Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 47


__ADS_3

Sejak Dhaniel menemukan keberadaanku hari-hari yang kulalui selalu penuh dengan rasa was-was.


Aku takut jika dia benar-benar memisahkanku dengan sheilla sementara itu dia juga selalu memaksaku agar segera mengambil keputusan untuk segera menikah dengannya.


ibarat makan buah simalakama itulah yang aku rasakan sekarang jika aku tolak dhaniel akan membawa sheilla dengannya jika aku terima aku masih merasa belum siap untuk kembali masuk dalam kehidupannya,belum siap dengan segala peraturan yang dibuatnya yang menurutku terlalu mengekang dan tak membebaskanku,belum lagi banyaknya wanita yang masih mengejar-ngejarnya karena memang wajahnya yang menawan dan berduit juga.


Sore itu rencananya aku dan cellin ingin mampir ke mall untuk sekedar jalan-jalan dan makan karena suntuk dengan kejadian beberapa hari ini yang membuat aku sedikit down,belum lagi sheilla yang dibawa oleh Dhaniel kembali ke kota "B" agar aku segera menyusulnya.


"Dhita sebenernya kamu itu emang udah tunangan ya ama si hot daddy itu"tanya cellin mulai sedikit penasaran dengan hubunganku dan Dhaniel.


"tar aku ceritain,mending sekarang beli es krim dulu"pinta ku pada cellin lalu aku duduk dibangku yang ada disana


tak lama kemudian cellin pun datang dengan dua es krim coklat yang ada ditangannya.


aku pun menikmati es krim yang kini aku pegang terasa begitu nikmat dan menyejukan


saat sedang menjilati es yang mulai meleleh tiba-tiba saja aku ingat kejadian beberapa tahun silam saat aku sedang menjilati es krim dengan cepat Dhaniel menjilat bibirku yang masih tersisa sedikit es krim,aku pun senyum-senyum sendiri kenangan itu terasa begitu manis semanis es yang sedang kami nikmati waktu itu.


"hey...kok senyum sendiri sih,ayooo lagi ngebayangin apa" cellin menepuk bahuku hingga es yang ku pegang hampir saja jatuh.


"ihhh cellin untung gak jatoh"protesku sambil sedikit memajukan bibirku.


cellin hanya tersenyum melihat wajahku yang sedikit cemberut.


"hai...beib,asik betul makan es nya" sapa seseorang yang entah sejak kapan sudah berada dibelakangku.


aku dan cellin sedikit terkejut dan langsung menoleh kebelakang dan melihat dua orang pria tampan sedang berdiri dibelakangku,mereka adalah Dhaniel dan Andreas.


"eh...ada cogan,dari kapan ada dibelakang kita" ucap cellin dengan wajah malu-malu melihat kearah Dhaniel dan Andreas.


"dari tadi kami disini nona cantik,berhubung kalian sedang asik menikmati es krim kami gak berani ganggu tar ada yang ngambek lagi" tutur Andreas yang memang pada dasarnya pandai berbicara.


"udah pada makan belum?"tanya Dhaniel sambil mengelus rambut Dhita


cellin yang melihat perlakuan manis Dhaniel nampak menelan kasar es yang ada di tangannya


"so sweet" ucapnya sambil melihat kearah Dhita


"ayo kita makan dulu"ajak Dhaniel yang langsung menarik tangan Dhita untuk segera berdiri dan mengikutinya menuju sebuah tempat makan yang ada disana.


setelah duduk mereka pun segera memesan makanan

__ADS_1


"beib kapan kamu siap untuk kembali ke kota "B" bersamaku" tanya Dhaniel saat kami semua sudah selesai makan


aku pun tak menjawab dan masih berpikir


"apa kamu gak kangen sama Sheilla?"lanjutnya


aku pun hanya menunduk tak mampu melihat kearah Dhaniel


sejujurnya aku pun sangat ingin kembali dan bertemu dengan Bunda dan Niken yang cempereng dan kangen dengan sheilla yang masih lucu namun aku juga takut jika aku kembali Dhaniel akan kembali mengurungku.


"kenapa?kok diam?"tanya Dhaniel menatap tajam kearahku.


