Cewek Penakluk Hati Cowok Cool

Cewek Penakluk Hati Cowok Cool
Kisah Febi


__ADS_3

''Aku baru pulang besok pagi jadi nanti malam kamu boleh tidur di kamar ku, biar aku tidur bareng Aldo di sebelah kamar kamu.'' Ujar Febi.


''Terimakasih, maaf sudah merepotkan mu.'' Ucap Putri sedikit merasa tidak enak.


''Jangan sungkan.'' Tegasnya sembari mengusap kepalanya Putri.


Putri tersenyum.


''Ayo kita bermain.'' Ajak Putri sembari menarik tangannya Febi.


Febi kaget dibuatnya melihat sikapnya yang mudah sekali berubah namun dia tetap tersenyum dengan sikap kekanakan Putri yang mengajak dia bermain.


''Suasana hati kamu mudah sekali berubah, apakah sudah tidak sedih dan takut lagi?'' Tanya Febi.


''He'em, berkat kamu aku sudah merasa lebih baik aku merasa tidak sendirian lagi.'' Jelasnya sembari tersenyum manis.


''Dasar kamu ini.'' Febi tersenyum dengan tatapan penuh kasih.


Mereka berdua bermain bersama berlarian di tepi pantai, membuat istana pasir dan bermain voli. Tersirat kebahagiaan di wajah mereka berdua.


Aldo yang tengah bersantai di pinggir pantai, tidak sengaja melihat Febi yang sedang bermain dan bercanda dengan seorang gadis yang imut.


''Aihh, anak itu di manapun dia berada selalu saja bermain dengan wanita namun tak satupun di kencaninya.'' Gumam Aldo dengan menggelengkan kepalanya.


Bermain sampai sore hingga lupa waktu. Febi dan Putri berakhir dengan duduk di pinggir pantai melihat matahari terbenam.


Febi meliriknya dengan rasa bahagia melihat Putri yang kembali ceria.


''Sudah selesai, ayo pergi kita beristirahat.'' Ajak Febi.


Mereka kembali ke kamar hotel yang di sewa oleh Febi.


''Kamu mandi dulu sana, aku akan bersiap untuk pindah ke kamar sebelah.'' Ujar Febi.


''Aku tidak ada baju ganti.'' Ucap Putri.


''Ya ampun, aku lupa tadi hanya membelikan satu set baju saja yang dipakai oleh mu sekarang. Maaf ya aku kira kamu punya rumah dan keluarga, jadi-'' Ucap Febi merasa bersalah.


''Tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena telah banyak merepotkan mu.'' Ujarnya.


''Ahh, atau pakai saja dulu bajuku untuk sementara waktu, nanti akan aku pesankan baju sesuai dengan ukuran mu.'' Usul Febi sambil memberikan sebuah kemeja putih kepadanya.


Hanya itu yang mungkin agak tertutup di badannya Putri. Karena memang baju-baju Febi baru di belinya pas datang ke pulau dan juga tidak membawa apa-apa saat penerbangan.


''Terimakasih.'' Putri setuju untuk memakai bajunya juga mengambilnya dari tangan Febi dan dia langsung pergi untuk mandi.


''Lagi lagi berterimakasih.'' Gumam Febi.


Dia kemudian membereskan barang-barang nya karena akan pindah ke kamar Aldo yang bersebelahan dengan kamar nya.

__ADS_1


Cklek...


Beberapa saat kemudian Putri telah selesai mandi dan membuka pintu kamar mandi nya.


''Sudah selesai?'' Tanya Febi yang baru saja selesai berkemas dan menengok ke arah nya.


Kemeja putih yang di kenakan Putri meski bisa menutupi sebagian pahanya namun tetap terbilang minim.


Wajah Febi seketika memerah melihat Putri mengenakan pakaian nya. Kakinya yang putih dan mulus terlihat bersih, membuat Febi menelan salipa nya dengan susah payah.


''Ehem.. apakah nyaman?'' Febi tersadar dan mengalihkan perhatian nya.


''Lumayan, tapi tangan kamu terlalu panjang jadi kalau aku yang mengenakan nya seperti tidak ada tangannya.'' Ujar Putri menunjukkan tangan nya yang tertutup oleh kemeja yang kebesaran.


''Tangan aku yang terlalu panjang atau tangan kamu saja yang pendek.'' Celetuk Febi menggoda nya.


''Ck, ukuran badan segini untuk seorang gadis seperti aku tuh perfeck tahu.'' Sambil berputar memperlihatkan bentuk badannya.


''Sial, dari sekian banyak wanita yang mengelilingi ku, aku tidak pernah merasa se tertarik ini.'' Gumam Febi di dalam hati nya saat melihat tingkah laku Putri yang menurutnya manis.


''Baiklah gadis kecil aku sudah selesai berkemas, aku pergi ke kamar sebelah kalau ada sesuatu panggil saja aku.'' Ucapnya sambil mengalihkan perhatian terhadap Putri.


