Cerita Kita

Cerita Kita
BAB 97


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Anti yang di sekap oleh Daniel dan ditempatkan disebuah rumah dipinggiran kota namun rumah itu terlihat begitu menyeramkan jika dilihat dari luar.


Anti terus saja berusaha melepaskan rantai yang mengikatnya namun usahanya sia-sia karena rantai itu begitu susah untuk dilepaskan.


"Sialan...awas saja kau Niel, harusnya kemarin aku langsung habisin saja wanita itu" maki Anti sambi terus berusaha melepaskan ikatannya.


Daniel yang memantau pergerakan Anti dari salah satu ruangan hanya tersenyum sinis, sebenarnya ia ingin langsung menjebloskannya kepenjara namun sebelum hal itu ia lakukan ia ingin Anti merasakan apa yang istrinya rasakan saat berada di tempat pembuangan.


"Gimana Niel mau kita apain dulu?" tanya Andreas sambil ikut melihat pergerakan Anti.


"Biarkan saja dulu untuk beberapa hari dia disini" ucap Daniel dingin.


Ketiga temannyapun Hany menganggukkan kepalanya bertanda meraka ikut saja apapun yang Daniel katakan.


Dhita yang begitu bahagia bisa berkumpul lagi bersama keluarganya nampak sedang bermain bersama ketiga anaknya.


Ia ingat janji Daniel akan pulang saat makan siang namun hingga jam menunjukan pukul satu siang Daniel belum juga tiba.


"Sayang kamu jadi gak mau makan bareng siang ini" sebuah pesan Dhita kirim namun masih centang dia abu-abu.


"Kamu diamna sih Niel" Dhitapun mulai sedikit cemas saat Daniel tidak bisa dihubungi.


Bunda Ipeh hanya memperhatikan Dhita yang dari tadi berjalan mundar-mandir sambil sesekali melihat keluar melalui Jendela.


"Lebih baik kita makan duluan saja Tha, kasihan anak-anak mungkin sudah pada lapar"


"Mungkin juga kak Daniel sedang ada meeting kaka makanya ponselnya tidak bisa dihubungi" ucap Niken ikut menimpali ucapan Bunda Ipeh.


Dhitapun diam sesaat


"Ya sudah ayo kita makan"


Dhitapun langsung duduk dibangku yang biasa ia duduki lalu mengambilkan piring dan mengisinya dengan beberapa lauk yang Bayu dan Shella minta.


Daniel yang masih berada di tempat penahanan Anti batu ingat dengan janjinya tadi pagi, ia pun langsung mengeluarkan ponselnya dan ternyata tidak ada sinyal.


"Beri dia makan setelah itu jangan lupa untuk mengunci pintunya" titah Daniel pada anak buahnya yang yang ia tugaskan untuk menjaga Anti agar tidak melarikan diri


Sementara itu Anti nampak sedang berpikir bagaimana caranya agar ia dapat kabur dari tempat itu


Ia masih belum menyadari jika kamar yang ia tempati saat ini telah diberi tralis di setiap jendela dan di pagar depan ada banyak penjaga.


Salah seorang penjaga masuk memberikan Anti nasi bungkus lalu membuka rantai di tangannya.

__ADS_1


Saat penjaga itu hendak keluar Anti memanggilnya dan meminta dibukakan rantai yang mengikat kakinya dengan alasan ingin buang air kecil.


Penjaga itu pun langsung keluar tanpa merespon permintaan Anti.


"Daniel sialan awas saja kau, aku pasti akan membalas mu jika aku bisa keluar dari tempat laknat ini" teriak Anti kesal sambil melempar nasi bungkus yang tadi diberikan oleh salah satu penjaga.


Nasi bungkus itu pun berserakan dilantai yang kotor.


Anti batu menyesali perbuatannya melempar nasi itu saat perutnya terasa begitu perih karena lapar.


"Woiiii penjaga......" teriak Anti


Setelah beberapa kali ia teriak barulah satu orang penjaga masuk.


"Ada apa, berisik banget" sentak penjaga itu dengan suara begitu kencang.


Anti pun sedikit takut karena pria itu membentaknya.


"Ada apa cepat katakan"ucap penjaga itu lagi dengan nada tinggi.


"Boleh aku minta nasinya lagi, yang itu udah kotor" ucap Anti dengan sedikit takut.


