
Dhita masih nampak kesal dengan kehadiran Dhaniel dan Andreas
dimeja makan mata Dhaniel tak pernah lepas menatap gadis manis yang kini sedang asik menikmati makan malamnya.
Namun sang gadis hanya acuh tak memperdulikan kedua pria yang kini menatapnya.
setelah menyelesaikan makan malamnya tanpa basa basi Dhita langsung menuju keruang keluarga untuk menonton televisi.
"gak ada yang seru sih ni acara" gerutu Dhita sambil memencet tombol remot mengganti saluran demi saluran namun tak satupun ada yang menarik menurutnya.
"Dhita aku mau ngomong" ucap Dhaniel lalu duduk disebelah Dhita
"tapi sayangnya aku gak mau ngomong ama kamu" balas Dhita ketus lalu berdiri dan hendak meninggalkan Dhaniel namun kalah cepat dengan tangan Dhaniel yang lebih dulu menarik tangan Dhita dengan keras hingga membuat Dhita kembali duduk.
"apa'an sih megang-megang gak tau malu udah punya istri juga" kali ini ucapan Dhita terasa begitu menusuk dihati Dhaniel walaupun pada kenyataanya memang benar dia telah menikah
"kamu kok ngomongnya begitu?" tanya Dhaniel namun kali ini wajahnya nampak memerah menahan amarahnya.
"kenapa?emangnya aku salah ngomong begitu" tanya Dhita seakan menantang Dhaniel
"Dhita dengarkan aku semua ini hanya palsu aku mau kamu tahu itu" ucap Dhaniel dengan penuh penekanan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Dhita.
"apa pun itu niel mau palsu apa beneran tapi kenyataanya kamu itu udah berstatus suami orang" ucap Dhita dengan menekankan kata suami orang
"dan perlu kamu ingat Niel pernikahan kamu itu dirayakan dengan sangat mewah dan hampir semua orang tahu" lanjut nya
Dhaniel hanya diam mendengarkan semua ucapan Dhita, dia tahu jika gadis didepannya kini sedang meluapkan semua kekesalannya.
Sementara itu Andreas hanya menjadi pendengar dan penonton dari kedua orang didepannya layaknya orang menonton drama di tv tapi live.
"gak usah megang-megang sih" dhita menepis tangan Dhaniel yang hendak meraih tangannya
"beib aku tuh kangen banget ama kamu" ucap Dhaniel sambil bergeser mendekat ke Dhita
"aku gak"jawab Dhita cepat sambil menggeser duduknya menjauh dari Dhaniel
Andreas yang melihatnya berusaha menahan tawanya agar tidak terdengar oleh kedua orang yang didepannya.
Dhaniel terus berusaha merayu Dhita namun tak membuahkan hasil yang ada malah Dhita tambah tak menyukainya.
Dhaniel mengusap wajahnya dengan kasar ia tak tahu harus bagaimana lagi menjelaskan pada Dhita tentang pernikahannya.
__ADS_1
Sementara itu Dhita nampak kesal ia pun segera berdiri dan berjalan menuju kamarnya
Dhaniel hanya melihat Dhita yang semakin menjauh dan akhirnya hilang dibalik pintu
kini semua rasa ada didalam hatinya kesal,kecewe,dan amarah karena Dhita tak mau mengerti tentang permasalahanya.
ia pun memejamkan mata berusaha menenangkan diri
Andreas yang melihat wajah sahabatnya begitu kusut seperti pakaian yang belum disertika berkali-kali hanya diam tak mampu berkata.
Sebetulnya ia ingin memberi saran namun ia urungkan karena takut sarannya malah akan membuat sahabatnya tambah frustasi.
"Niel mending kita istirahat dulu biar otak loe lebih fres besok"ajak Andreas pada Dhaniel yang langsung diangguki oleh Dhanel
merekapun tidur di kamar tamu.
sementara itu dikamar Dhita menggerutu sendiri sambil menatap foto Dhaniel yang ada di ponselnya
"jangan mentang-mentang kamu kaya,ganteng terus bisa seenaknya aja ama cewe,mungkin kalo orang lain mau-mau aja kamu jadi'in istri kedua atau ketiga, tapi kalau aku mah gak sudi biar kata kamu kaya juga ganteng, aku sih cuma mau jadi yang pertama " umpat Dhita pada photo yang tak bersalah didepannya
Dhita pun merebahkan diri dan menarik selimutnya lalu memejamkan mata dan berharap semoga esok jika ia membuka mata pikiran dan hatinya akan lebih tenang.
