Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 43


__ADS_3

Setelah membaca pesan dari sang kaka Niken segera menuju kamar Dhita dan mengirim pesan pada calon kaka iparnya Dhaniel


Sementara itu dikantor Dhaniel yang memang sengaja mematikan ponselnya karena ia sedang meeting melihat Andreas yang masuk keruang meeting dengan wajah yang panik membuat Dhaniel penasaran .


Andreas berbisik ditelinga Dhaniel ia mendapatkan pesan dari anak buahnya yang menjaga rumah Dhita kalau Dhita pergi meninggalkan rumah saat mereka dipanggil semua untuk menemui tuan mudanya.


Ya...memang pagi tadi Dhaniel memanggil semua anak buahnya untuk memberi perintah apa saja yang harus dikerjakan oleh mereka dan kelalaiannya ini lah yang dimanfaatkan oleh Dhita untuk meninggalkan rumahnya.


Nampak wajah Dhaniel memerah menahan amarahnya meeting pun terpaksa ditunda.


Diruangan Dhaniel ia meluapkan kekesalannya dengan membanting semua benda-benda yang ada diatas mejanya kini semua benda itu sudah berserakan dilantai dan dalam keadaan tidak utuh.


Andreas yang melihat sahabatnya sedang mengamuk tak bisa berbuat apa-apa mungkin dengan begini sahabatnya akan lebih tenang namun ia pun tak mau menjadi sasaran kemarahan Dhaniel ia pun segera memerintahkan semua anak buahnya mencari keberadaan Dhita.


Setelah amarah Dhaniel sedikit mereda dan ia pun sudah sedikit tenang Andreas masuk keruangan Dahniel yang sekarang kondisinya sudah seperti kapal pecah.


nampak olehnya tangan Dhaniel yang mengeluarkan darah akibat dari pecahan gelas yang diremasnya ia pun segera memanggil dokter klinik untuk melakukan pertolongan pertama


setelah melakukan tugasnya sang dokterpun pamit dan beberapa Cleaning Servis sedang membersihkan ruangan Dhaniel


Andreas membawa Dhaniel kembali kerumahnya. Hesti dan mama Dhaniel yang sedang berbincang-bincang pun terkejut melihat Andreas memapah Dhaniel dengan perban ditangan.


"ada apa ini dre?" tanya mama Dhaniel panik melihat putranya


setelah mendudukan Dhaniel Andreaspun bercerita tentang kepergian Dhita dari rumahnya


sang mama yang tak percaya jika putranya begitu mencintai gadis itu pun akhirnya menangis menyesalin kenapa mereka terlalu egois hanya mementingkan harta tidak memikirkan kebahagiaan putra mereka.


tadinya sang mama berpikir gadis itu pasti tak akan mau meninggalkan Dhaniel karena status, harta, dan kekuasaan yang mereka miliki seperti gadis-gadis lainnya biarpun menjadi istri kedua pasti tak akan masalah asal mendapat kemewahan dan status namun dia salah ternyata gadis itu tak memikirkan semua itu.


"kamu udah suruh semua anak buahmu untuk mencarinya ndre"tanya Dhaniel lemas

__ADS_1


"aku sudah mengerahkan semua anak buahku untuk mencari nya Niel" jawab Andreas sedikit khwatir


"apa kamu begitu mencintainya niel?"tanya hesti lembut


Dhaniel hanya menganggukan kepalanya


sejenak ia memejamkan matanya merutuki kebodohannya tadi pagi kenapa ia memanggil semua pengawalnya tanpa ada yang mengawasi gadis itu.


Kenapa juga ia berpikir gadis itu tak akan bisa meninggalkannya jika dekat dengan keluarganya.


"agh....."teriak Dhaniel kencang sambil mengusap wajahny kasar.


sang mama yang baru pertama kali melihat putranya begitu frustasi gara-gara wanita mencoba menenangkan putra semata wayangnya itu.


