
Hari itu mereka bersenang-senang bermain air sepuasnya.Dhita pun lupa dengan permasalahannya dengan Rivan.
Dhaniel menarik nafas lega akhirnya Dhita mau kembali menerima Rivan dan kini hubungan antara Dhaniel dan Rivanpun semakin akrab padahal dulu kalau bertemu say hello saja tidak namun sejak kejadian kemarin Dhaniel semakin dekat bahkan dalam bisnis pun kini mereka berkerja sama.
"Beib kayanya kondisi kamu sudah jauh lebih baik,gimana kalau pernikahan kita diselenggarakan secepatnya" pinta Dhaniel saat mereka sedang asik menikmati makan malam on the street disebuah kawasan pasar malam.
"loh kok tiba-tiba ngomongin soal nikah sih Niel"bukannya menjawab Dhita malah balik bertanya
"kenapa harus terus ditunda sih beib,aku mau sih secepatnya" jelas Dhaniel
"mending kamu ngomongnya sama Bunda aja Niel"saran Dhita
"aku sih kalau kamu sudah setuju aku langsung urus semua Dhit,kamu sama Bunda gak usah repot"
"tapikan Bunda pernah bilang sama aku Niel Bunda tuh mau ikut ngerasain sibuk nyiapin pernikahan anaknya"jelas Dhita
Dhaniel menganggukan kepala "ok kalau gitu biar Bunda boleh ikut ambil bagian tapi aku mau jangan yang berat"
merekapun menikmati malam itu dengan menikmati aneka jajanan yang ada disepanjang jalan itu dari sosis bakar,cimol,cilok dan aneka jajanan lainnya.
__ADS_1
Dhaniel hanya menatap senang kearah Dhita saat melihat gadis itu melahap habis semua jajanan anak-anak itu.
"kayanya kamu saingan ya jajannya sama Bayu dan Sheilla kalau disekolah"ucap Dhaniel meledek Dhita lalu mencubit gemas ujung hidung Dhita
"ihhh Niel kok kamu tahu sih kalau aku suka jajan disekolah Bayu" jawab Dhita sambil menatap kearah pria tampan disampingnya itu.
"jangan kebanyakan makan yang begini beib gak baik"
"abis ini enak Niel,lagian inikan makanan rakyat jelata kaya aku,beda ama kamu yang keturunan sultan" jawab Dhita cuek
"dihhh ngomong apa sih kamu Dhit"jawab Dhaniel tidak suka dengan apa yang baru saja Dhita ucapkan.
Dhaniel melipat kedua tangannya didepan dada dan sedikit membuang muka bertanda ia masih tersinggung dengan ucapan Dhita.
"Niel jangan ngambek dong masa begitu aja marah sih"bujuk Dhita
Dalam hati Dhaniel sebenarnya ia tidak marah ia hanya pura-pura saja ingin tahu bagaimana sikap Dhita jika dirinya marah atau merajuk.
"hey....Nielll udah dong marahnya"Dhita berusaha membujuk Dhaniel dengan menarik tangan Dhaniel yang sedang dilipat didadanya.
__ADS_1
"ishhh kamu mah kaya cewe aja ambekan"akhirnya Dhita yang balik marah ia pun berjalan meninggalkan Dhaniel yang binggung.
"ishhh ni cewe ya cowonya ngambek bukan dibujuk malah ditinggalin" gerutu Dhaniel yang akhirnya mau tak mau mengejar Dhita yang mulai tak terlihat karena tertutup ramainya orang.
"beib tunggu"teriak Dhaniel setengah berlari mencari Dhita yang kini sudah tak terlihat
"kemana sih kamu beib"Dhaniel melihat disekitarnya menengok kekiri dan kekanan namun Dhita masih tak terlihat.
Dengan kesal Dhaniel mengusap kasar wajahnya
"liat nanti ya beib kalo ketemu "ucap Dhaniel pada diri sendiri.
Rasa kesalnya berubah saat melihat gadis yang dicarinya sedang asik memperhatikan pedagang permen gulali yang sedang membuat permen berbagai bentuk ada yang berbentuk ayam-ayaman,bebek,dan masih banyak lainnya sambil asik menjilati sebuah permen berbentuk ayam.
Dhaniel langsung menghampiri Dhita dan memeluknya dari belakang
"dasar gadis nakal bukannya bujuk aku yang lagi marah malah asik sendiri"bisik Dhaniel ditelinga Dhita yang berhasil membuat nya geli
"geli tau Niel,jangan gini malu tau diliatin banyak orang"ucap Dhita mencoba melepaskan tangan Dhaniel yang melingkar dipinggangnya.
__ADS_1