Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 25


__ADS_3

Malam itu dikediaman Wijaya berlangsung makan malam keluarga antara keluarga Wijaya dan keluarga Sutomo yang merupakan calon besannya.


Nampak Daniel memasang wajah datarnya dihadapan calon keluarga istrinya itu masih terbayang dalam ingatannya gambar kedekatan Dhita dan Rivan ingin rasanya ia segera menyelesaikan acara makan malam ini dan segera menuju kafe tempat Dhita bekerja.


Rifah sang ibu dari Daniel melihat kalau sang putra sedang manahan kegelisahannya


" ada apa dengan mu nak,kenapa wajahmu begitu tidak enak untuk dilihat" bisik sang mami ditelinga Daniel.


Namun Daniel tak menghiraukan ucapan sang ibu.


Setelah isi dipiring makannya habis ia meminta ijin untuk ke toilet.


Sang ayah Hengky ternyata menyadari juga perubahan pada wajah tampan anaknya


" ada apa dengan anak itu mam?" bisik sang ayah bertanya pada istrinya


" mami juga tidak tahu pi, tadi pas mami tanya dia tidak menjawab" bisik sang mami


dikamar mandi Daniel manatap dirinya didepan cermin besar yang terpampang disana berulang kali dia membasuh wajahnya dengan air berharap air yang dingin dapat memberikannya sedikit kesejukan ditengah hawa panas yang kini sedang bergejolak didalam dadanya.


"hhu..." ia menari nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar sebelum akhirnya ia keluar dari dalam kamar mandi dan kembali menuju ke ruang keluarga dimana semua sedang berkumpul disana membahas acara yang akan berlangsung beberapa hari lagi.


Ia pun duduk disebelah sang mami,sejenak ia menatap kedepan tepat dimana calon tunangannya duduk.


" Hesti nama dari calon tunangan Daniel ia merupakan putri tunggal dari keluarga utomo"


" Daniel lebih baik kamu bawa Hesti ke taman belakang yang muda dengan yang muda biar nanti kalian tidak canggung" ucap sang ayah memecah kecanggungan antara kedua pasangan yang dijodohkan itu.


tanpa membantah Daniel mengajak wanita yang baru di jumpai dua kali itu ke taman yang berada disamping kediaman itu.


" hei ada apa dengan wajahmu?" tanya Hesti tanpa rasa canggung


" tidak ada apa-apa" jawab Danil dingin


" kalau kamu mau cerita aku siap kok dengerin"


Daniel menatap wanita cantik didepannya lalu memalingkan lagi tatapannya kearah depan


" hei...ayolah jangan kaku kaya gitu,kita berdua ini sama-sama korban dari orang tua kita masing-masing" ucapnya lagi


Daniel menatap kembali calon tunangannya iyu


"kamu sudah punya pacar" tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari mulut Daniel


Hesti hanya menganggukan kepalanya lalu seketika itu juga wajahnya terlihat muram


" kamu mencintainya" tanya Danie kemudian dan dijawab dengan anggukan lagi


" sama aku juga sudah punya kekasih dan aku juga tidak mau kehilangan dia tapi karena perjodohan ini dia menjauhiku" nampak wajah Danil tambah muram

__ADS_1


" kalau begitu kita sama dong, mari kita buat perjanjian" ucap Hesti semangat


Daniel langsung menatap gadis disampingnya tak mengerti dengan ucapan gadis disampingnya itu.


" iya perjanjian " ulangnya


"perjanjian apa"


" perjanjia kalau setelah kita tunangan kita tetap bisa berhubungan dengan pasangan kita masing-masing,kamu dengan kekasihmu dan begitu juga aku dengan kekasihku,bagaimana?" usulnya


Danielpun menatap gadis itu tak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya


" apa kamu yakin" tanya Daniel menyakinkan Hesti hanya menganggukan kepalanya lagi.


" apa kamu yakin"


" kenapa g percaya baget sih,aku tuh sayang banget ama pacar aku jadi aku mohon biarlah pertunangan ini tetap berlangsung tapi beri aku kesempatan untuk tetap bersama kekasihku"


Daniel manatap dalam manik mata wanita didepannya mencoba mencari kebenaran akan kata-katanya barusan.


Daniel menarik nafas dan menghembuskannya lega karena sepertinya gadis ini tidak sedang berbohong.


