Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Gosip


__ADS_3

Di malam yang dingin dengan langit yang berbintang, pancaran cahaya rembulan yang terpancar menyaksikan wajah mereka yang tersenyum, tertawa karena bahagia.


Namun berbeda dengan wajah Calysta dan Justin, mereka terlihat kebingungan dan entah apa yang harus di lakukannya.


Orang tua mereka pulang ke rumah dengan wajah berseri yang mendambakan kebahagiaan akan putra-putrinya.


Karena Calysta ingin berdiskusi dengan Justin, dia memilih untuk pulang bersamanya dan tidak pulang dengan kedua orang tuanya.


Di perjalanan pulang Calysta dan Justin berunding di dalam mobil.


''Arghh... kok jadi begini sih?.'' Calysta yang terlihat kesal dan bingung.


''Ya, jadi selanjutnya apa yang akan kita lakukan?.'' Tanya Justin yang juga kebingungan, tetapi perasaan yang sebenarnya adalah Justin merasa sangat bahagia dengan kenyataan ini.


''Pokoknya aku tetap gak mau ada perjodohan.'' Jelas Calysta.


''Terus, kita akan mengaku kalau kita hanya pura-pura?,'' Justin kembali bertanya.


''Nggak tahu, pikiran aku lagi kusut gk bisa mikir.'' Ujar Calysta.


Tidak tahu apa yang harus di perbuat nya, Calysta terdiam dan mengeluh.


Melihat raut wajah Calysta yang kebingungan dan risau, Justin pun mencoba menenangkan nya.


''Sudah-sudah, nanti kita pikirkan lagi, sekarang kamu istirahat lah dengan baik.'' Ucap Justin sambil mengelus rambutnya dengan lembut penuh perhatian.


''Hmm... iya.'' Jawab Calysta dengan nada yang lemah.


Merasa kelelahan, tidak lama Calysta tertidur di dalam mobil dan tidak terasa kepalanya bersandar di bahu Justin.


Sampai di depan rumah Calysta.


Justin yang melihat Calysta tidur di bahunya tidak tega untuk membangunkannya.


''Kamu cantik, entah apa yang membuatku merasa nyaman didekat mu Calysta?.'' Justin bergumam dalam hatinya sambil mengelus rambut Calysta.


Justin membunyikan klakson dan Satpam pun membukakan gerbangnya.


Justin sudah berusaha untuk membangunkannya, namun Calysta masih terlelap.


Tidak tega melihatnya kelelahan seperti itu, Justin akhirnya menggendong Calysta kedalam.


''Loh Justin? Angel tertidur?.'' Tanya Mami Calysta yang membukakan pintu.


''Iya tante mungkin kecapean, belum sempat istirahat tadi.'' Ucap Justin.


''Ya sudah bawa ke atas ke kamarnya.'' Suruh Mami Calysta.


Justin pun menggendong Calysta sampai ke kamar atas. Dan membaringkannya di kasur, dia membukakan heels nya yang masih melekat di kaki Calysta.


Setelah itu Justin menyelimuti Calysta dengan tatapan penuh kasih.


Cup... Tanpa sadar Justin mencium kening Calysta


'''Astaga, apa yang lo lakukan Justin? mengambil kesempatan dalam kesempitan?'' Bergumam dalam hati Justin menyalahkan diri sendiri.


Justin pergi keluar dan berpamitan kepada Mami Papinya Calysta.


kukuruyuk...


Ayam berkokok tanda hari telah pagi, cahaya mentari masuk ke celah-celah jendela dan menyinari wajah Calysta yang masih terlelap tidur.


''Hoamm....'' Calysta terbangun dan menggeliatkan tubuhnya.


"Nyenyak sekali aku tidur," gumam nya.

__ADS_1


Tersadar akan kejadian semalam dan entah bagaimana dirinya sudah berada di tempat tidur.


Namun Calysta tidak terlalu memikirkannya dan langsung pergi untuk mandi, karena dia pikir yang menggendong dirinya ke tempat tidur adalah Papinya.


''Selamat pagi Mi Pi,'' Ucap Calysta yang menghampiri orang tuanya di meja makan.


''Hmm... selamat pagi,


ayo sayang sarapan yang banyak ya biar badan kamu nggak lemah.'' Ucap Maminya.


''Siap Mi, oh iya, pasti tadi malam Papi keberatan ya gendong aku sampai ke atas? maaf ya Pi, lagian kenapa nggak bangunin aku aja sih?.'' Ujar Calysta.


''Yang gendong kamu ke atas itu Justin bukan Papi, kalau Papi pasti sudah bangunin kamu, terus kalau nggak bangun-bangun kayak semalam sudah Papi guyur pakai air.'' Jelas Papinya.


''Justin?.'' Calysta yang tidak menyangka.


''Iya, Mami cuma nunggu di bawah karena Mami malas naik ke atas.'' Lanjut Maminya berkata.


Calysta terdiam,


''Nunggu di bawah? berarti yang buka heels sama menyelimuti aku Justin dong?.'' Dalam pikirannya Calysta bertanya-tanya.


''Bodo amat ah.'' Pikirnya Calysta yang tidak mau banyak berpikir.


Seperti biasa Calysta pergi ke kantor, namun saat dia menginjakkan kakinya di kantor semua orang melihat dirinya tidak seperti biasanya, sekarang mereka bergosip tentang pertemuannya semalam dengan keluarga Justin.


