
2 minggu lebih Dhita tinggal di kampung itu sejak kejadian Dhita pingsan karena sedikit frustasi atas perlakuan Dhaniel yang mengurungnya dan ia pun mogok makan dan mengakibatkan Dhita Dehidrasi akut akhirnya Dhaniel melonggarkan sedikit peraturannya Dhita diperbolehkan keluar dari kamar tetapi tidak boleh keluar dari gerbang utama dan penjagaan diluarpun diperketat setiap jarak 2 meter harus ada seorang penjaga.
"Tak apalah hanya boleh keluar disekitar rumah dari pada terus dikurung didalam kamar" kira-kira begitulah yang ada dalam pemikiran Dhita.
dan Dhitapun membuat peraturan sendiri saat waktunya makan dia ingin semua pelayan harus makan bersamanya dia tak ingin berada di meja makan itu sendirian,dan kini ia punya kegiatan baru jika hari menjelang sore ia akan bermain layangan bersama penjaga yang selalu menemaninya hanya pada saat seperti itulah ia dapat tertawa lepas seakan lupa dengan keadaannya saat ini.
Tanpa Dhita sadari setiap gerak geriknya tak lepas dari pantauan Pak Imam dan terkadang pula pak Imam memfotonya secara diam-diam dan mengirimnya ke sang majikan alias tuan mudanya siapa lagi kalau bukan Dhaniel.
Sementara itu di kota "J" Dhaniel baru saja kenginjakkan kakinya lagi ditanah air setelah berada didalam mobil ia kembali mengaktifkan ponselnya dan begitu banyak pesan yang masuk dan foto-foto sang pujaan hati dengan berbagai kegiatan.
Senyumnya mengembang saat melihat foto dhita yang sedang bermain kelereng dan layangan bersama beberapa pengawal
Dhaniel pun sudah tak sabar ingin segera menemui sang kekasih namun ia harus melakukan beberapa kegiatan lagi salah satunya mengunjungi kediaman mertuanya dan orang tuanya sendiri.
Sementara itu dirumah Dhita
Bunda ipeh begitu merindukan putri sulungnya hampir 3 minggu ia tak mendengar suara lembut Dhita,mungkin karena rasa rindu yang mendalam membuatnya jatuh sakit Niken pun menghubungi Dhaniel dan memberitahukan kondisi sang bunda.
Dhaniel yang merasa bertanggung jawab atas keluarga Dhita akhirnya datang mengunjungi bunda ipeh dengan membawa dokter pribadinya untuk mengecek kondisi bunda ipeh.
Setelah diperiksa ternyata tensi bunda naik mungkin karena memikirkan Dhita dan Dhanielpun berjanji akan segera membawa Dhita kembali dan ia pun menunjukan foto-foto Dhita yang dikirim oleh pak imam nampak wajah bunda tersenyum bahagia melihat foto-foto putrinya yang nampak bahagia saat bermain layangan layaknya seorang anak kecil.
Setelah melihat bunda sudah mulai membaik Dhaniel pun pamit pulang dan sepanjang perjalanan dia hanya diam saja tak ada satupun kata-kata yang keluar dari mulutnya
sang dokter pribadi yang memang sudah lama bekerja di keluarga Wijaya hanya menatap Dhaniel dengan begitu banyak pertanyaan namun tak berani ia utarakan.
setelah mengantar sang dokter kerumahnya ia pun segera kembali kekediamannya begitu sampai ia disambut dengan sang istri yang sudah menunggunya dari tadi.
__ADS_1
"kamu dari mana dulu Niel"tanya Hesti lembut sambil menyodorkan segelas teh hangat pada suaminya
"dari rumah Dhita dulu soalnya bunda sakit"jawabnya sambil menyeruput teh yang masih hangat itu
"sakit apa?"
"tensinya naik,mungkin kangen sama anaknya" jawabnya lalu merebahkan tubuhnya disofa
"kapan kamu akan jemput dia,kasian juga kalau harus dikurung disana Niel"
"secepatnya hes,aku selesain dulu urusan kita disini baru aku jemput dia" ucapnya sambil mengusap wajahnya kasar
"ya sudah,kamu udah makan ?" Dhanielpun hanya menganggukan kepala bertanda sudah.
