Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 21


__ADS_3

Sejak Dhita tahu tentang rencana pertunangan Daniel.dengan wanita yang Dhita belum tahu namanya ia mencoba menyibukan diri, ia melamar pekerjaan disebuah mini market yang kebetulan dekat dengan rumahnya dan kebetulan sekali ia diterima jadi mulai sekarang jika pagi hingga menjelang sore ia tidak harus berada dirumah lagi.


ya memang semenjak Dhita memutuskan cuti kuliah pagi hingga sore hari hanya dihabiskan dirumah saja dan siang hari Daniel pasti kerumahnya dengan alasan agar bisa lebih dekat dengan keluarganya.


Sudah hampir seminggu Daniel tidak menampakan batang hidungnya dirumahku ada banyak pertanyaan yang terlontar dari Niken dan Bunda Ipeh


"kak lagi berantem y sama kk Daniel yang gantengnya seantero jagad" tanya Niken dengan penuh selidik


aku hanya menggelengkan kepala bertanda "tidak"


" trus knapa k'Daniel yang ganteng g kesini udah lama"


" mana kk tahu Nik,mungkin lagi sibuk "


"sibuk apa?"


" mana kk tahu Ni" jawabku kali ini dengan nada sedikit kesal


" kalau lagi ada masalah ya mending diselesaikan dengan baik-baik neng" timpal bunda yang dari tadi hanya mendengarkan kini ikut angkat suara


" bener bun swear g ada masalah kok" jawabku sambil mengangkat kedua jariku keatas


"ish...kenapa sih pada gak percaya beneran aku tuh baik-baik aja sama Danil tapi memang dianya yang lagi sibuk" ucapku jengkel


" sibuk??ngpain kan k'Danil cuma kuliah itu juga cuma dua atau tiga jam dongkan" cerocos niken


" sebenernya dia itu CEO diperusahaan ayahnya mungkin sekarang dia lagi banyak urusan makanya g bisa maen kesini" jelasku


" masa masih muda udah jadi CEO sih" Niken seakan tak percaya dengan penjelasanku


" up to you mau percaya apa g" jawabku sambil melengos pergi ke kamarku.


Hari ini kebetulan aku off jadi ku gunakan waktuku untuk sekedar merefres otakku dengan pergi ke mall sendiri walaupun hanya sekedar untuk melihat-lihat dan mengenyangkan perutku.


Dengan santai aku memasuki toko demi toko melihat apakah ada yang menarik untuk dibeli. ketika aku sedeng asik melihat - lihat sepatu tiba-tiba ada sebuah lengan kekar menyentuh bahuku aku pun segera menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang menyentuhku tadi untuk sesaat aku tertegun mencoba mengingat siapa pria tampan yang sekarang sedang tersenyum kearahku


" ih ...sombong banget sih masa lupa sama gw" ucapnya sambil tersenyum manis


" pacar kedua loe waktu sma dulu" ucapnya lagi mencoba mengingatkanku


"oh.....Rivan ya" jawabku ketika mulai mengingat teman-teman sma ku senyumnyapun mengembang saat aku mulai mengingatnya lalu kami ngobrol sambil duduk disalah satu bangku yang ada dimall itu sambil menikmati es crim kamipun bernostalgia dengan mengingat berbagai hal-hal lucua.


"tha kok loe sekarang berubah drastis sih udah g dingin lagi malah sekarang kayanya loe mudah open y " tanyanya sambil menikmati es yang sedang dipegangnya


" ya lah Van gw harus berubah kan gw kerja di radio.juga kalo gw masih kaku kaya dulu tar pendengar gw pada kabur lagi" ucapku sambil meñyendok es yang aku pegang dengan sendok plastik.


" oh loe jadi penyiar sekarang di radio apa" tanyanya antusias

__ADS_1


" radio X fm"


" Van makan yuk, cacing dalem perut gw udah pada demo nih minta di isi" ajakku pada Rivan yang langsung diangğukinya kami pun menyuri tiap lantai mencari tempat makan yang pas.


Ketika melewati sebuah toko perhiasan aku sempat berhenti sesaat untuk memperjelas penglihatanku


" sebentar Van" pintaku sambil menghentikan langkahku


"kenapa" tanyanya mencoba menyelidiki apa yang membutku berhenti dan memperhatikan toko perhiasan yang ada disebelah kananku.