''Cie...cie... yang habis lamaran.'' Goda Rossa kepada Calysta.


''Ada apa sih?.'' Tanya Calysta.


''Nggak usah pura-pura lah Kall, kita semua sudah tahu kok.'' Jawab Rossa masih menggodanya.


''Tahu apa?.'' Calysta yang masih tidak mengerti.


Belum sempat melanjutkan obrolan, tiba-tiba empat sekawan Aldo, Danu, Beni, dan Febi menghampiri mereka.


''Ekhem...ekhem'' (Danu)


''Suitwiiw.'' (Beni)


''Prikitiww.'' (Febi)


Mereka berempat terus menggoda Calysta.


''Kalian ini sebenarnya ada apa sih?.'' Tanya Calysta heran.


''Kall kita semua tuh tahu kalau kamu semalam habis lamaran sama CEO kita di restoran ternama XX.'' Jelas Rossa.


''WHAT?.'' Calysta kaget.


''Kalian semua itu dapat kabar dari mana asal saja ngegosip?.'' Lanjut Calysta bertanya.


''Nggak usah ngelak lagi, Farrel punya fotonya, keluarga kamu sama keluarga Justin bertemu di restoran XX.'' Jelas Danu.


''Itu semua nggak seperti yang kalian pikirkan.'' Calysta berteriak.


''Ada apa ini?.'' Justin yang baru saja datang dan melihat teman-temannya berkerumun dan ribut-ribut.


''Boss, malam ini aku benar-benar akan bikin hajatan tumpeng.'' Ucap Febi yang kegirangan.


''Jangan lupa sesajen yang lengkap Feb biar afdol.'' Ujar Aldo.


''Wokeh!.''


''Diam.'' Ucap Justin tegas.

__ADS_1


''Nggak asik lu Bos, hari bahagia juga nggak ngasih tau kita.'' Gerutu Beni.


''Tau tuh, kayaknya kita sudah nggak di anggap, Kuyy ah pergi.'' Ajak Danu.


Justin yang masih kebingungan dengan sikap teman-temannya akhirnya bertanya kepada Rossa apa yang sebenarnya terjadi.


Rossa menceritakan semuanya.


Mendengar semua itu wajah Justin seketika menjadi muram, ternyata biang keroknya adalah Farrel.


Calysta tidak terlalu memikirkan soal itu dan pergi menuju ruangannya,


Justin pun menyusul dari belakang.


Kemudian di dalam ruangannya Justin memanggil Farrel melalui teleponnya,


''Farrel keruangan saya sekarang.''


''Baik pak.'' Jawab Farrel.


Tidak lama kemudian Farrel tiba dan langsung masuk ke ruangan Justin.


''Ada yang bisa saya bantu pak?.'' Tanya Farrel.


''Apa yang kamu lakukan pagi-pagi sudah membuat gosip tentang saya? Apa kurang cukup pekerjaan yang saya berikan sehingga kamu banyak waktu luang?!'' Tanya Justin dengan suara tegas dan wajahnya yang muram.


Farrel kaget dan menjawab pertanyaannya dengan terbata-bata.


''i...tu sa...ya , sa...ya tidak bermaksud apa-apa pak, hanya memberi kabar bahagia untuk karyawan, benar-benar tidak bermaksud apa-apa.'' Farrel memberanikan diri untuk menjawab dan menjelaskan.


''Ya sudah, gaji kamu saya potong.'' Tegas Justin.


''Ckk... Saya tidak takut, nanti juga bakal ada butuhnya sama saya, pasti di naikin lagi gajinya malah sekalian dengan bonusnya juga.'' Gumam Farrel dalam hati, sambil pergi meninggalkan ruangan Justin.


''Ehemm... semalam kamu tidur nyenyak?.'' Tanya Justin kepada Calysta, setelah Farrel keluar dari ruangannya.


''Hmm.'' Jawab Calysta tidak bersemangat.


''Bagus lah,''


Suasananya menjadi canggung,


Justin terdiam seperti ada yang di pikirkan nya.


''Dia nggak sadar kan kalau semalam aku mencium kening nya.'' Gumam Justin dalam hatinya.


''Pokoknya kita harus cari cara buat batalin pertunangan nya.'' Tiba-tiba Calysta berbicara membuat Justin sedikit terkejut.


''Segitunya Kall kamu nggak mau tunangan sama aku.'' Ujar Justin dalam hati nya.


''Iya terserah kamu.'' Jawab Justin seperti enggan.


''Kok terserah? harusnya sama-sama cari jalan keluar dong.'' Ujar Calysta.


''Aku ngikutin kamu aja.'' Jawab Justin dingin.


''Kenapa rasanya berat buat aku Kall?.'' Justin termenung dan bergumam dalam hatinya,


''Justin sadar Justin, lo kenapa sih jadi baperan kayak gini.'' Dua sisi berbeda dalam hati Justin.


''Iishh, kamu nggak bisa di andalkan ah.'' Keluh Calysta.


''Aku akan memikirkannya.'' Ujar Justin namun seperti mengeluh.


Lagi-lagi suasananya menjadi canggung. Banyak sekali urusan yang harus mereka pikirkan.

__ADS_1


Justin hanya diam dan melanjutkan pekerjaannya, begitupun dengan Calysta.


__ADS_2