"sekarang lebih baik kamu istirahat dulu niel,anak buahmu sedang mencarinya kan?"ucap sang mama lembut namun tak mendapat tanggapan dari Dhaniel.


Dhaniel merebahkan diri di sofa sambil menunggu kabar dari anak buahnya.


ia tahu sebetulnya Dhita bukannya tidak mencintainya tetapi prinsipnya ia tidak mau menjadi istri kedua atau pun diduakan dan Dhaniel tak akan melepaskanya makanya ia memilih kabur dari rumah dan meninggalkannya.


Dhaniel pun sadar ini bukan yang pertama kalinya Dhita berusaha meninggalkannya


"andai ia dulu menolak perjodohan dengan Hesti pasti semua tidak akan berakhir seperti ini" sesalnya


Andreas yang melihat sahabatnya begitu terpuruk merasa bersalah karena tak bisa berbuat apa-apa.


Hari berganti hari tak terasa seminggu sudah Dhita pergi meninggalkan orang-orang yang menyayanginya.


Bunda yang begitu terpukul dengan kepergian Dhita akhirnya jatuh sakit ia tak menyangka Dhita nekad meninggalkan keluarganya hanya karena tak ingin menjadi istri kedua dari pria yang sangat mencintainya itu.


sementara itu di pulau "S" disebuah kota Dhita sudah mendapatkan teman baru yang menurut Dhita sangat baik, untuk sementara dia tinggal disebuah kosan bersama Asni teman barunya yang dikenal dalam perjalanan menuju kota yang kini ia pijak.

__ADS_1


"rencana kamu mau kerja dimana Dek?" tanya asni pada Dhita yang sudah dianggap sebagai adiknya itu.


"aku juga belum tahu kak tapi aku mau usaha dimana aja yang penting halal" jawabku sambil tersenyum.


Asni bekerja disebuah perusahaan yang lumayan besar yang ada dikota itu


pagi-pagi sekali asni sudah berangkat ke kantornya sedangkan Dhita merapihkan kosan dan ketika hari sudah beranjak siang ia pun berangkat ke sebuah kafe yang kemarin ia lihat ada lowongan pekerjaan.


Setelah melalui interviuw akhirnya Dhita lolos dan mulai esok dia sudah bisa bekerja. ia kembali ke kosan dengan wajah bahagia itu artinya ia tak akan kesusahan berada dikota orang.


Seperti biasa Dhita yang selalu merapihkan kosan dan memasak karena ia yang ada dirumah." Kak aku udah dapet kerjaan di kafe" ucap dhita sambil memakan kripik pisang kesukaanya


"alhamdulillah dong selamat ya,kapan mulai kerja"tanyanya dengan wajah bahagia


"besok kak,tenang aja aku berangkat jam 8 dari sini kak jadi aku masih bisa beres-beres dulu" ucapku kemudian


"gak usah lah dek,lagi juga rumah kita tak begitu kotor"


"gak apa-apa kak biar enak liatnya gak berantakan"


"ya udah kalo begitu tapi jangan terlalu cape ya nanti belum juga kerja udah cape duluan lagi" ucap kak asni sambil bercanda


seluruh anak buah Dhaniel sudah dikerahkan untuk mencari dhita namun hasilnya tetap nihil dhita seperti ditelan bumi tak ada yang tahu dimana kini ia tinggal.


wajah Dhaniel kini terlihat sangat berantakan wajah tampannya kini sudah ditumbuhi bulu-bulu halus karena tak dicukur.


sang mama begitu terpukul melihat putranya seperti tak mempunyai semangat untuk hidup.


sepulang kerja Dhaniel mengurung diri dikamarnya ia pun jarang makan hingga badanya terlihat lebih kurus.


setiap hari sang mama hanya bisa berdoa kepada Allah semoga putranya bisa bertemu lagi dengan wanita yang begitu ia cintai itu.

__ADS_1


__ADS_2