
SELAMAT MEMBACA
Setelah dua hari di rumah sakit kondisi Dhita belum juga ada perubahan, ia masih terbaring koma diruang ICU.
Selama dua hari juga Daniel tidak berangkat ke kantor, semua urusan kantor untuk sementara di serahkan kepada Andreas asistennya.
Bunda Ipeh merasa begitu iba melihat kondisi Daniel yang berantakan.
"Niel lebih baik kamu pulang dulu istirahat, biar Bunda yang jaga disini,kamu juga jaga kesehatan kasihan putra kamu nak" Bunda Ipeh meminta Daniel untuk istirahat.
"Gak Bun biar Niel disini saja, siapa tau sebentar lagi Dhita bangun" ucap Daniel penuh harap.
Sementara itu Anti yang tau jika saat ini Dhita sedang dalam kondisi koma nampak begitu bahagia.
Kini ia sedang berada disebuah klub malam untuk merayakan keberhasilan rencana jahatnya untuk mencelakai Dhita.
"Cewe cupu kaya dia itu gak pantes buat Daniel, cuma gw yang cocok"racau Anti yang dalam kondisi mabuk.
Dengan ditemani orang suruhan sekaligus temannya Anti mengabiskan malam itu dengan pesta miras hingga ia pun mabuk tidak sadarkan diri.
Daniel yang meminta Andreas untuk menyelidiki kasus Dhita sampai saat ini masih belum dapat kabar baik dari asistennya itu.
Sementara itu di kediaman orang tua Daniel Sheila dan Bayu terus saja merengek ingin bertemu dengan Dhita.
Pengasuh mereka nampak kesulitan menjelaskan kepada kedua anak kecil itu namun akhirnya mereka pun mengerti setelah kedua pengasuh itu berjanji akan membawa mereka saat Dhita sudah siuman nanti.
Pian dan Fico pun yang mendapat kabar tentang kondisi Daniel akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke Indonesia untuk membantu Daniel.
Tanpa singgah kerumah mereka pun langsung menemui Daniel dirumah sakit.
Mereka pun saling berpelukan memberikan semangat untuk Sabahat nya itu.
"Wah anak loe ganteng banget sih Niel" ujar Pian saat melihat bayi kecil yang sedang terlelap dari balik kaca.
"Siapa dulu dong papanya" ucap Daniel sambil tersenyum melihat putranya yang tertidur lelap.
"Semoga aja bisa ketemu ya siapa orang yang udah bikin cewe kutub loe koma" Pian menepuk bahu sahabatnya itu pelan memberi semangat.
"Insyaallah kita bakal bantuin loe buat cari tau siapa dalang dari masalah ini" Fico pun tidak mau kalah untuk menyemangati teman nya itu
"Terimakasih ya kalian emang yang terbaik" Daniel tersenyum.
Sejenak ia bisa melupakan Dhita saat kedua sahabatnya itu mencoba mengingatkan tentang masa-masa mereka di SMA dulu.
Saat ini mereka berada di ruang Perawatan VVIP yang memang sudah dipersiapkan Daniel untuk Dhita saat nanti ia sadar.
Saat kedua sahabatnya itu pamit untuk beristirahat dirumah mereka suasana kembali sepi.
__ADS_1
Untuk menghilangkan rasa jenuhnya Danielpun membuka galeri foto nya.
Ia tersenyum saat melihat foto Dhita yang masih berseragam abu-abu.
"Sayang cepet bangun, apa kamu gak mau lihat putra kita yang tampannya kaya aku" Daniel memandang foto usangnya, tanpa terasa air mata mengalir dari sudut matanya.
"Aku kesepian sayang" lanjutnya sambil menatap layar ponselnya.
Ia pun menggulir layar ponselnya ke kiri yang terdapat foto putarnya yang belum ia beri nama.
"Anakku sayang bersabar ya buat ketemu mama, kasian kamu Nak" hati Daniel terasa begitu sedih ia ingat kembali kejadian yang sama pernah ia alami dengan istri pertamanya.
Ia harus kehilangan Mamanya Bayu.
