
\=\=\= Pemberitahuan \=\=\=
Haii para reader sebelumnya author mengucapkan terima kasih banyak buat kalian yang sudah mau mampir ke karya author yang receh ini.
Ini adalah pengalaman pertama author membuat novel online jadi dengan segala kekurangannya author mohon maaf yang sebesar-besarnya karena novel ini memasuki bab akhir.
Terima kasih juga buat yang sudah memberikan dukungan buat author kritik dan saran kalian sangat berarti buat author sebagai pembelajaran untuk dinovel yang selanjutnya.
Ok...let's back to story, happy reading
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Akhirnya hari yang ditunggu pun tiba,selepas Azan Subuh rumah Dhita sudah terlihat sangat sibuk.
Bunda Ipeh sudah terlihat cantik dengan kebaya warna krem walaupun diusia yang sudah memasuki kepala lima wajahnya masih nampak fresh.
Sementara Niken gadis yang kini sudah menginjak usia 17tahun itu nampak cantik dengan kebaya warna biru kesukaanya.
Sementara itu dikediaman Dhaniel suasananya pun tak kalah ramai dengan kediaman Dhita.
Setelah semua dirasa cukup mereka pun sudah bersiap untuk berangkat menuju kediaman mempelai wanita.
Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam rombongan keluarga Dhanielpun tiba di depan gerbang perumahan Dhita.
Karena memang rumah Dhita tak jauh dari Gerbang perumahannya.
Diawali dengan iring-iringan marawis lalu rombongan Dhaniel dan keluarga besarnya serta aneka macam seserahan tak ketinggalan sepasang roti buaya dan aneka peralatan rumah tangga dari lemari,tempat tidur dan lainnya.
Arak-arakan pernikahan Dhaniel walaupun memakai adat betawi kuno namun terlihat meriah hingga sepanjang jalan dari gerbang perumahan hingga memasuki gang rumah Dhita menjadi pusat perhatian.
__ADS_1
Sayup-sayup terdengar suara tabuhan rebana
"rombongan mempelai pria sudah tiba" teriak seseorang yang memberi aba-aba agar keluarga Dhita bersiap-siap.
Sementara itu di kamar Dhita yang sudah selesai dirias nampak begitu cantik dengan balutan kebaya modern warna putih.
"Bun..kok Dhita dek-dekan ya"bisik Dhita pada Bunda Ipeh yang duduk menemaninya
"itu wajar Neng"ucap Bunda Ipeh lalu mengambil tangan Dhita yang dingin dan menggenggamnya memyalurkan kehangatan melalui tangannya.
suara tabuhan marawis terdengar semakin mendekat dan tak lama kemudian berhenti dan disusul bunyi petasan yang sudah dipersiapkan.
Acara palang pintu pun dimulai dengan adu silat dari kedua belah pihak dan sudah dapat dipastikan dari pihak mempelai pria lah pemenangnya.
Lalu dilanjutkan dengan adu pantun sampai pada akhirnya rombongan mempelai pria di izinkan masuk dan didalam sudah menunggu penghulu dan saksi-saksi dari pihak Dhita.
Setelah acara seserahan, Ijab Qubul pun segera dimulai.
Semua mata tertuju kearah Dhita yang nampak begitu cantik.
Begitu pun Dhaniel ia tak mengedip karena begitu terpesona dengan kecantikan Dhita yang memang selama ini tak pernah bersolek hingga membuat semua orang pangling
Setelah Dhita duduk manis disebelah Dhaniel dan semua saksi sudah siap acara Ijab Qubulpun dimulai terdengar dengan jelas saat penghulu mulai membacakan satu per satu kata hingga akhirnya terdengar suara Dhaniel dengan lantangnya menjawab pertanyaan sang penghulu hingga akhirnya terdengar kata "Sah" dan semua orang yang hadir disana bernafas lega.
Akhirnya kini Dhita sudah sah Menjadi Nyonya Dhaniel Wijaya Kusuma Atmaja.
Senyum bahagia terpancar diwajah keduanya. Setelah istirahat sejenak acarapun dilanjutkan namun kali ini Dhita dan Dhaniel sudah berganti pakaian warna kuning gading dan merekapun melakukan sungkeman.
Air mata Dhita mengalir dengan derasnya saat ia memcium tangan Bunda Ipeh biar bagaimanapun selama ini hanya Bunda yang berjuang merawat ia dan Niken setelah Ayah mereka tiada.
__ADS_1
Setelah hampir 10 menit Dhita menangis dipangkuan sang Bunda akhirnya ia pun dapat mengendalikan dirinya.
Setelah semua proses acara selesai kini waktunya kedua mempelai mendapatkan ucapan selamat dari semua yang hadir.
Senyum bahagia nampak diwajah keduanya begitupun dengan kedua putra dan putri mereka yang nampak senang.
"Akhirnya penantian aku tak sia-sia ya beib,sekarang kamu udah sah jadi milik aku selamanya"bisik Dhaniel saat tamu mulai sepi
"iya tau.."jawab Dhita singkat
Dhita yang melihat senyum Dhaniel merasa sedikit aneh akhirnya bertanya "kok senyumnya gitu sih,ada apa"
"Nanti malemkan malem pertama kita ya Beib,mau disini apa dirumah kita"bisik Dhaniel dan berhasil membuat pipi Dhita merona walaupun tak ada yang mendengar ucapan Dhaniel barusan.
"ihh apa'an sih,ya disini lah rame-rame mumpung saudara-saudara aku masih disini,aku mau ngabisin waktu bareng mereka"jawab Dhita
"gak boleh,pokoknya kamu gak boleh jauh dari aku dan nanti malam sebelum jam 9 kamu harus istirahat"
"yah...jangan jam 9 dong kan aku masih mau kangen-kangenan ama sepupu aku"tawar Dhita
"gak pake nawar beib,ini kan buat kesehatan kamu juga"tolak Dhaniel
Dhita memasang wajah cemberut mendengar ucapan Dhaniel.
Bunda Ipeh yang melihat interaksi keduanya tersenyum bahagia kini ia bisa bernafas lega karena satu tanggung jawabnya sudah selesai.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Haiii para reader terima kasih sudah mampir di karyaku.
__ADS_1
jangan lupa tap tombol 👍 dan juga kritsarnya masih author tunggu
Amellajj/Author