Malam itu Dhita tidur dengan gelisah ia membolak balikan badannya dan alhasil paginya ia merasa badannya malah semakin tak nyaman
Dhaniel dan Andreas yang sejak tadi sudah menunggu di meja makan nampak sudah tak sabar untuk menikmati hidangan yang sudah tersaji di depan mereka.
"bi...panggilin Dhita suruh turun"perintah Dhaniel pada seorang pelayan dan pelayan itu pun langsung menuju kamar Dhita
tok
tok
tok
"non disuruh segera turun sudah ditunggu dimeja makan"ucap sang pelayan dari balik pintu
setelah menunggu beberapa menit tak ada respon dari dalam sang pelayan pun kembali mengetuk pintu kamar Dhita namun sama tak ada jawaban dari dalam
ia pun memberanikan diri memutar knop pintu dan beruntungnya tidak terkunci
dengan hati-hati pelayan itu pun mendekat ke arah tempat tidur Dhita
__ADS_1
"non bangun udah siang" pelayan itu memegang bahu Dhita dengan lembut berharap Dhita bangun, namun ia terkejut ketika menyentuh bahu Dhita yang dirasa sedikit panas ia pun memberanikan diri menyentuh Dahi Dhita dengan punggung tangannya dan ia pun merasakan hawa panas dari dahi Dhita.
pelayan itu pun segera turun untuk memberitahukan kondisi nona mudanya pada Dhaniel.
"lama amat sih bi lagi apa sih dia"tanya Dhanel begitu pelayan yang ia suruh memanggil Dhita tiba
"maaf tuan,non Dhita demam?" ucap sang pelayan
tanpa menunggu lagi Dhaniel segera menuju kamar Dhita untuk memastikan kondisi kekasihnya itu.
"beib kamu kenapa?" tanya Dhaniel begitu ia sampai di kamar Dhita dan duduk disisi ranjang lalu meletakan tangannya di dahi Dhita.
Beberapa orang pelayan masuk dengan membawa sarapan dan juga obat penurun demam dan sebaskom air dan handuk kecil untuk mengompres dahi Dhita.
Dhaniel menguncang-guncang bahu Dhita pelan berharap wanita itu mau membuka mata.
"ishhh berisik amat sih aku masih mau tidur niel"ucap Dhita masih dengan mata terpejam.
"ayo bangun dulu beib trus sarapan abis itu minum obat baru deh kamu tidur lagi" ucap.Dhaniel berusaha membangunkan Dhita
"aku gak mau ah mulutnya pait" jawab Dhita masih dengan mata terpejam
"ayo lah beib melek dulu abis itu kamu tidur lagi gak apa-apa" bujuk Dhaniel
"gak mau ah" tolak Dhita sambil menepis tangan Dhaniel
"kamu mau melek dulu atau mau aku cium sekarang"bisik Dhaniel diteliga Dhita
dengan wajah cemberut akhirnya Dhita memaksakan matanya untuk terbuka,ia pun hanya bisa bersandar diheadbed karena merasa badannya begitu lemas
Dhaniel merapikan anak-anak rambut yang menempel diwajah Dhita lalu menyelipkannya dibelakang telinga Dhita dengan lembut lalu ia mengambil nasi dengan sendok lalu meminta Dhita untuk membuka mulut namun Dhita hanya diam saja dengan memandang kosong kedepan
"ayo buka mulutnya beib atau kamu mau aku menyuapi dengan cara berbeda" ucapnya dengan senyum sedikit mencurigakan
"ishh bisanya maksa aja" gerutu Dhita pelan namun masih dapat didengar oleh Dhaniel
ia pun tersenyum penuh kemenangan walaupun mendapat ocehan dari Dhita
dengan sabar Dhaniel menyuapi Dhita dan kembali membujuknya kala dhita menggelengkan kepala meminta dhaniel untuk berhenti menyuapinya.
setelah meminum obat yang diberikan pelayan Dhita kembali merebahkan tubuhnya dan kembali memejamkan matanya.
__ADS_1
sedanhkan Dhaniel dengan setia menemani kekasihnya yang kini sedang terlelap.