Cerita Kita

Cerita Kita
Bab 26


__ADS_3

Hari - hari yang Dhita lalui pun mulai berubah tidak ada lagi kebebasan banyak aturan yang harus Dhita ikuti agar semuanya berjalan baik setidaknya buat sang Bunda dan adik tercintanya.


mungkin yang ada dalam pikiran Dhita biarlah dia menanggung semuanya biarpun kadang hati kecilnya berontak tetapi jika ingat ancaman Dhaniel nyalinya seketika itu juga menciut mau tak mau,rela tak rela semua harus ia jalani toh adik dan sang bunda terlihat begitu menyukai Dhaniel apa lagi sang adik Niken begitu bangganya jika Dhaniel menyempatkan diri untuk menjemputnya disekolah, ia bisa menyombongkan diri pada teman-temannya kalau ia mempunyai calon kk ipar yang tampan dan tajir abis.


Hari pertunangan itu pun tiba dikediaman Wijaya nampak kesibukan yang tidak seperti biasanya semua telah bersiap untuk menuju gedung tempat berlangsungnya acara.


Wajah Dhaniel terlihat biasa saja tak ada rona bahagia disana,pikiran Dhanil pun melayang tertuju pada gadis puja'annya kira-kira apa yang sedang dilakukan oleh gadis itu sekarang .


" wah yang mau tunangan ngelamun melulu" ejek Angga membuyarkan lamunan Dhaniel


"trus gimana sama si cool, pasti sakit hati dong ya " lanjut Pian menimpali ucapan temannya


" siapa bilang, dia tetep jadi pacar gw lah " jawab Dhaniel santai tanpa menghiraukan teman-temannya yang tak percaya dengan ucapan Dhaniel.


" apa pada ngeliatin begitu" protes Daniel pada teman-temannya yang masih menatapnya


"loe beneran cinta mati y sama si cool" tanya Pian tak percaya


Dhaniel pun tak tahu apa sebenarnya yang ia rasakan terhadap Dhita apa ia betul-betul cinta atau hanya sekedar obsesi karena sampai saat ini ia masih belum dapat menaklukakan hati Dhita wanita itu hanya menurut ketika diancam saja.


"sudah lah untuk saat ini jangan bahas soal dia dulu gw mau fokus sama pertunangan palsu ini dulu" pinta Dhanil


dalam diamnya Dhaniel ingat kalau hari ini dia belum mendapat kabar soal Dhita dari anak buahnya ia pun mengeluarkan ponselnya dan menelfol seseorang


" hallo bos ..." sapa seseorang disana saat mulai terhubung


" ada kabar apa hari ini"


" tidak ada yang penting bos"


" posisi dimana sekarang"


" masih di mini market bos"


Dhaniel melirik jam yang melingkar ditangannya


" tidak mungkin jam segini.masih di sana" pikir Dhaniel merasa ada yang janggal


" hallo apa kalian yakin dia belum keluar dari sana" tanya Dhanil menyakinkan anak buahnya


" kami belum melihat nona Dhita lewat bos" ucap sang anak buah menyakinkan bosnya

__ADS_1


namun entah kenapa Dhaniel merasa ada yang aneh ia meminta anak buahnya untuk masuk kedalam untuk menyakinkan kalau gadis itu masih ada disana.


sang anak buahpun memasuki mini market dan berpura-pura membeli minuman dingin sambil matanya mencari gadis yang menjadi targetnya, ia pun bertanya pada kasir yang melayaninya alangkah terkejutnya ia kalau gadis yang sedang di intainya ternyata sudah pulang sejak jam 4 sore tadi.


bagaimana bisa ia ceroboh sampai tak melihat gadis itu keluar dan melewatinya


ia pun segera menuju rumah Dhita dan bermaksud untuk menyakinkan kalau gadis itu sudah dirumah atau sudah berangkat ke kafe biasanya .


Saat sedang memarkirkan mobilya ia melihat seorang gadis kecil keluar dari dalam rumah dan kebetulan sekali ia berjalan kearahnya.


" nona kecil ..." panggil sang pengawal sekaligus mata-mata itu kepada Niken.


ya...gadis kecil yang keluar dari rumah itu adalah Niken sang adik samata wayang Dhita.


Niken pun berhenti dan menatap kearah orang yang memanggilnya ada sedikit rasa takut karena melihat body kedua orang itu cukup besar


seakan tahu apa yang ada dalam pikiran gadis kecil itu salah seorang pun berkata


" jangan takut, kami pengawal yang disuruh tuan Dhanil menjaga kaka nona" jelas pria bertubuh tegap itu


akhirnya Niken pun menarik napas lega karena pikirannya salah dan ia mencoba mengingat-ingat kalau ia hampir setiap hari melihat mobil hitam itu terparkir tak jauh dari rumahnya.


tut....tut....tut


terdengar nada sambung namun untuk kesekian kalinya tak mendapat jawaban.