"ya udah kalo gitu istirahat sana kayanya kamu cape banget"ucap Hesti sambil berdiri dan menarik tangan Dhaniel untuk segera menuju kamarnya dan beristirahat.
tak sabar rasanya ia ingin segera menemui pujaannya hatinya dan mendekapnya erat namun apa daya ia harus menahan rasa rindunya sehari lagi karena ia harus kerumah orang tua hesti dulu.
pagi itu suasana rumah mewah tempat Dhita berada nampak ramai para pelayan sedang menyiapkan sarapan pagi ia ingin pagi itu memakan nasi goreng dengan banyak udang yang kecil-kecil dan untuk makan siang ia ingin makan ikan mas digoreng kering tetapi ia ingin ikannya ia sendiri yang menangkap dan disinilah kini ia berada,didalam kolam ikan, tanpa rasa geli dan jijik ia turun kedalam kolam dan mengejar-ngejar ikan dengan membawa saringan.
ia tak ingin ada yang membantunya,ia hanya meminta pelayan dan pengawal menunggunya disisi kolam saja.
kegiatannya itu pun tak luput dari pandangan pak imam ia merekamnya dan mengirimkan kepada Dhaniel.
sementara itu Dhaniel yang melihat vidio yang dikirim oleh pak imam hanya tersenyum bahagia melihat kekasihnya itu seperti anak kecil bermain air.
Rasa rindunya semakin menjadi ia pun sudah tak sabar ingin segera menjumpai kekasihnya itu.
__ADS_1
"kenapa kamu tambah mengemaskan kan beib,liat saja ya nanti aku gak bakal lepasin kamu sedetik saja" ucap Dhaniel sambil melihat foto Dhita yang sedang tersenyum.
Dengan rasa tak sabar, setelah selesai berkunjung kerumah mertuanya Dhaniel pun segera menghubungi Andreas yang sekarang menjadi assisten pribadinya untuk menemaninya ke villa dimana Dhita berada.
Setelah menunggu hampir 30menit akhirnya Andreas pun tiba tanpa menunggu lagi Dhaniel langsung masuk kedalam mobil dan Andreas yang berada dibelakang kemudi
"kayanya udah kanget banget nih.."ucap Andreas menggoda Dhaniel yang tersenyum saat memutar kembali vidio yang dikirim oleh pak imam.
"gak tau nih Ndre ni cewe beda banget,makanya gw gak bisa ngelepas dia"ujar Dhaniel yang memejamkan matanya
"kalo dipikir yang bikin loe jadi cinta mati ama dia apa sih Niel,tampang biasa aja gak kaya mantan loe yang cantik,tinggi kaya model" tanya andreas penasaran
"gw juga gak tau ndre sejak gw deket ama dia gw tuh gak nafsu lagi ama cewe yang cantik-cantik tapi matre"
"emang dia gak matre?" tanya andres penasaran
"gak, kalo gw ajak makan direstoran mewah aja dia gak mau,maunya yang tenda pinggir jalan cuma 50rban udah buat berdua"
"enak dong loe irit"ucap Dhaniel sambil tertawa
"dia juga susah ndre mau gw cium aja gw mesti usaha keras belom lagi udahanya gw mesti sariawan gara-gara digigit ama dia" ucap Dhaniel yang langsung disambut oleh tawa kencang dari andreas sahabatnya sejak SMA dulu.
"wah keren juga ya si Dhita,biasanya mana ada cewe yang nolak loe secara Dhaniel gitu pengusaha muda yang sukses"
"makanya gw bilang dia itu beda"
"iya gw tau,trus gimana ama bini loe si Hesti" tanya Andreas yang mulai kepo.
__ADS_1
Dhaniel pun akhirnya menceritakan semuanya pada Andreas karena dia tahu kalau sahabatnya itu pasti bisa membantunya jika ia nanti ada masalah dengan Dhita atau dengan istrinya Hesti.