
Setelah bertemu dengan Rivan di mall waktu itu hubungan aku dan Rivan pun kembali dekat terkadang ia menjemput dan mengantarku kekafe dan menungguku hingga selesai.
"Dhita gimana hubungan kamu dengan Daniel udah beres" tanya mas Dimas saat aku dan Rivan sedang asik ngobol sambil menikmati cemilan yang Rivan pesan,mendengar nama Daniel disebut Rivan mengerutkan dahinya "Daniel?"
" memangnya dia sering kesini juga Dhit" tanyanya
" hampir tiap hari Van dia kesini" jawabku
" emang kamu masih ada hubungan y sama dia?"
" gak "
" trus kok bisa dia kerumah kamu tiap hari trus nganterin kamu kerja " Rivan bertanya seolah mengintrogasiku
" udah ah g usah bahas dia van" jawabku malas
ketika aku dan Rivan sedang asik berbincang-bincang sambil menunggu giliranku tiba dari arah pintu nampak sedikit keramaian karena kehadiran 4 orang pria tampan yang salah satunya kulihat ada Danil disana mereka duduk disalah satu sudut kafe
Rivan sedikit memicingkan matanya mengamati kearah 4 orang pria itu duduk
"Dhit buknnya itu Daniel and the genk ya"
" g tau van g keliatan"
" ih kamu Tha" nampak wajah Rivan sedikit kesal karena aku tidak menanggapinya
kini tiba waktunya aku tampil kucoba setenang mungkin aku pun duduk diatas bangku yang sudah tersedia didepan piano berwarna putih setelah menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskanya perlahan agar aku sedikit rilex
akupun mulai memainkan jemariku diatas tuts-tuts piano memainkan sebuah lagu dari Sauqy yang berjudul "cinta dalam doa"
sejenak suasana berubah menjadi sedikit hening saat aku mulai menyanyikan lagu dan tak lama setelah aku selesai bermain piano terdengar riuh tepuk tangan dari para pengunjung dan aku pun kembali ke meja dimana ada Rivan yang sedang menungguku
" kamu nyanyinya menghayati amat Tha" ucap Rivan begitu aku duduk disampingnya dan meneguk sisa minumanku tadi.
sekilas nampak Daniel menatap kearah aku dan Rivan berada dengan tatapan yang sulit diartikan..
" kan emang harus gitu kalo nyanyi Van,kebetulan liriknya kena banget ama yang lagi gw rasain" tuturku tanpa melihat Rivan
" loe patah hati lagi tha?" tanya Rivan sambil memegang wajahku dengan kedua tangannya dan memaksaku untuk menatapnya
" kenapa loe g bisa buka hati loe buat gw sih tha? kalo gw dikasih kesempatan buat menjaga loe gw jamin tha gw g bakal nyakitin loe sedikitpun" ucapnya sambil masih memegang wajahku
"tunggu apa ini pernyataan Cinta dari Rivan buat aku " aku mengerjapkan mataku seakan tak percaya dengan apa yang baru aku dengar dari Rivan
__ADS_1
aku mencoba menurunkan tangan Rivan dari wajahku
"loe ngomong apa sih van, jangan rusak suasana deh" ucapku memcoba menetralkan kembali suasana yang tadi sempat sedikit canggung.
"udah ah aku mau ke radio x, tar telat lagi" akupun berdiri dan mengambil tasku
"mas Dimas aku duluan y" pamitku sambil berjalan menuju pintu
Dimas hanya menganggukan kepalanya Rivan mengikutiku dan mensejajarkan langkahnya dengannku begitu melewati tempat duduk Daniel nampak dengan jelas raut wajahnya yang tidak seperti biasanya kali nampak sedikit kusam.
"Dhita...?" terdengar suara Andreas memanggilku
aku pun menghentikan langkahku sejenak.dan menoleh kearah asal suara Pian melambikan tangannya memintaku untuk menghampirinya tapi aku memberi kode dengan bahasa isarat kalau aku akan telat jika menghampiri mereka dengan mengangkat tanganku dan menunjukan jam yang melingkar di pergelangan tanganku tanpa menoleh lagi aku pun melangkah keluar dari kafe lalu menunggu Rivan yang sedang mengambil motornya di parkiran.