" baiklah aku percaya dengan yang kamu ucapkan barusan,.setelah pertunangan ini terjadi aku tak akan mengusik hubungan mu dengan kekasihmu begitupun sebaliknya apa kau setuju"


Hestipun mengangguk tanda ia setuju dengan yang diucapkan oleh Daniel dan mereka pun terlihat semakin akrab hingga tanpa mereka sadari beberapa pasang mata yang sedari tadi menatap kearah mereka bisa bernafas lega ketika melihat mereka berdua terlihat sudah saling menerima perjodohan ini.


Daniel yang menerima beberapa foto kedekatan sang pujaan hati terpaksa menahan amarahnya karena hari yang semakin malam tak memungkinkannya untuk menyambangi rumah Dhita.


Seperti biasa Dhita bangun jam 7 pagi suasana rumahnya sepi bunda ipeh pasti sudah pergi ketempat kerjanya yaitu usaha komfeksi yang tak jauh dari rumahnya kalau Niken sudah pasti dia sudah berangkat ke sekolah.


Dhitapun menikmati sarapannya yaitu sebungkus nasi uduk plus gorengan kesukaanya bakwan dan tempe, ia pun makan dengan lahapnya namun ketika ia hendak memasukan suapan terakhirnya terdengar suara ketukan dipintu


tok....tok...tok


Dhita pun mengacuhkannya ia hendak menyelesaikan sarapannya yang tinggal satu suap itu lalu ketukan itu terdengar lagi


setelah dengan buru-buru ia memasukan makanan kedalam mulutnya ia pun beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu hendak melihat siapa yang kurang kerjaan bertamu pagi-pagi.


Ia pun sedikit terkejut setelah melihat siapa yang ada dibalik pintu


" Dhaniel? ngapain pagi-pagi udah kesini" tanyanya tanpa menyuruhnya masuk


" kenapa? g suka kalau aku yang datang" tanyanya dengan nada ketus lalu menerobos masuk dan duduk disofa tanpa meminta ijin pada yang punya rumah.


" ada apa sih pagi-pagi tuh muka udah kaya cucian belum digosok" ejek Dhita tanpa tahu kalau pria tampan didepannya ini sedang menahan amarahnya dari tadi malam.


Dhaniel menatap tajam kearah Dhita ingin rasanya ia menerkam wanita didepannya ini karena tak merasa bersalah sedikitpun.


" kamu g dengerin omongan aku yang kemarin ya tha" tanyanya berusaha sesantai mungkin

__ADS_1


" omongan apa " Dhita malah bertanya balik pada Daniel


" hhuu..." nampak Dhanil menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar


" kenapa? kamu punya asma y" tanya Dhita yang malah membuat Dhaniel semakin gusar dengan ucapan gadis manis didepannya ini.


" Dhita...Dhita, bukannya kemarin aku sudah memperingati kamu agar tidak terlalu dekat dengan Rivan,apa kamu menuruti ucapanku beib"


" aku kan sama Rivan cuma temen Niel,masag boleh sih"


" aku juga kan sudah melarangmu beib agar tidak bergaul dengan pria" tegas Dhaniel


" siapa pun itu termasuk Rivan" lanjutnya sambil menghampiri Dhita yang masih duduk dengan santai menanggapi ucapan Dhaniel.


" mulai hari ini kamu g usah kerja lagi biar aku yang menanggung semua biaya hidup keluargamu kalau perlu aku akan menambahkan pengawal agar kamu g usah keluar rumah kecuali bersamaku" ucapan Dhanil kali ini berhasil membuat Dhita sedikit emosi.


" hello ...apakah anda sadar tuan dengan apa yang tadi anda ucapkan?"


Dhaniel tersenyum mendengar Dhita menyebutnya dengan kata Tuan


" sudahlah pokoknya hari ini kamu g usah kerja "


" g mau,aku harus kerja" tolak dhita


" g boleh" tegasnya lagi


" boleh"


" gak"


" boleh"


akhirnya setelah beradu argumen yang cukup panjang Dhanel pun mengalah ia mengijinkan Dhita tetap bekerja dengan syarat tidak akan bergaul dengan teman pria sekalipun itu Rivan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**hai para reader Maaf y kalau masih banyak typo


kalau kalian suka dengan ceritanya jangan lupa dukung autor dengan cara


Like


vote


n komennya y


by love


autor/amel**

__ADS_1


__ADS_2