
Setalah hampir 4 hari akhirnya kaki Dhita mulai sembuh ia pun dapat kembali berjalan walaupun masih terasa sedikit nyeri,dan sudah beberapa hari ini juga Dhaniel tidak kerumah Dhita dengan alasan sedang banyak kerjaan.
Sore itu Dhita sedang duduk diteras rumahnya ketika ada sebuah motor berhenti sang pengendara motor pun turun dan membuka helmnya .
Dhita tersenyum begitu melihat siapa yang datang ia pun berdiri dan berjalan menghampiri Rivan
"hai...kok baru kesini lagi Van" tanya Dhita sambil membuka pintu pagar lalu mempersilahkan Rivan masuk dan mereka pun duduk diteras sambil ngobrol,entah apa yang mereka bicaraka namun Dhita nampak bahagia dengan kedatangan Rivan.
Bunda Ipeh keluar dengan membawa segelas minuman dan setoples kecil cemilan
"nak Rivan kemana saja kok baru kelihatan lagi" sapa Bunda ramah
"lagi banyak kerjaan aja bun" jawabnya sambil meneguk kopi yang Bunda bawa
"oh ..pantesan " timpal bunda
"aku denger kemarin kaki kamu terkilir ya?udah sembuh belum coba aku lihat" ucap Rivan sambil mengambil kakiku.
aku pun terkejut dan ketika tangan Rivan menyentuh kakiku aku pun segera menjauhkan kakiku dari tangan Rivan
"Van kamu mau ngapain ih..." ucapku sambil menggeser kakiku agar menjauh
"aku cuma mau liat udah sembuh apa belum"
"udah Van,udah sembuh,kok kamu tau kalau kaki aku sakit" tanyaku penasaran
" emmm rahasia " ucapnya sambil tersenyum manis
"OMG senyumnya manis banget bisa copot ni jantung kalau liat senyum manis begini tiap hari" batinku
"kaka...jangan terlalu deket sama kak Rivan tar Niken aduin sama kak Dhaniel nih" teriak Niken dari dalam
aku pun segera minta maaf pada Rivan atas ucapan Niken dan tak lama kemudian hp ku berbunyi di layar ponsel tertera nama Dhaniel aku pun mengabaikannya tak lama kemudian ponsel ku berbunyi lagi
"kok gak diangkat Dhit,tar dia marah loh"
"males ah biarin aja "
"jangan gitu tha tar disangka dia aku yang gak bolehin kamu angkat telponnya lagi" Rivan memaksaku untuk menjawab panggilan dari Dhaniel aku pun menolaknya
tak lama kemudian sebuah chat masuk
" kenapa gak mau angkat telponku,kamu lagi ngapain memangnya" isi chat dari Dhaniel
"maaf tadi aku lagi dibelakang ada apa niel"balasku berbohong
"kamu udah berani bohongin aku yah beib"
"gak...aku gak bohong kok"
__ADS_1
aku lupa kalau dirumah aku ada mata-matanya Dhaniel yaitu adik aku sendiri Niken
"wa dari siapa Tha?" tanya Rivan pura-pura bertanya padahal aku yakin dia tahu itu chat dari Dhaniel
"bukan dari siapa-siapa kok" jawabku
Rivan pun tersenyum dan akhirnya kami pun kembali bercerita Rivan memang mampu membuat suasana menjadi hidup ia banyak bercerita yang lucu-lucu hingga aku pun tertawa suasana terasa begitu hangat dan aku pun merasa nyaman berada didekat Rivan.
"Tha kita keluar yuk sebentar" ajaknya
"kemana?" tanyaku
"kita cari makan yuk" ucapnya lagi
"kita beli bakso mercon yuk" usulku dan ia pun setuju
kami pun pamit pada Bunda untuk keluar nampak wajah Niken yang cemberut melihat aku dan Rivan berboncengan motor
kami berhenti disebuah warung bakso yang biasa kami datangi kami pun memesan dua mangkok bakso
mataku begitu berbinar melihat bakso yang begitu menggodaku untuk segera melahapnya
Rivan yang melihatku begitu bersemangat hanya tersenyum tanpa aku sadari aku pun langsung menutup mulut Rivan dengan tanganku agar tidak ada yang bisa melihat senyum manisnya kecuali aku.
