
Malam itu Dhita dan juga sheillin menginap dirumah bunda untuk melepas rasa rindu yang sudah lama dipendam.
"Niel terima kasih ya udah nganterin aku"ucap dhita polos
"heii aku tuh ngasih ijin kamu nginep cuma malem ini aja beib"jelas dhaniel
dhita yang mendengar ucapan dhaniel hanya menatap dhaniel tak mengerti dengan perkataan dhaniel.
"aku kan tinggal disini niel"protes dhita
"no...beib kamu tinggal dirumah yang kemarin oke.." jelas dhaniel
"nielll pleasee aku mau tinggal sama bunda" pinta dhita pada dhaniel
namun dhaniel tetap pada pendiriannya dhita hanya menginap untuk malam ini saja
dengan wajah kesal dhitapun berdiri dan meninggalkan dhaniel ia masuk kedalam kamarnya.
"ihhh kenapa sih dia selalu begitu selalu aja mau menang sendiri gak mikirin perasaan aku apa" gerutu dhita kesal
tok...
tok....
suara pintu kamar dhita diketuk dari luar
__ADS_1
dhita hanya melihat kearah pintu tanpa niat untuk membukanya
"beiib buka pintunya dong aku mau jelasin"terdengar suara dhaniel dari balik pintu memohon
setelah beberapa kali dhaniel berbicara dari balik pintu namun tak ada jawaban dari dalam akhirnya kesabaranyapun hampir habis
"Dhita kalo kamu gak mau buka aku terpaksa dobrak ya ni pintu" ancam dhaniel
satu...
dua....
ti...
belum sempat dhaniel melanjutkan hitungannya akhirnya dhita terpaksa membuka pintu kamarnya dan ia hanya mengeluarkan kepalanya saja sedangkan badanya masih berada dibalik pintu
dhaniel yang mendapati wajah dhita yang sedang dalam mode kesal merasa gemas ia pun mencubit ujung hidung dhita sambil tersenyum
"auwww sakit niell"teriak dhita sambil mengelus ujung hidungnya yang dicubit dhaniel.
"beibb aku masuk dulu dong,masa kita ngobrol posisinya begini tha,lagi juga apa kamu gak sakit pinggang apa kalo begitu terus"bujuk dhaniel lembut
akhirnya dhitapun membuka pintu kamarnya lebar-lebar namun saat dhaniel hendak duduk disampingnya dhita menolak ia meminta dhaniel duduk dikursi yang ada dimeja rias.
dengan wajah tak suka dhaniel pun menuruti kata-kata dhita
__ADS_1
"beib...aku tak punya niat jahat,aku hanya ingin kamu terbiasa, nantinya juga kan kita akan tidak serumah dengan bunda" ucap dhaniel mencoba menjelaskan niatnya pada dhita dan berharap gadis itu mengerti
"tapi kan aku sekarang masih kangen sama bunda niel"bantah dhita masih dengan mode muka cemberutnya
"ok...aku ijinin kamu tinggal selama satu minggu disini,bagaimana deal?"tanya dhaniel mencoba bernegosiasi dengan dhita
Dhita menggelengkan kepalanya "aku maunya selama sebulan niel"
"no...beib itu terlalu lama,bagaimana jika dua minggu?"tawarnya
setelah berpikir agak lama akhirnya dhita setuju ia akan tinggal selama dua minggu dirumah bunda ipeh bersama dengan kedua anaknya,namun dhaniel pun membuat persyaratan agar ada supir yang akan menemaninya selama berada dirumah bundanya
tanpa pikir panjang dhita pun setuju karena ia tahu maksud dhaniel agar kedua anaknya tidak kesulitan ketika kesekolah.
Bunda ipeh sangat bahagia begitu juga dengan Niken yang kini sudah beranjak dewasa.
kini rumah mereka selalu ramai oleh suara-suara anak kecil yang kadang menangis karena jahilnya bayu pada sheilla,kadang suara tawa karena tingkah lucu keduanya.
"sayang kapan kamu rencana pernikahan kamu dan dhaniel"tanya bunda sambil mengawasi kedua cucu angkatnya
dhita pun menceritakan semuanya pada bunda tak ada yang ditutup-tutupi.
"kamu tahu nak..."bunda menarik nafas dalam sebelum melanjutkan kata-katanya
"ketika kamu pergi dhaniel.seperti kehilangan arah dia tak punya semangat hidup,bunda kasihan melihatnya namun bunda tak bisa apa-apa" tutur bunda
__ADS_1
"tapi melihatnya sekarang bunda jadi bahagia, ia nampak jauh berbeda nak,bunda harap kamu mau menerimanya dengan iklas,dia pria yang sangat baik dan bertanggung jawab" bunda mencoba menasehati dhita dan berharap putrinya ini juga bahagia.
bunda tersenyum saat kedua anak-anak itu bercanda bersama niken ia berharap kebahagiaan yang ia rasakan sekarang akan ia rasakan seterusnya