" drettt"
"drettt"
ponselku bergetar akupun segera melihat chat dari Daniel
Daniel :beib kamu udah berani selingkuh y
me : apa maksudnya aku g ngerti
Daniel : kamu udah berani jalan dengan laki
namanya
me : kamu salah minum obat y
Niel,emang sejak kapan kita punya
hubungan khusus
Daniel : apa??? jadi selama ini kamu
ngerasanya apa Dhit
aku tak membalas lagi chat dari Danil karena Rivan telah tiba dan menyerahkan helm untuk aku pakai
motor Rivan pun melaju menuju radio X fm tempat aku siaran. setelah mengucapkan terima kasih aku pun segera masuk dan menyapa beberapa rekan siaranku aku pun segera masuk ke autorium dan mematikan iklan yang menggantikan sementara siaranku karena aku sedikit telat
" Hallo selamat malam buat para pendengar setia "X" fm jumpa lagi dengan lady pingky yang akan menemani malam anda dalam 2 jam kedepan"
__ADS_1
" ok ditunggu yang ingin berparțisipasi dalama acara ini buat anda yang mempunyai masalah dan ingin solusi atau sekedar curhat ditunggu di 0812xxxxxxxx ok penelpon pertama Hallo dengan siapa disana.... "
terdengar suara tersambung diseberang sana ,dari.suaranya nampak jelas ia adalah seorang pria
" hallo dengan siapa disana" sapaku kembali setelah menunggu beberapa menit tak ada jawaban ketika hendak dicut terdengar suara seorang pria dengan suara sedikit serak
" hallo dengan pingky ya" suara diseberang sana
" ya betul ini pingky ini dengan siapa ya kalau boleh tau "
" saya salah satu penggemar anda nona panggil saja saya Adi "
" ok mas Adi anda punya masalah apa atau hanya ingin sekedar curhat silahkan"
" saya punya masalah pingky saya lagi dilema mohon solusinya dong" suara diseberang sana mulai terdengar berat
" oh y mas Adi dilema kenapa y?kalau boleh tau mungkin kami atau para pendengar lainnya ada yang bisa memberi solusi buat masalah anda ok silahkan ada bercerita " pinta ku pada pria diseberang sana
"begini pingky saya dijodohkan oleh orang tua saya tetapi saya sudah punya kekasih dan hubungan saya dan kekasih saya iti sudah berlangsung lama dan saya sangat mencintai kekasih saya dan tak mau kehilangan dia tetapi saya juga tidak bisa menolak wanita yang dijodohkan oleh keluarga saya karena saya tidak mau dianggap tidak berbakti , saya benar-benar stress pingky dengan masalah ini saya mohon solusinya terima kasih" ucap pria yang bernama Adi lalu menutup sambungan telpon
sejenak aku jadi teringat masalahku dengan Daniel sebelas duabelas dengan yang tadi diceritakan oleh pendengarku yang kini sedang menunggu solusi dariku atau masukan dari para pendengar lainnya.
karena belom tahu akan solusi untuk pria bernama Adi tadi akhirnya aku pun memutarkan sebuah lagu
"ok sambil menunggu masukan dari pendengar lainnya kita dengarkan dulu sebuah lagu dari ungu dengan judul Demi Waktu " lagu ungu pun mengalun syair demi syair mengalir dengan merdu hingga lagu itu pun usai ada banyak pendengar yang memberi saran mengikuti keinginan orang tua agar tidak dibilang anak durhaka tak sedikit juga yang memberi saran agar mempertahankan hubungan yang sudah ada soalnya pada jaman yang sudah modern seperti sekarang perjodohan sudah tidak berlaku
Namun pada akhirnya semua keputusan ada pada yang empunya masalah.
berharap keputusan yang diambilnya kelak merupakan yang terbaik "tersakiti?"
pasti... dalam hal seperti ini pasti ada salah satu pihak yang akan tersakiti nantinya, dan aku harus sudah siap jika pada akhirnya nanti dalam kasus antara aku dan Dan Danil harus aku yang tersingkir.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Hai....hai para reader autor mohon maaf y kalau masih banyak typo
kalau kalian suka dengan ceritanya beri dukungan buat autor dengan cara
**like
vote dan
komen
__ADS_1
by love...
Amel**