Sementara itu Andreas yang terus berusaha mencari tau dalang dari kasus Dhita akhirnya menemukan sedikit titik saat ia mengecek CCTV salah satu toko yang ada di mall itu.
Ia melihat ada seorang yang terus mengikuti Dhita dan Bunda Ipeh.
Ia pun terus mencari tau siapa pria yang mengikuti Dhita .
Sementara itu disebuah club malam Anti masih berpesta merayakan kemenangan.
Fico dan Pian pun malam itu pergi ke sebuah club dan tanpa disengaja mereka melihat seorang wanita yang begitu mirip dengan salah satu teman mereka.
Mereka pun mendekati Anti yang sedang asik minum sambil menggerak-gerakkan badannya.
Sejenak Anti terdiam sambil memperhatikan pria didepannya itu.
'Kayanya gw kenal loe, tapi gw lupa loe siapa" ucap Anti yang mulai sedikit mabuk.
"Ish masa lupa, kita pernah satu kelas loh" lanjut Pian.
"Oh iya gw inget loe kan Genk nya sendok emas kan"
Ha ...ha..
Anti tertawa sambil menepuk dada Pian
"Haduh udah mabok aja ni cewe" ujar Fico
Mereka pun meninggalkan Anti dan menuju ruang VIP tempat mereka biasa kalau kesana.
Saat sedang asik menikmati musik ditemani dengan beberapa gelas minuman beralkohol rendah tiba-tiba Anti yang sedang mabuk menerobos masuk.
Beberapa orang yang berjaga di pintu depan berusaha mencegah Anti agar tidak masuk namun .
Setelah Pian melihat siapa yang ada didepan pintu ia pun meminta penjaga agar membiarkannya masuk.
__ADS_1
Anti yang sudah mabuk terus saja meracau hingga ia pun bercerita tentang kejadian di mall saat itu.
Awalnya Pian dan juga Fico tidak begitu ambil pusing dengan ocehan Anti
Namun saat ia menyebutkan nama Daniel dan Dhita mereka merasa penasaran.
Mereka pun terus bertanya hingga akhirnya terungkap lah semuanya.
Pian pun dengan sengaja merekam semua ucapan Anti untuk dijadikan bukti.
Setelah mendapatkan info yang mereka mau mereka pun meninggalkan Anti yang sudah tidak sadarkan diri karena mabuk.
Tanpa membuang waktu mereka pun langsung menuju rumah sakit untuk menemui Daniel.
Daniel yang sedang termenung diatas kasur nampak memandang kelangit-langit.
Ada banyak persoalan yang harus ia selesaikan.
Cklekkkk
Ia pun langsung melihat kearah pintu saat terdengar suara pintu dibuka.
Ia pun tersenyum saat melihat kedua Sabahatnya datang dengan membawa beberapa bungkus makanan.
Setelah selesai makan mereka pun berbincang-bincang.
"Terimakasih ya kalian udah dateng akhirnya gw ada temen juga" ucap Daniel.
"Sama-sama Niel kita kan udah lama temenan jadi kalo loe susah kita juga ngerasa kok" ujar Fico.
"Gw ada kabar baik buat loe Niel"
"Kabar apa?" tanya Daniel singkat.
"Gw udah tau siapa dalang dari semua ini"Fico mengeluarkan ponselnya dan memutar percakapan antara mereka tadi.
"Sial jadi tuh cewek yang udah buat Dhita begini" nampak wajah Daniel penuh amarah saat tau jika wanita yang pernah menegurnya beberapa hari lalu adalah dalang dari semuanya.
Mereka pun menyusun rencana untuk membalas perbuatan Anti pada Dhita.
Awalnya Daniel akan membuat perhitungan sendiri untuk Anti.
Namun atas usul Fico rencananya mereka akan bermain-main dahulu sebelum bener-benar memberi hukuman yang pas untuk Anti.
Untuk saat ini Daniel dapat bernafas sedikit lega.
Sekarang bisa bisa fokus untuk kesembuhan Dhita dan juga putranya.
__ADS_1