"Suruh siapa loe buang itu nasi, kalau laper ya udah loe pungutin aja, jatah makan loe cuma sehari dua kali" ucapa orang itu dengan masih dengan nada tinggi.


"Mana bisa aku kesana buat mungutin nasi itu, kaki aku aja di iket begini"


"Kalau loe laper loe pungut aja itu nasi, jangan mentang-mentang orang kaya bisa berlaku seenaknya" ucap pria itu lalu keluar dari kamar Anti dan tidak lupa ia pun mengunci kembali pintu kamar itu dengan kunci ganda.


"Aduh perut gw sakit banget laper" keluh Anti sambil memegangi perutnya yang terasa sakit.


"Masa iya gw harus mungutin nasi itu sih, mana lantainya kotor banget" gumam Anti.


"Mending gw tidur aja daripada harus makan makanan kotor kaya gitu"


Antipun merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur tanpa kasur.


Badannya terasa sakit semua karena ia tidak biasa tidur tanpa alas seperti itu.


Kini ia semakin benci dengan Dhita yang telah membuatnya seperti itu.


Yang ada dalam pikiran Anti saat ini bagaimana cara agar ia dapat melarikan diri dari rumah kumuh itu.


Sementara itu Daniel tiba dirumah saat jam sudah menunjukan pukul 20.00.


Dhita yang begitu kesal hanya diam saja saat Daniel tiba.

__ADS_1


"Sayang jangan marah dong, aku minta maaf tadi ada pekerjaan yang gak bisa aku tinggalin"


Daniel menarik tangan Dhita agar mau menemaninya makan malam.


"Ayo dong sayang masa aku makan sendirian sih"


"Suruh siapa pulangnya malem banget, anak-anak aja udah pada mau tidur" jawab Dhita yang memang menemani Daniel makan malam namun dengan posisi duduk yang lebih jauh.


Daniel pun menarik nafas dalam-dalamkk dan menghembuskannya perlahan.


Tidak apa sedikit lebih jauh daripada tidak ditemani sama sekali, kira-kira begitu lah yang ada dalam pikirannya Daniel saat ini.


Setelah selesai makan Dhita pun lay masuk kedalam kamar, sedangkan Daniel langsung masuk kedalam ruang kerjanya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum akhirnya ia akan menyusul Dhita untuk tidur.


Sebelum ia masuk kedalam kamar Daniel menyempatkan diri untuk mengecek CCTV tempat dimana Anti di tahan.


Ia pun tersenyum puas saat melihat Anti yang sedang tidur meringkuk sambil memegangi perutnya.


Hampir jam 12 malam Daniel masuk kedalam kamar, ia melihat Dhita yang sudah tidur dengan begitu lelap.


Daniel pun ikut merebahkan tubuhnya disamping Dhita lalu memeluk tubuh mungil istrinya dan mengecup lembut rambut Dhita.


"MET mimpi indah sayang" bisik Daniel sebelum akhirnya ia pun ikut terlelap.


Pagi pun tiba, seperti biasa Dhita sudah bangun lebih dahulu, setelah sholat subuh ia menyiapkan segala keperluan Daniel setelah itu ia langsung menuju dapur dan menyiapkan sarapan pagi.


Daniel yang bangun sedikit lebih siang karena terlalu lelah hanya tersenyum saat melihat semua keperluannya sudah disiapkan oleh Dhita.


Beberapa Minggu belakang ini saat Dhita tidak ada ia sedikit kesal karena apa yang disiapkan oleh Anti tidak sesuai dengan seleranya.


"Kamu memang yang terbaik buat aku sayang" ucap Daniel saat melihat pakaian yang sudah disiapkan oleh Dhita sesuai dengan style nya.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian nya Daniel pun langsung menuju ruang makan untuk sarapan bersama.


Ia tidak ingin melewatkan sarapan bersama lagi.


"Pagi semuanya" ucap Daniel sambil tersenyum lebar.


Semuanya menjawab sapaan Daniel namun tidak dengan Dhita.


Ia hanya diam saja sambil mengoles roti dengan selai kacang dan coklat.


Daniel mengecup sekilas pipi sang istri yang sedang merajuk.


Dhita yang terkejut karena tiba-tiba saja Daniel mencium pipi langsung mencubit kecil Daniel hingga pria itupun sedikit meringis.

__ADS_1


"Udah gak marah lagi kan?" tanya Daniel sambil tersenyum melihat wajah Dhita yang sedikit merona.


__ADS_2