
Dhita mulai terbangun dari tidurnya ia merasakan badannya ngilu.
ia berjalan menuju pintu dan berusaha membukanya namun hasilnya masih sama seperti kemarin "terkunci"
dug...dug..dug
"buka pintunya"teriak dhita sambil mengedor-gedor pintu dengan kuat berharap ada orang yang mau membuka pintunya
"hallo siapa saja buka pintunya"teriak dhita berulang kali namun masih terasa sepi dibalik pintu sana.
akhirnya ia pun pasrah dan kembali duduk di sisi ranjang sambil menangis.
saat ini yang ia pikirkan bagaimana dengan kedua anak-anaknya.
mata dhita langsung melihat kearah pintu saat terdengar suara pintu dibuka
sesaat kemudian masuklah seorang pria berpostur tubuh tegap dengan wajah yang ditutup topeng.
mata dhita nampak menyelidiki ia seperti pernah melihat postur pria yang didepannya namun ia tak yakin.
"bagaimana kabar kamu sayang"ucap pria itu sambil mendekat kearah dhita.
dhita pun segera memundur agar menjauh dari pria ini.
seakan tahu apa yang ada dalam pikiran dhita "jangan takut sayang aku gak akan menyakiti kamu" pria itu semakin mendekat membuat dhita semakin ketakutan
"siapa kamu"
"apa maumu?"tanya dhita dengan nada sedikit bergetar.
__ADS_1
"sssuuuss jangan berteriak seperti itu sayang"pria itu semakin mendekat dan menempelkan jarinya dibibir dhita, dengan kasar dhita menepis tangan pria yang hendak menyentuhnya
"jangan macam-macam ya"sentak dhita sambil berdiri melalui sisi yang satunya lagi.
tok...tok...tok
pintu kamar tempat mengurung dhita diketuk setelah mendapat perintah untuk masuk tak lama kemudian pintu itu terbuka dan masuklah dua orang pelayan yang membawa makanan dan beberapa paper bag
"letakkan saja disitu"
setelah meletakan semua yang mereka bawa merekapun segera keluar dan menutup kembali pintu kamarnya.
"makanlah,aku tahu dari kemarin kamu belum makan"
"tidak mau"jawab dhita sambil memalingkan wajahnya
"he...he kamu tuh lucu tha kalau lagi ngambek seperti itu"
sepertinya ia tak asing dengan suara pria itu
"Rivan...?"
"apa benar kamu rivan?"tanya dhita berulang kali sambil mendekat.
Dhita berusaha menggapai topeng yang dipakai pria itu berusaha untuk melepasnya.
pria itu tak menjawab ia malah menangkap tangan dhita yang berusaha membuka topengnya.
"aaww sakitt.."teriak dhita saat pria itu memegang pergelangan tangannya dengan sedikit kencang bahkan meninggalkan jejak merah disana.
__ADS_1
"kenapa?apa kamu penasaran dengan wajahku"bisik pria itu ditelinga dhita
"belum saatnya kamu melihatku sayang,sekarang habiskan makananmu"perintah pria itu lalu ia keluar dan kembali megunci pintu kamar dhita.
"heiii aku mau pulang,buka pintunya" teriak dhita sambil kembali mengedor-gedor pintu berharap pria itu kembali dan membuka pintunya.
setengah jam berlalu dhita masih terduduk dibalik pintu dengan posisi kaki yang ditekuk dan ia membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya sambil menangis.
sementara itu dhaniel semakin frustasi semua anak buahnya sudah dikerahkan namun sampai saat ini belum juga ada kabar baik.
sementara itu sheilla dan bayu untuk sementara tinggal dirumah bunda dan Niken serta seorang babysister untuk membantu.
"sial siapa yang berani bermain-main denganku"
"lihat saja jika nanti aku tau siapa dalang dibalik semua ini aku pasti akan menghancurkanya" geram dhaniel sambil meremas dengan kencang sebuah gelas yang sedang dipegangnya.
Andreas yang baru saja masuk begitu terkejut melihat darah segar yang menetes dari tangan dhaniel akibat serpihan gelas yang diremasnya.
"ya ampun niel loe gak boleh begini kita tuh harus sabar gw yakin kita pasti bisa nemuin dhita" ucap andreas berusaha menenangkan bos sekaligus sahabatnya.
dhaniel hanya diam ia berusaha menenangkan pikirannya.
melihat dhaniel yang nampak kurang tidur andreas berinisiatif membuat temannya untuk mengistirahatkan badan dan pikirannya dengan cara memasukan obat tidur dalam minuman dhaniel
tak butuh waktu lama dhaniel pun terlelap diatas sofa.
Andreaspun segera membenarkan posisi tidur dhaniel agar lebih nyaman.
akhirnya aku bisa istirahat juga gumam andreas lalu ikut merebahkan diri didekat dhaniel dengan menggabungkan dua sofa kecil menjadi satu.
__ADS_1
tak butuh waktu lama ia pun ikut terlelap