"apa kamu mau janji dulu padaku" tanyaku ragu


"janji?janji apa?" tanyanya masih dengan tatapan yang sulit ku artikan


"aku mau kamu janji jika aku kembali kerumah kamu gak akan melarang aku untuk keluar rumah,bekerja,dan berteman dengan siapa saja" pintaku


nampak Dhaniel menarik nafas dan menghembuskannya lalu ia pun bersandar pada sandaran kursi


"kalau memberi ijin untuk keluar rumah ok aku janji gak akan melarang kamu lagi"


"tapi kalau untuk bekerja dan bergaul dengan siapa saja aku gak bisa janji" lanjutnya


Andreas dan cellin hanya mendengarkan perdebatanku dengan Dhaniel sambil memakan atau minum hidangan yang masih tersisa diatas meja.


"beib aku mau minggu ini kita kembali,aku harap kamu sudah berkemas"


"aku mau kamu janji dulu niel" tolakku


"aku tidak mau bernegosiasi lagi beib"ucapnya tegas


"tap...."belum sempat aku menyelesaikan kata-kataku jari telunjuk Dhaniel sudah menempel dibibirku


aku pun terkejut dan menjauhkan jari dhaniel dari bibirku sambil berdecak kesal


mereka bertiga hanya tersenyum seakan puas melihat aku yang mulai kesal.


"kalau kamu masih membahas hal itu lagi bukan hanya jariku yang menempel disana tapi...."Dhaniel tak melanjutkan kata-katanya tetapi dia malah tersenyum seakan memberi kode


"ih...dasar arogan"makiku pelan

__ADS_1


"aku dengar sayang tadi kamu bilang apa" ucapnya sambil menyedot minuman yang masih tersisa di gelasku


"eh...itu punyaku"protesku langsung menyambar gelas yang berisi jus alpukat kesukaanku.


"minta beib dikit,pelit amat"protes Dhaniel sambil tersenyum.


Sepulangnya dari mall kami mengantar cellin pulang dulu baru Dhaniel mengantarku.


sepanjang perjalanan kami hanya diam saja tak ada yang berbicara aku pun memejamkan mataku tetapi tidak tidur.


saat merasa ada yang aneh aku pun membuka mata dan memperhatikan jalan yang kami lewati aku pun sedikit bingung sepertinya ini bukan jalan menuju kontarakanku


"ini mau kemana niel?"tanyaku mulai curiga


"tenang aja beib aku gak bakal ngapa-ngapain kok"jawabnya santai tanpa melihat kearahku


"tapi ini mau kemana niel,ini bukan jalan ke kekontrakanku"


"ini mau kehotel tempat aku nginap beib"jawabnya


"apa?kenapa kesana aku mau pulang niel"rengekku sambil menarik-narik kemeja Dhaniel


"ihhh bisa diem gak?berisik tau" sentaknya


aku pun terkejut saat dhaniel berbicara dengan nada sedikit keras padaku.


aku pun segera membetulkan posisi dudukku yang tadinya sedikit miring menghadap Dhaniel kini menjadi lurus menghadap kedepan tetapi wajahku mengahadap kearah sisi jalan


entah ide dari mana aku pun berniat kabur nanti saat mobil sudah sampai di hotel


"akukan bisa pulang naik taksi" batinku


Saat sudah tiba di parkiran dan Dhanielpun sudah turun terlebih dahulu dan berjalan menuju lif tanpa menungguku aku pun berpikir ini lah saatnya aku lari


dengan beejalan diam-diam dan bersembunyi diantara mobil-mobil yang terparkir aku pun berhasil kabur karena waktu itu Dhaniel berjalan terlebih dahulu tanpa menungguku sedangkan Andreas setelah memarkirkan mobil ia sibuk dengan barang-barang yang akan dibawanya ke kamar hotel.


setelah naik kedalam taksi yang kebetulan lewat aku pun menarik nafas lega dan menonaktifkan ponselku karena aku yakin dia pasti akan menelfonku.


setelah hampir 30 menit diperjalanan akhirnya aku sampai di kontrakanku.


setelah membayar ongkos taksi aku pun segera masuk kedalam dan menguncinya.

__ADS_1


setelah membersihkan diri aku pun merebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan menarik selimut berharap dapat segera terlelap.


__ADS_2