sejenak ia tertegun karena kaget dengan tanganku yang dengan tidak tahu malunya menutup bibirnya
"ih...kamu kenapa sih tha" ucap Rivan sambil melepaskan tanganku dari bibirnya
"ngapain megang-megang bibir gw,mau minta...."Rivan tidak melanjutkan ucapannya tetapi ia malah kembali tersenyum menggodaku
" ih...apa sih van,udah ah aku mau makan tar keburu dingin kan gak enak" ucapku mencoba mengalihkan pembicaraan
" nanti ya kalo makannya udah selesai kalau mau minta...." Rivan tak melanjutkan kata-katanya lagi karena aku keburu menendang kakinya dari kolong meja
kami pun menikmati makan bakso dengan bercerita tentang masa SMA dulu tak jarang juga dia meledekku dengan kata "cewe kutub" julukkanku waktu SMA dulu
setelah selesai makan kami pun tak langsung pulang tetapi menikmati malam sambil kulineran pinggir jalan entah kenapa aku merasa sangat bahagia
tanpa rasa sungkan aku pun bergelayut ditangan kekar Rivan.
mungkin orang yang melihat berprasangka kami adalah sepasang kekasih biarlah orang menilai apa yang penting antara aku dan Rivan hanya sebatas sahabat
yah..mungkin ini yang dinamakan dengan "teman rasa pacar"
jam sudah menunjukan jam 9 malam Rivan pun mengantarku kembali kerumah
begitu sampai didepan rumah telah terparkir mobil Dhaniel
setelah memarkirkan motornya kami pun masuk kedalam dan nampaklah Niken yang sedang bermanja-manja dengan Dhaniel
__ADS_1
" asalammualaikum" ucapku memberi salam
"wa'alaikum salam"jawab bunda
"hai Niel kapan datang" tanya Rivan lalu duduk disofa sebelah Dhaniel
" belum lama,dari mana?" tanya Dhaniel to the point
" abis makan bakso trus jalan-jalan sebentar" jawab Rivan tanpa merasa kalau ada yang sedang menahan cemburu
" oh iya udah malem,aku pamit dulu ya tha" Rivan pun pamit pada Bunda dan Dhaniel sementara Niken hanya acuh tak menanggapi
aku pun mengantar Rivan hingga pagar dan setelah motornya tak terlihat aku pun masuk kembali
Bunda dan Niken pamit masuk dan tinggallah aku dan Dhaniel diruang tamu
Dhaniel menatap tajam kearahku entah apa yang sedang ia rencanakan
"beib..aku kan sudah melarang kamu untuk tidak bergaul dengan pria mana pun kecuali aku " ucapnya
"apa perlu aku bener-bener mengurungmu" tanyanya sambil menatap tajam kearahku
"jangan Niel...aku kan bukan tahanan masa dikurung"protesku tak terima
"kalau aku hanya bicara mungkin kamu cuma menganggap aku main-main,mungkin kamu perlu bukti beib" tanyanya dengan nada yang mencurigakan
"gak..gak perlu Niel aku percaya kok" jawabku sedikit terbata karena jujur saja saat ini aku beneran takut bagaimana jika Dhaniel benar-benar mengurungku di rumahnya
"lalu...."
"lalu apa niel" tanyaku bingung
"lalu kenapa kamu masih saja tak menghiraukan ucapannku Dhita" ucapnya dengan nada mulai emosi
"ish...bukan begitu Niel aku kan cuma jalan-jalan doang lagi juga Rivan kan memang sahabat aku dari SMA dulu" jelasku
"aku gak perduli tha yang jelas dia itu laki-laki kan"
"ya udah aku minta maaf Niel" akhirnya aku pun mengalah meminta maaf pada Dhaniel
"gak segampang itu beib minta maaf sama aku" ucapnya sambil meneguk teh yang tinggal setengah
"maksudnya gimana Niel kan cuma tinggal maafin doang aja susah banget" jawabku dengan memasang wajah cemberut
"ya sudah sekarang kamu istirahat udah malem aku pulang dulu besok aku jemput kamu "ucapnya lalu berdiri
"mau kemana" tanyaku penasaran
"rahasia beib,pokoknya besok aku jemput kamu ya "
__ADS_1
"aku pulang dulu ya "
Dhaniel pun pamit pada bunda dan Niken aku pun mengantarnya sampai pagar dan ketika mobil Dhanil sudah tak terlihat aku pun mengunci pagar dan masuk kedalam rumah dan ketika tiba dikamarku aku pun merebahkan diri dan tak lama kemudian rasa kantukpun datang dan tak lama kemudian aku pun terlelap .