"baiklah paman apa yang ingin kau tanyakan" ungkap Niken


" nona kami hanya ingin bertanya apakah nona Dhita sudah pulang" ucap salah satu pria bertubuh tegap itu


" kaka ku seharusnya tadi pulang dulu tapi sampai sekarang belum pulang juga mungkin dia langsung ke kafe paman" jelas.Dhita


kedua pengawal itupun tertegun nampak wajahnya sedikit pucat


" terima kasih nona kecil atas infonya"


Niken hanya cemberut mendengar kedua orang pria bertubuh tegap itu memanggilnya nona kecil


" ish ...paman beradan besar namaku Niken bukan nona kecil" protesnya sambil berjalan melalui kedua orang tersebut


tak mau menunggu lama kedua orang pengawal itu pun bergegas masuk.kedalam mobil dan melajukan kendaraannya menuju kafe tempat biasa Nandhita bernyanyi

__ADS_1


setibanya disana mereka langsung masuk dan mencari keberadaan gadis itu namun hasilnya nihil merekapun bertanya pada Dimas ternyata hari ini Dhita cuti selama 2 hari.


setelah mempertimbangkan segala akibatnya merekapun mengirim pesan ke bos besar mereka memberitahukan kalau mereka kehilangan jejak Dhita.


sementara itu disebuah gedung mewah didaerah " J" tengah berlangsung pertunangan antara Dhaniel Wijaya Kusuma dengan Hesti Sutomo acara itu begitu mewah dan diliput oleh berbagai media baik itu bisnis atau sekedar infotaimen.


Nampak wajah bahagia dari ke dua pasangan walaupun semua itu hanya sebuah kepalsuan belaka demi keuntungan kedua belah pihak.


Dhanil sengaja menon aktifkan sementara ponselnya ia ingin agar acara ini berjalan dengan baik tanpa ada masalah.


tepat pukul 23 acarapun telah selesai para tamu undanganpun sudah tidak ada lagi setelah beristirahat sejenak iapun pamit untuk pulang ditamani dengan teman-temannya yang rencananya malam ini akan bermalam dirumah Dhaniel.


Setelah ia merasa nyaman ia pun mengeluarkan ponselnya dan mengaktifkan kembali.


mobilpun bergerak keluar dari parkiran gedung tempat acara pertunangan berlangsung membelah jalanan ibu kota yang sudah lengang karena memang sudah larut.


Seketika itu juga wajah Dhaniel merah padam menahan amarah setelah membaca laporan dari anak buah nya yang bertugas mengikuti Dhita ia pun segera menelpon sang pengawal


" apa saja yang kalian kerjakan sampai tak melihat kalau ia sudah pulang dari sana" sentak Dhanil dengan nada tinggi yang sontak kentiga temannya langsung melihat kearahnya namun Dhanil tak menghiraukan tatapan mereka


" aku tak mau tahu pokokya segera temukan keberadaannya " tegas Dhanil lalu menutup sambungan telponnya.


" dam " maki Dhaaniel sambil menyisir rambutnya dengan tangan kebelakang


" ada apa sih bro" tanya Angga memberanikan diri


" iya siapa tahu kita bisa bantu" timpal Andreas


sejenak Dhaniel manatap kearah teman-temannya yang sedang menunggu jawaban Dhaniel


" Dhita g pulang kerumahnya dan tadi orang yang gw suruh ngikutin dia malah gak liat dia keluar dari mini market itu" jelas Dhanil dengan nada sedikit lemas


" emang loe g pasang GPS di hpnya" tanya Pian yang langsung dijawab dengan gelengan kepala.


tanpa terasa mereka sudah sampai dirumah Dhaniel


" udah mending sekarang kita istirahat aja besok pagi kita cari bareng-bareng tuh cewe kutub" ucap andreas mencoba memberi saran dan disetujui oleh Dhaniel.


Malam itu Dhaniel tidak bisa istirahat dengan nyaman ia selalu bertanya kenapa bisa-bisanya gadis itu membuatnya hilang kendali seperti sekarang padahal kalau dipikir dalam keadaan normal bisa saja Dhita sedang bermalam dirumah temannya.


akhirnya karena terlalu lelah Dhaniel pun terlelap dan berharap apa yang dipikirnya benar dan esok Dhita sudah kembali berada dirumahnya.

__ADS_1


__ADS_2