" eh itukan Danil y" ucapnya lalu hendak memanggilnya namun aku cegah sempat kulihat Daniel menoleh kearah kami, begitu menyadari Daniel melihatku akupun segera mēnarik tangan Rivan untuk segera menjauh dari toko itu dan segera memasuki salah satu tempat makan yang ada dilantai atas


setelah pesanan kami datang kamipun segera menikmatinya


" kamu emangnya masih ada hubungan ama Daniel y" Rivan tiba-tiba bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari piring yang ada diatas meja.


" g" jawabku singkat


" trus kok muka kamu begitu pas liat Daniel ama tuh cewe"


" begitu gimana" tanyaku kembali pura-pura g ngerti


" ya kaya orang cemburu gitu" jawab Rivan sambil menghentikan sejenak aktifitas makannya lalu menatap lekat kedalam mataku


" masa sih" ku coba untuk menghindari tatapan nya dengan membuang pandangan ke sebelah kananku tetapi sialnya malah pandanganku tertuju pada pasangan yang baru saja masuk.


Rivan yang melihat perubahan pada raut wajahku segera melihat kerah pintu masuk dan dia melihat Daniel dan pasangannya sedang duduk tak.jauh dari tempatnya sekarang berada.


"dretttt"


ponsel Dhita yang diletakan diatas meja bergetar nampak ada wa masuk ia pun segera membuka chat dari Danil


" ini g seperti yang kamu pikir beib"


" aku bisa jelasin"


" kamu jangan marah y"


aku pun meletakan kembali ponselku diatas meja tanpa ada minat untuk membalasnya


"udah yuk kita pulang Van" aku pun menarik tangan Rivan untuk segera keluar dari tempat itu.


Rivanpun mengikutiku dari belakang dan begitu melewati meja Daniel


" gw duluan y Niel" ucap Rivan yang hanya dibalas dengan senyuman oleh Daniel


" kamu pulang naik apa tha"

__ADS_1


" aku pesen ojol aja "


" aku anter aja y"


" g usah tar malah ngerepotin kamu"


" g ngerepotin kok"


kamipun menuju parkiran setelah mengeluarkan motornya Rivan membantuku memakai helm setelah selesai aku pun segera naik di jok belakang.


motorpun melaju keluar dari halaman mall menuju rumahku.


karena jalanan yang tak begitu ramai tidak sampai 30 menit kami sampai dirumahku.


setelah istirahat sebentar Rivanpun pamit pulang.


Setelah motor Rivan tak terlihat lagi akupun masuk kedalam rumah hendak menaiki tangga menuju kamarku Niken berdiri ditengah tangga menghadangku


"kk itu siapa? kk selingkuh y"


"apa?" mataku membulat mendengar pertanyaan Niken


" sembarangan kalo ngomong,kk tuh sama Daniel cuma temen Ken" jelasku


tiba-tiba raut wajah Niken berubah sedih dan nampak hendak menangis


" kamu kenapa dek" tanyaku khawatir


"kk jahattt "


" kk ngeduain k'Daniel kan"


" kk selingkuhkan makanya k'Danil g kesini lagi"


tangis Niken semakin pecah bunda yang tadinya berada dikamar segera keluar mendengar suara Niken menangis tersedu-sedu


" ada apa ini Ken" tanya bunda menatapku meminta penjelasan aku pun hanya menaikan kedua bahuku bertanda tak tahu ada apa dengan Niken


Bunda mencoba menenangkan Niken aku pun segera menaiki tangga untuk menghindari pertanyaan yang akan keluar dari mulut Bunda.


setelah masuk kamar aku pun segera mengunci pintu dan merehatkan sejenak tubuhku diatas kasurku


kucoba memejamkan mata untuk melepas kepenatan apalagi hati ku masih terasa panas karena melihat Daniel dengan wanita lain.


" katanya sibuk,sibuk apa'an kok sibuk bisa shoping mesra gerutuku kesal


untuk mendinginkan hati dan pikiranku akupun segera mandi menguyurkan diri dibawah shower dengan air yang berlimpah beharap hatiku yang tadi panas bisa mnjadi dingin kembali.

__ADS_1


"aku memang harus menjauh dari Daniel seharusnya aku memang menjaga hatiku agar tidak menyukainya beruntung aku belum terlalu dalam menyimpan rasa suka ini walaupun begitu tetap saja terasa sakit akhirnya aku merasakan lagi rasanya sakit patah hati untuk kedua kali dan bodohnya lagi dengan orang yang sama.


"apakah aku sebodoh ini" rutukku pada diri sendiri


__ADS_2