengar suara erangan dari mulut dhita.
ia menahan birahinya yang kini semakin memuncak akibat ciuman panas dan lumayan lama.
saat pautan bibir mereka terlepas dhita menghirup oksigen sebanyak mungkin begitu pun Dhaniel.
ia mulai melepaskan cengkramanya ditangan dhita dan duduk disofa begitu pun dengan dhita ia segera bangun dan duduk menjauh dari dhaniel ia takut pria itu akan kembali menerkamnya.
"mendekatlah beib"perintah dhaniel sambil menepuk sofa kosong disebelahnya
dhita hanya menggelengkan kepalanya
__ADS_1
"ohh ayolah beib,gak usah takut aku gak akan menerkammu lagi kalau kau menurut" ucapnya sambil tersenyum mencurigakan.
dhita pun mendekat dan duduk dengan manis disebelah Dhaniel.
"beib...kenapa waktu itu kamu kabur ninggalin aku"tanya dhaniel yang kini menatap tajam kearah dhita
"ishh jangan gitu dong liatinnya niel"pinta dhita sambil menunduk tak mampu menatap mata dhaniel
"aku butuh jawaban kamu beib"ulang dhaniel mengingatkan
dhita masih tak mau menjawab ia memalingkan wajahnya namun dhaniel dengan cepat maraih dagu dhita dan memaksanya untuk kembali menatap wajahnya.
"kenapa kamu masih bertanya soal itu niel"jawab Dhita dengan suara pelan hampir tak terdengar
"aku hanya penasaran aja beib,kenapa kamu sebegitu gak mau bersama denganku,padahal kalau dilihat apa yang kurang dari aku" tanyanya masih dengan tatapan yang sulit diartikan
"gak ada yang kurang dari kamu niel justru karena kamu hampir sempurna itu yang membuat aku merasa tak pantas untuk bersamamu" jawab dhita pelan sambil memainkan ujung bajunya
"dari segi apa hingga kamu merasa tak pantas buat aku"tanyanya semakin menajamkan tatapannya
"ya dari segala hal niel,aku ngerasa gak pantas dan aku juga gak mau jadi istri kedua niel aku gak mau jadi pengrusak rumah tangga orang walaupun dulu ia sudah menyetujuinya" jelas Dhita dengan mata yang mulai berkaca-kaca
"sayang dengarkan aku...sampai kapanpun aku gak akan lepasin kamu" tegas Dhaniel sambil menagkup wajah dhita dengan kedua tangannya
"waktu sma memang aku salah sudah menjadikanmu taruhan,tapi setelah kita pisah yang pertama dulu aku baru sadar kalau aku beneran suka ama kamu" jelas Dhaniel
"aku gak mau tau pokoknya kita pulang trus nikah" paksa Dhaniel
"ya gak bisa gitu dong niel semua itu ada prosesnya "tolak Dhita
"coba lihat sudah kabur hampir 5 tahun masih bilang butuh proses"
"niel aku belum siap,aku ...." dhita tak melanjutkan kata-katanya karena Dhaniel menatapnya dengan tajam
"aku tak butuh menunggumu siap beib,sekarang kamu tinggal pilih mau ikuti aku dan kita akan bahagia atau kau akan kehilangan putri kecilmu yang cantik itu"ancam Dhaniel
"apa maksudmu niel?kamu mengancamku" kini dhita sedikit menaikan volume suaranya kala mendengar tentang keberadaan sheilla
"tenang saja saat ini putrimu aman bersamaku tapi kalau kamu menolakku lagi aku jamin putri tercintamu tak akan pernah kembali lagi padamu,aku akan membawanya jauh bersama dengan putraku" ucapnya
"heiii gak bisa gitu dong niel,dia itu putriku kamu gak berhak atasnya"protes dhita
"semua terserah padamu sayang,sekarang dia sudah berada dirumahku mungkin saat ini dia sudah tidur" ucap dhaniel dengan senyum kemanangan
"kamu jahat niel" dhita tiba-tiba menyerang Dhaniel dia memukul-mukul dada dhaniel meluapkan kekesalannya
__ADS_1
Dhaniel hanya diam tak membalas pukulan dhita mungkin baginya pukulan dhita hanya seperti dipijat saja.