''Baiklah terimakasih.'' Senyum manis tersirat di bibirnya.


''Kalau aku disini terus aku takut tidak bisa menahan diri.'' Gumam Febi sambil berjalan pergi.


''Oh iya, jangan keluar kamar ini apalagi sampai berkeliaran, kunci juga pintunya kalau bukan aku yang datang jangan di buka.'' Tegas Febi sebelum keluar.


Febi pergi ke kamar Aldo dan menyimpan barang-barang miliknya. Sementara Aldo belum ada di kamarnya, meski begitu Febi tau password pintu kamarnya Aldo.


Febi langsung berbaring di kasur dan mencoba memejamkan matanya untuk mengalihkan pikiran nya ketika saat sedang bersama Putri.


Tidak lama Aldo datang dan membuka pintu kamar nya. Tuba-tiba Aldo kaget saat melihat seseorang tidur di ranjang nya.


Aldo sudah mengeluarkan jurus nya untuk memukul orang itu, karena dia pikir Febi adalah pencuri. Perlahan dia mendekat dan selalu waspada.


Saat akan mengarahkan pukulan nya, Aldo tersadar bahwa itu adalah sahabatnya.


Dan juga baru menyadari kalau barang-barang milik Febi juga ada di kamarnya.


''Apa-apaan anak ini. Hei cepat bangun.'' Aldo membangunkan nya dengan kasar.


''Duhh mengganggu saja ada apa sih.'' Febi bangun dan merasa terganggu.


''Ngapain disini? apakah ada orang yang berani mengusir mu dari sana hingga pindah ke kamar ku. Aku akan memberi nya pelajaran berani sekali dia mengusik macan tidur.'' Aldo tidak sabaran dan membuat asumsi sendiri.


''Bukan begitu ( Febi menjelaskan apa yang telah terjadi ).''


''Apa gadis yang tadi bermain bersama mu di pinggir pantai?'' Aldo mencoba memperjelas.

__ADS_1


''Iya.'' Febi mengangguk.


''Yo, kenapa harus pindah ke sini? biasanya kamu suka di kelilingi oleh para wanita, kenapa tidak tidur bersama nya.'' Ujar Aldo.


''Meskipun begitu aku masih suci, tapi kali ini aku takut tidak bisa mengendalikan diri.'' Jawab Febi ragu.


''Wkwkwk... jadi selama ini kamu benar-benar masih suci.'' Aldo meledeknya.


''Hei kau sendiri tidak pernah dekat dengan seorang wanita, tidak malu kah bicara seperti itu.'' Febi membalikkan fakta.


Aldo yang sedang tertawa terbahak-bahak seketika merubah ekspresi nya yang membenarkan ucapan Febi.


"Kenapa dengan yang ini tidak bisa menahan godaan? apakah berbeda?" Selidik Aldo yang penasaran.


"Entahlah, aku belum memastikan nya. Tapi sepertinya begitu, dia memang berbeda" Jawab Febi menjelaskan.


Keesokan paginya mereka bersiap untuk pulang.


Tok.. tok..


''Putri apakah sudah selesai?'' Tanya Febi dari luar pintu.


''Iya sebentar.'' Putri membukakan pintu nya.


Lagi-lagi baju yang di belikan Febi tadi malam sangat cocok di pakai nya.


''Oh iya, terimakasih ya baju nya cocok di badan aku.'' Ucap Putri.


''Ayo.'' Ajak Febi dan menggandeng tangan nya.


Mereka bertiga tengah berada di dalam pesawat dan telah lepas landas.


''Anak tengil itu benar-benar membawa pulang seorang gadis yang entah asal-usul nya darimana.'' Dalam pikiran Aldo sambil menggelengkan kepalanya.


''Oh iya nanti setelah sampai tolong bantu aku carikan kontrakan yang murah dan sebagai gantinya aku akan bekerja lebih keras untuk melunasi hutang ku padamu.'' Ujar Putri memulai pembicaraan, dan merencanakan kehidupan nya untuk kedepannya.


''Baiklah.'' Febi tidak bisa berkata apapun lagi karena dia juga tidak ingin membebankan pikiran Putri.


Hanya beberapa jam saja pesawat sudah mendarat.


Setelah sampai Febi membawa Putri ke sebuah hotel mewah.


''Aku minta kamu carikan kontrakan bukan hotel mewah.'' Celoteh Putri.


''Tidak apa-apa ini hotel milik perusahaan yang akan memperkerjakan mu.'' Jelas Febi.


''meskipun begitu ini akan membuat gaji ku habis untuk membayar hotel nya.'' Putri bersikeras tidak ingin tinggal di sana.


''Baiklah baiklah aku akan mencarikan kontrakan untuk mu. kamu puas!'' Ucap Febi dengan jarinya yang mengangkat dagu Putri.

__ADS_1


''begitu lebih baik.'' Ujarnya sembari tersenyum.


Febi segera mengalihkan pandangannya dari Putri "Sial, kenapa aku tadi ingin menciumnya?."


__ADS_2